Wall Street berakhir datar

Kamis, 25 April 2013 - 08:47 WIB
Wall Street berakhir...
Wall Street berakhir datar
A A A
Sindonews.com - Indeks S&P 500 dan Nasdaq pada perdagangan Rabu waktu setempat berakhir datar di tengah kuatnya laporan kinerja keuangan Boeing yang tinggi dalam lima tahun terakhir, namun turunnya kinerja Procter & Gamble serta AT & T mendorong indeks Dow Jones bergerak ke teritori negatif.

Saham Procter & Gamble anjlok 5,8 persen menjadi USD77,12 setelah emiten tersebut merilis prospek laba di bawah ekspektasi. Penurunan tersebut merupakan yang terbesar sejak Januari 2009 dan memberikan kontribusi terhadap penurunan di indeks S&P.

AT & T (TN) melaporkan kerugian bersih dari pelanggan ponsel pada kuartal I tahun ini karena kehilangan pangsa pasar. Saham emiten ini turun 5 persen menjadi USD37,04.

Saham-saham bahan baku dan energi memimpin kenaikan indeks S&P, dengan harga tembaga dan minyak yang kembali naik setelah koreksi yang baru-baru ini terjadi. Namun, kenaikan harga komoditas tersebut dibatasi kekhawatiran terhadap prospek pertumbuhan ekonomi dunia.

Selain itu, penurunan tajam data durable goods order di Amerika Serikat pada bulan lalu juga menambah kekhawatiran investor.

"Aliran berita tidak sepenuhnya memberikan optimisme investor untuk masuk ke pasar saham. Dalam kondisi ini, sulit memperkirakan harga saham dan sulit melihat katalis yang dapat menopang pertumbuhan yang kuat, " kata Kepala Strategi Investasi Key Private Bank, Bruce Mccain seperti dilansir Reuters, Kamis (25/4/2013).

Sementara saham-saham yang menguat, diantaranya Microsoft (MSFT.O) memimpin kenaikan secara keseluruhan di indeks S&P 500, yang naik 3,8 persen ke USD31,76. Boeing (BA.N) melonjak 3 persen menjadi USD90,83, tertinggi sejak Desember 2007, setelah perusahaan kedirgantaraan tersebut melaporkan laba di atas ekspektasi.

Pada perdagangan semalam, indeks Dow Jones industrial average turun 43,16 poin atau 0,29 persen menjadi 14.676,30. Namun, indeks S&P 500 sedikit naik dari 0,01 poin atau 0 persen menjadi 1.578,79 dan Nasdaq naik 0,32 poin atau 0,01 persen menjadi 3.269,65.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Waspada Gejolak Ekonomi...
Waspada Gejolak Ekonomi Dunia
PBB Prediksi Ekonomi...
PBB Prediksi Ekonomi Dunia Stagnan di 2,8 Persen pada 2025
Utang Luar Negeri IndonesiaNomor...
Utang Luar Negeri IndonesiaNomor 7 Terbesar di Dunia
Ekonomi China Pulih,...
Ekonomi China Pulih, Tumbuh 4,9 Persen Kuartal III 2020
Seram! Ketua OJK Beberkan...
Seram! Ketua OJK Beberkan Ancaman Ekonomi Dunia Tahun Depan
Prabowo: Ekonomi Indonesia...
Prabowo: Ekonomi Indonesia Diramal Masuk 5 Besar di Dunia
Berita Terkini
Kawal Transformasi Terintegrasi...
Kawal Transformasi Terintegrasi untuk Perkuat Bio Farma Group
6 jam yang lalu
Pasar Potensial Industri...
Pasar Potensial Industri Pembiayaan, Chailease Finance Dukung Pertumbuhan UKM Bandung
6 jam yang lalu
BPDP Dukung Jakarta...
BPDP Dukung Jakarta Fiscal Forum 2026, Perkuat Kolaborasi untuk Pembangunan Berkelanjutan
6 jam yang lalu
Pertamina Siap Turunkan...
Pertamina Siap Turunkan Harga BBM secara Bertahap Mulai Awal Juli
7 jam yang lalu
Bukan Utang, Purbaya...
Bukan Utang, Purbaya Tegaskan Pendanaan AIIB Rp303 Triliun Murni Investasi
7 jam yang lalu
Rumah BUMN SIG di Rembang...
Rumah BUMN SIG di Rembang Catat Transaksi Rp6,9 Miliar
7 jam yang lalu
Infografis
Trump Ogah Terlibat...
Trump Ogah Terlibat Rekonstruksi Ukraina setelah Perang Berakhir
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved