Apindo minta subsidi BBM dialihkan ke infrastruktur

Kamis, 30 Mei 2013 - 11:39 WIB
Apindo minta subsidi...
Apindo minta subsidi BBM dialihkan ke infrastruktur
A A A
Sindonews.com - Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) meminta pemerintah untuk mengalihkan dana subsidi bahan bakar minyak (BBM) ke pembangunan infrastruktur yang lebih membutuhkan.

Ketua Umum Apindo, Sofyan Wanandi mengatakan bahwa dampak kenaikan BBM diperkirakan tidak akan terlalu signifikan. Meskipun akan ada efek, misalnya kenaikan harga, namun hal itu merupakan resiko wajar.

"Saya yakin daya beli masyarakat saat ini sudah cukup tinggi. Kenaikan harga akibat BBM tidak akan lebih dari lima persen," kata Sofyan dalam rilisnya di Jakarta, Kamis (30/5/2013).

Justru jika BBM tidak dinaikkan, sementara dana subsidi BBM diambil dari utang, maka dalam jangka panjang akan memberi dampak negatif terhadap dunia usaha maupun masyarakat.

"Dalam jangka panjang kenaikan BBM ini menguntungkan. Tidak bisa terus menerus duit negara habis untuk subsidi sementara ongkos subsidi itu dari utang," tegas dia.

Bagi pengusaha, akan lebih baik subsidi BBM itu dialihkan sektor lain seperti infrastruktur, sehingga bisa mendorong pertumbuhan ekonomi. "Kita sama-sama tahu, pelabuhan sudah macet, jalan sudah macet, daya saing kita jadi berkurang," kata dia.

Sofyan meyakini, perbaikan infrastruktur pada akhirnya akan meningkatkan daya saing ekonomi, sehingga pengusaha bisa lebih efisien dalam ongkos transportasi. Alhasil, dunia usaha juga makin efisien.

Infrastruktur yang mendesak untuk diperbaiki selain pelabuhan dan jalan untuk melancarkan barang, juga perbaikan infrastruktur listrik, air, irigasi untuk para petani. "Dengan begitu rakyat tetap bisa kerja meski BBM naik," tandasnya.

Di samping itu, Sofyan minta pemerintah harus cepat menaikkan harga BBM bersubsidi. Kemudian juga menyiapkan sebagian dana alokasi subsidi untuk masyarakat miskin.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Tak Tepat Sasaran, Hanya...
Tak Tepat Sasaran, Hanya 40 Persen Masyarakat Tak Mampu Penerima Subsidi BBM
Apindo Ngarep Subsidi...
Apindo Ngarep Subsidi Upah buat Perusahaan
Menilik Urgensi Reformasi...
Menilik Urgensi Reformasi Subsidi BBM, Jangan Lupakan 2 Hal Ini
Subsidi BBM Jadi Beban...
Subsidi BBM Jadi Beban APBN, Legislator: Harus Cari Cara Tepat Sasaran
Pengamat: Subsidi Langsung...
Pengamat: Subsidi Langsung Jadi Solusi Masalah Penyaluran BBM
Kuota BBM Subsidi Tahun...
Kuota BBM Subsidi Tahun Depan Disepakati, Ini Rinciannya
Berita Terkini
Bos Raksasa Minyak Rusia:...
Bos Raksasa Minyak Rusia: AS Untung Besar di Balik Penutupan Selat Hormuz
15 menit yang lalu
Respons Purbaya soal...
Respons Purbaya soal Tren Sell Indonesia: Kita Tak Sedang Menuju Seperti 1998 Lagi
9 jam yang lalu
MNC Sekuritas & KSPM...
MNC Sekuritas & KSPM GI Universitas Pelita Bangsa Gelar Seminar Pasar Modal
10 jam yang lalu
Ukir Sejarah, BPS-PT...
Ukir Sejarah, BPS-PT Pos Indonesia Luncurkan Sampul Peringatan Edisi Khusus Sensus Ekonomi 2026
11 jam yang lalu
K-SIGN KKP di Rote Ndao...
K-SIGN KKP di Rote Ndao NTT, RI Bersiap Swasembada Garam Industri
13 jam yang lalu
Diserbu 3.800 Pengunjung,...
Diserbu 3.800 Pengunjung, PINDEX 2026 Disambut Antusias
13 jam yang lalu
Infografis
Waspada! Ini Gejala...
Waspada! Ini Gejala Super Flu yang Masuk ke Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved