Kulonprogo tak berminat membangun kampung nelayan
Kamis, 30 Mei 2013 - 12:17 WIB
Kulonprogo tak berminat membangun kampung nelayan
A
A
A
Sindonews.com - Program Kementerian Kelautan dan Perikanan untuk membangun kampung nelayan tak direspon Kulonprogo. Dinas Kelautan, Perikanan, dan Peternakan tidak mengajukan proposal untuk program tersebut.
Sekretaris Dinas Kepenak Kulonprogo Sudarna mengatakan, secara prinsip instansinya mendukung program KKP. Namun pihaknya memang tidak mengajukan proposal untuk membangun kampung nelayan.
"Sampai saat ini, kami belum mengajukan proposal ke Kementerian. Sebab, kendala utamanya di Kulonprogo adalah ketersediaan tanah. Tapi secara prinsip kami menerima dan mendukung," kata Sudarnan, Kamis (30/5/2013).
Dia mengatakan, selain pengadaan tanah, perumahan nelayan sebanyak 25 unit yang berada di Desa Karangwuni Kecamatan Wates, tidak mendapat respon positif. Tingkat hunian di perumahan itu sangat rendah.
"Bukan tidak butuh, tetapi tidak untuk saat ini. kebanyakan nelayan di Kulonprogo memiliki rumah sendiri. Sementara bangunan yang telah disediakan dari anggaran KKP, tingkat huniannya masih rendah," katanya.
Dia menjelaskan, kondisi geografis Kulonprogo berbeda dengan kondisi nelayan di kabupaten lain seperti Gunung Kidul dan Bantul. Di kabupaten lain, banyak nelayan dari daerah lain seperti dari Pacitan (Jawa Timur) dan Cilacap (Jawa Tengah).
"Untuk saat ini, rumah nelayan belum mendesak untuk dibangun. Selama pelabuhan ikan Tanjung Adikarta belum beroperasi, kebutuhan rumah nelayan masih cukup rendah. Jadi memang belum mendesak," kata dia.
Sekretaris Dinas Kepenak Kulonprogo Sudarna mengatakan, secara prinsip instansinya mendukung program KKP. Namun pihaknya memang tidak mengajukan proposal untuk membangun kampung nelayan.
"Sampai saat ini, kami belum mengajukan proposal ke Kementerian. Sebab, kendala utamanya di Kulonprogo adalah ketersediaan tanah. Tapi secara prinsip kami menerima dan mendukung," kata Sudarnan, Kamis (30/5/2013).
Dia mengatakan, selain pengadaan tanah, perumahan nelayan sebanyak 25 unit yang berada di Desa Karangwuni Kecamatan Wates, tidak mendapat respon positif. Tingkat hunian di perumahan itu sangat rendah.
"Bukan tidak butuh, tetapi tidak untuk saat ini. kebanyakan nelayan di Kulonprogo memiliki rumah sendiri. Sementara bangunan yang telah disediakan dari anggaran KKP, tingkat huniannya masih rendah," katanya.
Dia menjelaskan, kondisi geografis Kulonprogo berbeda dengan kondisi nelayan di kabupaten lain seperti Gunung Kidul dan Bantul. Di kabupaten lain, banyak nelayan dari daerah lain seperti dari Pacitan (Jawa Timur) dan Cilacap (Jawa Tengah).
"Untuk saat ini, rumah nelayan belum mendesak untuk dibangun. Selama pelabuhan ikan Tanjung Adikarta belum beroperasi, kebutuhan rumah nelayan masih cukup rendah. Jadi memang belum mendesak," kata dia.
(gpr)
Lihat Juga :