KAEF revisi nilai investasi pabrik di Bandung

Selasa, 28 Mei 2013 - 08:32 WIB
KAEF revisi nilai investasi...
KAEF revisi nilai investasi pabrik di Bandung
A A A
Sindonews.com - PT Kimia Farma Tbk (KAEF) merevisi nilai investasi proyek pembangunan pabrik baru di Banjaran, Bandung, Jawa Barat dari semula Rp400 miliar menjadi Rp700 miliar.

“Ya anggaran investasinya mencapai Rp700 miliar. Sebelumnya kami siapkan (investasi) Rp400 miliar, namun ternyata meningkat karena belum memperhitungkan lain-lain, seperti pengurusan prakualifikasi World Health Organization (WHO) guna memenuhi standar produk farmasi internasional,” ujar Direktur Utama KAEF, Rusdi Rosman dalam keterangan tertulis yang diterima Sindonews, Senin (27/5/2013).

Diakui Rusdi, meningkatnya kebutuhan dana investasi yang dikeluarkan perseroan untuk proyek tersebut, sebelumnya telah diantisipasi perseroan, sehingga perseroan dapat memenuhi kebutuhan dana tersebut.

"Kebutuhan anggaran sebesar Rp700 miliar tersebut sudah termasuk didalamnya untuk membangun pabrik herbal Fitofarmaka, sehingga masih cukup sesuai dengan persiapan perusahaan sebelumnya," tegas dia.

Dengan berdirinya pabrik baru di Banjaran, menurut Rusdi, dapat mendukung peningkatan kapasitas produksi lini onkologi (produk yang mampu mendeteksi dan mengbati kanker). Selain itu, penambahan pabrik baru juga dilakukan demi mendongkrak kapasitas produksi produk injeksi, salep dan krim obat.

“Pabrik ini nantinya akan menempati lahan kami seluas lima hektar. Perkiraannya sudah akan bisa mulai beroperasi pada 1,5 tahun mendatang. Saat ini proses perizinannya masih diurus. Kalau untuk pabrik pil Keluarga Berencana (KB) dan Alat Kontrasepsi dalam Rahim (AKDR) pada tahun ini hanya renovasi dan revitalisasi mesin. Itu anggarannya sekitar Rp17 miliar,” papar Rusdi.

Sepanjang tahun ini, perseroan optimistis dapat meningkatkan utilisasi pabrik hingga lebih mencapai 100 persen, lebih tinggi dibanding realisasi tahun 2012 lalu yang hanya mencapai 90 persen.

Optimisme tersebut didasarkan pada keberhasilan KAEF memenangi lelang e-catalog obat generic dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) untuk kategori pertama sebanyak 29 item dan kategori kedua 50 item.

“Pada tahun ini, permintaan pemerintah yang kami menangi meningkat tiga kali lipat, nilainya sekitar Rp700 miliar. Kondisi ini yang kami yakini dapat mendongkrak utilisasi pabrik KAEF dibanding tahun lalu,” tutur Rusdi.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Kembali Berlayar di...
Kembali Berlayar di Kepulauan Seribu, Klinik Apung Disambut Positif
Layanan Vaksinasi Covis-19...
Layanan Vaksinasi Covis-19 Berbayar di Kimia Farma, Intip Jenis Vaksin dan Cara Pendaftarannya
Luncurkan 2 Layanan...
Luncurkan 2 Layanan Baru, Kimia Farma Diagnostika Optimistis Raih Pendapatan Rp2,5 T
Bangun Indonesia Sehat,...
Bangun Indonesia Sehat, Kimia Farma Diagnostika dan Pfizer Perkuat Vaksinasi Nasional
Menelusur Fakta Vaksinasi...
Menelusur Fakta Vaksinasi Bayar Sendiri di Kimia Farma Berujung Penundaan
Partai Gelora Kritik...
Partai Gelora Kritik Bos Kimia Farma Tolak Minta Maaf Kasus Antigen Bekas
Berita Terkini
Prabowo Kumpulin Menteri...
Prabowo Kumpulin Menteri di Hambalang Bahas Harga Khusus BBM untuk Nelayan
7 jam yang lalu
Raih 3 Pengakuan Internasional,...
Raih 3 Pengakuan Internasional, IIF Terus Memperkuat Kapasitas Pendanaan Infrastruktur
7 jam yang lalu
S&P Pertahankan Rating...
S&P Pertahankan Rating dan Outlook Kredit Indonesia, Purbaya: Arah Kebijakan Ekonomi Terjaga
8 jam yang lalu
Danamon Prasmul EduWealth...
Danamon Prasmul EduWealth Menjawab Tren Kenaikan Biaya Pendidikan: Ekosistem Pendanaan dan Proteksi
9 jam yang lalu
Sensus Ekonomi Tak Hanya...
Sensus Ekonomi Tak Hanya Dilakukan Indonesia: Gerakan Global yang Diikuti Malaysia hingga Zimbabwe
9 jam yang lalu
Membuka Pintu Investasi...
Membuka Pintu Investasi dan Kerja Sama Selangor-Jawa Barat lewat SIBS 2026
9 jam yang lalu
Infografis
20 Universitas Terbaik...
20 Universitas Terbaik di Indonesia Versi QS WUR 2027
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved