Kuartal I/2013, BNI raup laba bersih Rp2,07 T
Jum'at, 26 April 2013 - 12:52 WIB
Kuartal I/2013, BNI raup laba bersih Rp2,07 T
A
A
A
Sindonews.com - Laba bersih PT Bank Negara Insonesia (BBNI) pada kuartal I/2013 meningkat sebesar 34,3 persen dari Rp1,54 triliun pada kuartal I/2012 triliun menjadi Rp2,07 triliun.
Direktur Utama BNI Gatot M. Suwondo menjelaskan, pendapatan operasional yang tumbuh sebesar 25,7 persen merupakan hasil dari perbaikan kinerja, terutama dalam peningkatan efisiensi dan menjaga kualitas kredit serta peningkatan pada fee based income.
"Peningkatan pendapatan operasional bersumber dari pertumbuhan pendapatan bunga bersih (NIM) yang melonjak 22,7 persen. Tumbuhnya pendapatan bunga bersih yang cukup tinggi disebabkan BNI mampu memangkas biaya pendanaan dari 3,2 persen pada kuartal I/2012 turun menjadi 2,3 persen pada periode yang sama tahun ini," ujarnya di gedung BNI, Jakarta, Jumat (26/4/2013).
Sementara Loan Deposit Ratio (LDR) meningkat dari 74,4 persen pada kuartal pertama 2012 menjadi 82,6 persen di periode yang sama 2013. "ini hasil ekspansi kredit BNI di delapan sektor unggulan," kata Gatot.
Dana Pihak Ketiga juga meningkat 21,3 persen atau naik dari Rp220,87 triliun di kuartal pertama 2012 menjadi Rp242,93 triliun year on year (yoy). current account saving account (CASA) naik 22,1 persen atau Rp29,22 triliun yoy.
Dia juga menyampaikan, pencapaian laba BNI juga ditopang pertumbuhan pendapatan non bunga yang naik 31,8 persen yaitu dari Rp1,7 triliun di kuartal pertama 2012 menjadi Rp2,24 triliun pada kuartal I/2013.
"Ini hasil dari upaya BNI untuk menjadi transactional bank yang terus mengembangkan fee based income dan low cost fund antara lain melalui pemeliharaan siklus transaksi dan membangun pelayanan cash management yang berorientasi pada peningkatan nilai tambah nasabah," pungkas Gatot.
Direktur Utama BNI Gatot M. Suwondo menjelaskan, pendapatan operasional yang tumbuh sebesar 25,7 persen merupakan hasil dari perbaikan kinerja, terutama dalam peningkatan efisiensi dan menjaga kualitas kredit serta peningkatan pada fee based income.
"Peningkatan pendapatan operasional bersumber dari pertumbuhan pendapatan bunga bersih (NIM) yang melonjak 22,7 persen. Tumbuhnya pendapatan bunga bersih yang cukup tinggi disebabkan BNI mampu memangkas biaya pendanaan dari 3,2 persen pada kuartal I/2012 turun menjadi 2,3 persen pada periode yang sama tahun ini," ujarnya di gedung BNI, Jakarta, Jumat (26/4/2013).
Sementara Loan Deposit Ratio (LDR) meningkat dari 74,4 persen pada kuartal pertama 2012 menjadi 82,6 persen di periode yang sama 2013. "ini hasil ekspansi kredit BNI di delapan sektor unggulan," kata Gatot.
Dana Pihak Ketiga juga meningkat 21,3 persen atau naik dari Rp220,87 triliun di kuartal pertama 2012 menjadi Rp242,93 triliun year on year (yoy). current account saving account (CASA) naik 22,1 persen atau Rp29,22 triliun yoy.
Dia juga menyampaikan, pencapaian laba BNI juga ditopang pertumbuhan pendapatan non bunga yang naik 31,8 persen yaitu dari Rp1,7 triliun di kuartal pertama 2012 menjadi Rp2,24 triliun pada kuartal I/2013.
"Ini hasil dari upaya BNI untuk menjadi transactional bank yang terus mengembangkan fee based income dan low cost fund antara lain melalui pemeliharaan siklus transaksi dan membangun pelayanan cash management yang berorientasi pada peningkatan nilai tambah nasabah," pungkas Gatot.
(gpr)
Lihat Juga :