Ratusan IRT di Kulonprogo tak berizin

Selasa, 23 April 2013 - 18:58 WIB
Ratusan IRT di Kulonprogo...
Ratusan IRT di Kulonprogo tak berizin
A A A
Sindonews.com - Ratusan Industri Rumah Tangga (IRT) di Kulonprogo tidak berizin. Kouta izin produk Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT) yang sangat terbatas menjadi penyebab utama.

Padahal, PIRT dibutuhkan agar konsumen mendapatkan makanan higienis dan aman dikonsumsi. Seksi Perijinan dan Sertifikasi Dinas Kesehatan Kulonprogo, Sapari mengatakan, tahun ini kouta PIRT dari anggaran kabupaten hanya 50 pengusaha.

Angka itu bahkan nyaris tidak berubah dari tahun ke tahun. Tahun ini saja sudah ada 25 pelatihan PIRT untuk tahap pertama. Sehingga, kuota yang tersisa tinggal 25 hingga akhir tahun.

Padahal, jumlah pendaftar sudah mencapai 50. Jumlah itu belum ditambah pendaftar yang difasilitasi instansi lain seperti Dinas Perindustrian Perdagangan ESDM maupun Dinas Koperasi dan UMKM.

"Jadi sebenarnya memang tidak ideal. Kuota yang disediakan sangat terbatas," kata Sapari, Selasa (23/4/2013).

Karena keterbatasan kuota ini, industri rumah tangga harus mengeluarkan uang sendiri untuk mengikuti seminar dan pelatihan. Dana yang dibutuhkan untuk keperluan itu sekitar Rp390 ribu lebih.

Dana tersebut digunakan untuk biaya seminar, pelatihan hingga konsumsi. "Seminar dan pelatihan dapat diajukan melalui kelompok," katanya.

Menurutnya, seminar dan pelatihan ini sangat penting agar pengelola industri rumah tangga memenuhi standar kesehatan, higienitas, proses produksi, hingga pengemasan dan tempat produksi. Di Kulonprogo, tercatat 900 IRT sudah memiliki izin produk PIRT sejak 2003.

Namun, dia memastikan jumlah IRT jauh lebih banyak dari angka tersebut. Dinkes, lanjut dia, tidak memiliki data pasti jumlah IRT. "Mereka tidak terdata di dinas, tapi yang jelas jumlahnya ratusan dan sebagian besar tidak berizin," terangnya.

Dia menambahkan, untuk mengatasi keterbatasan kuota pihaknya berencana mengajukan tambahan melalui PNPM. "Kalau memungkinkan kuotanya kita ajukan melalui PNPM. Tapi kalau tidak, solusinya ya bayar sendiri kalau ingin cepat," jelas Sapari.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Pantau Proses Izin Investasi...
Pantau Proses Izin Investasi J-FAST Cukup Lewat Website
Siap Tampung Relokasi...
Siap Tampung Relokasi Industri China, Jabar Janji Permudah Izin
17.109 Izin Operasi...
17.109 Izin Operasi Industri Diterbitkan di Tengah Covid-19
Izin Tambang Disetop,...
Izin Tambang Disetop, Ribuan Buruh di Bandung Barat Jadi Pengangguran
Terkait Kasus Gagal...
Terkait Kasus Gagal Ginjal Akut, BPOM Cabut Izin 2 Industri Farmasi Produsen Obat
Izin Operasional dan...
Izin Operasional dan Mobilitas Kegiatan Industri Dipermudah Saat Pandemi Corona
Berita Terkini
10 Negara Produsen Pertanian...
10 Negara Produsen Pertanian Terbesar di Dunia, Indonesia Urutan Berapa?
20 menit yang lalu
DPR Solid Tolak Aturan...
DPR Solid Tolak Aturan Kemasan Polos Produk Tembakau dari Kemenkes
1 jam yang lalu
Bos Raksasa Minyak Rusia:...
Bos Raksasa Minyak Rusia: AS Untung Besar di Balik Penutupan Selat Hormuz
1 jam yang lalu
Respons Purbaya soal...
Respons Purbaya soal Tren Sell Indonesia: Kita Tak Sedang Menuju Seperti 1998 Lagi
11 jam yang lalu
MNC Sekuritas & KSPM...
MNC Sekuritas & KSPM GI Universitas Pelita Bangsa Gelar Seminar Pasar Modal
11 jam yang lalu
Ukir Sejarah, BPS-PT...
Ukir Sejarah, BPS-PT Pos Indonesia Luncurkan Sampul Peringatan Edisi Khusus Sensus Ekonomi 2026
12 jam yang lalu
Infografis
10 Wonderkid Calon Bintang...
10 Wonderkid Calon Bintang di Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved