Laba anjlok, KPN hapus dividen 2013-2014
Selasa, 23 April 2013 - 15:19 WIB
Laba anjlok, KPN hapus dividen 2013-2014
A
A
A
Sindonews.com - Operator telekomunikasi Belanda, KPN mengumumkan laba kuartal pertama 2013 merosot lebih dari setengah pada periode yang sama tahun lalu. Guna menutupi kerugian, mereka tidak akan membayar dividen pemegang saham pada 2013 dan 2014.
Dilansir dari The West Australian, Selasa (23/4/2013), KPN melaporkan, laba bersih pada kuartal pertama sebesar 138 juta euro (USD180 juta), turun dari 306 juta euro pada periode yang sama tahun lalu.
Penjualan turun 8,8 persen menjadi 2,91 miliar euro terpukul oleh persaingan ketat pada penjualan jasa komputer Getronics KPN dan meningkatnya penggunaan layanan Internet, seperti Skype dan WhatsApp, sehingga memangkas kuntungan dari tarif suara dan SMS.
"Prospek dividen telah disesuaikan. Mempertimbangkan peluncuran yang diharapkan dari rights issue setelah hasil publikasi kuartal pertama dan fakta bahwa rights issue akan menyebabkan jumlah yang lebih tinggi dari saham yang beredar. KPN memutuskan untuk tidak membayar dividen pada tahun buku 2013 dan 2014 ," kata pihak perusahaan dalam pernyataannya.
Pemegang saham KPN pada 10 April, telah menyetujui rights issue yang bertujuan pemotongan utang perusahaan, sebesar 1,35 miliar euro untuk membayar lisensi 4G pada akhir 2012.
Miliarder Meksiko Carlos Slim America Movil, yang memiliki 27 persen saham di KPN setelah tawaran pengambilalihan diluncurkan pada 2012, menyetujui rights issue dengan pertukaran dua nama di dewan direksi KPN.
KPN, yang mempekerjakan sekitar 30.000 orang, dibentuk pasca perusahaan telekomunikasi negara PTT berpisah pada 1990-an.
Dilansir dari The West Australian, Selasa (23/4/2013), KPN melaporkan, laba bersih pada kuartal pertama sebesar 138 juta euro (USD180 juta), turun dari 306 juta euro pada periode yang sama tahun lalu.
Penjualan turun 8,8 persen menjadi 2,91 miliar euro terpukul oleh persaingan ketat pada penjualan jasa komputer Getronics KPN dan meningkatnya penggunaan layanan Internet, seperti Skype dan WhatsApp, sehingga memangkas kuntungan dari tarif suara dan SMS.
"Prospek dividen telah disesuaikan. Mempertimbangkan peluncuran yang diharapkan dari rights issue setelah hasil publikasi kuartal pertama dan fakta bahwa rights issue akan menyebabkan jumlah yang lebih tinggi dari saham yang beredar. KPN memutuskan untuk tidak membayar dividen pada tahun buku 2013 dan 2014 ," kata pihak perusahaan dalam pernyataannya.
Pemegang saham KPN pada 10 April, telah menyetujui rights issue yang bertujuan pemotongan utang perusahaan, sebesar 1,35 miliar euro untuk membayar lisensi 4G pada akhir 2012.
Miliarder Meksiko Carlos Slim America Movil, yang memiliki 27 persen saham di KPN setelah tawaran pengambilalihan diluncurkan pada 2012, menyetujui rights issue dengan pertukaran dua nama di dewan direksi KPN.
KPN, yang mempekerjakan sekitar 30.000 orang, dibentuk pasca perusahaan telekomunikasi negara PTT berpisah pada 1990-an.
(dmd)
Lihat Juga :