Hadapi MEA, Kemenkeu akan rekrut SDM besar-besaran
Jum'at, 26 April 2013 - 14:17 WIB
Hadapi MEA, Kemenkeu akan rekrut SDM besar-besaran
A
A
A
Sindonews.com - Dalam menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) plus enam mitra, Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mempersiapkan diri dengan akan merekrut sumber daya manusia (SDM) andal di sejumlah kampus.
MEA yang dimulai 31 Desember 2013 ini, tidak hanya diikuti 10 negara di Asia Tenggara. Setidaknya ada enam negara besar seperti China, Jepang, Korea, India, Australia dan Selandia Baru yang ikut bergabung dalam pasar bebas dan dikenal dengan Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP).
Direktur Penerimaan dan Peraturan Kepabean dan Cukai (PPKC), Susiwijoyo menyatakan, pasar tersebut nantinya akan menjadi pasar bersama terbesar di dunia. Sebab hampir separuh jumlah penduduk dunia terangkum dalam RCEP.
"Kita akan dihadapkan pada kompetisi terbuka. Dan kita harus mendorong daya saing industri," jelasnya saat ditemui di Auditorium MM UGM dalam acara Customs Goes To Campus dan Recruitment Campaigm-Kemenkeu bersama UGM Jumat (26/4/2013).
Menurutnya, salah satu upaya Indonesia dalam mempersiapkan diri, dilakukan dengan membuka rekrutmen untuk anak bangsa yang berpotensi. Rekrutmen melalui kampus ke kampus ini diharapkan dapat terjaring SDM yang sesuai dengan kebutuhan di masa depan.
Secara nasional, telah terbentuk tim untuk melakukan pendampingan penguatan SDM dalam menghadapi RCEP. Tim, imbuh dia, tersebar di berbagai aspek kehidupan untuk mempercepat 'imunitas' bangsa dalam persaingan global.
Dosen Ekonomi UGM, Rimawan menyampaikan pasar persaingan global memiliki sejumlah tantangan. "Masalah yang kita hadapi saat MEA beragam, ada mobilitas sumber data kapital dan manusia dengan tarif antar negara bisa nol (0). Bahkan kita bisa juga mengalami tantangan seperti peredaran narkoba lebih besar, human traffic dan lain-lain," paparnya.
Guna menghadapin hal itu penguatan diri harus dilakukan dengan berbagai cara. Termasuk dengan memilih menguatkan SDM lokal.
Kemenkeu, tambah Susiwijono, akan melakukan rekrutmen besar-besaran. Sebab dalam ekonomi global ini, penerimaan negara terus membesar. Jika pada tahun lalu penerimaan negara mencapai Rp980 triliun, kini meningkat menjadi Rp1600 triliun.
Pendapatan yang tinggi ini akan membawa konsekuensi belanja negara yang tinggi. Dengan demikian, diperlukan kebijakansaan strategis untuk mengelola investasi maupun belanja negara.
"Karena itu kami melakukan rekrutmen. Pada tahun ini dan beberapa tahun kedepan kami membutuhkan 7.060 orang tenaga baru," ujar dia.
MEA yang dimulai 31 Desember 2013 ini, tidak hanya diikuti 10 negara di Asia Tenggara. Setidaknya ada enam negara besar seperti China, Jepang, Korea, India, Australia dan Selandia Baru yang ikut bergabung dalam pasar bebas dan dikenal dengan Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP).
Direktur Penerimaan dan Peraturan Kepabean dan Cukai (PPKC), Susiwijoyo menyatakan, pasar tersebut nantinya akan menjadi pasar bersama terbesar di dunia. Sebab hampir separuh jumlah penduduk dunia terangkum dalam RCEP.
"Kita akan dihadapkan pada kompetisi terbuka. Dan kita harus mendorong daya saing industri," jelasnya saat ditemui di Auditorium MM UGM dalam acara Customs Goes To Campus dan Recruitment Campaigm-Kemenkeu bersama UGM Jumat (26/4/2013).
Menurutnya, salah satu upaya Indonesia dalam mempersiapkan diri, dilakukan dengan membuka rekrutmen untuk anak bangsa yang berpotensi. Rekrutmen melalui kampus ke kampus ini diharapkan dapat terjaring SDM yang sesuai dengan kebutuhan di masa depan.
Secara nasional, telah terbentuk tim untuk melakukan pendampingan penguatan SDM dalam menghadapi RCEP. Tim, imbuh dia, tersebar di berbagai aspek kehidupan untuk mempercepat 'imunitas' bangsa dalam persaingan global.
Dosen Ekonomi UGM, Rimawan menyampaikan pasar persaingan global memiliki sejumlah tantangan. "Masalah yang kita hadapi saat MEA beragam, ada mobilitas sumber data kapital dan manusia dengan tarif antar negara bisa nol (0). Bahkan kita bisa juga mengalami tantangan seperti peredaran narkoba lebih besar, human traffic dan lain-lain," paparnya.
Guna menghadapin hal itu penguatan diri harus dilakukan dengan berbagai cara. Termasuk dengan memilih menguatkan SDM lokal.
Kemenkeu, tambah Susiwijono, akan melakukan rekrutmen besar-besaran. Sebab dalam ekonomi global ini, penerimaan negara terus membesar. Jika pada tahun lalu penerimaan negara mencapai Rp980 triliun, kini meningkat menjadi Rp1600 triliun.
Pendapatan yang tinggi ini akan membawa konsekuensi belanja negara yang tinggi. Dengan demikian, diperlukan kebijakansaan strategis untuk mengelola investasi maupun belanja negara.
"Karena itu kami melakukan rekrutmen. Pada tahun ini dan beberapa tahun kedepan kami membutuhkan 7.060 orang tenaga baru," ujar dia.
(izz)
Lihat Juga :