Bank asing dinilai keruk keuntungan dari Indonesia
Kamis, 30 Mei 2013 - 15:39 WIB
Bank asing dinilai keruk keuntungan dari Indonesia
A
A
A
Sindonews.com - Perbankan asing dinilai mengeruk keuntungan besar dari masyarakat Indonesia, dengan memanfaatkan longgarnya aturan pemerintah terhadap masuknya bank asing ke Indonesia.
Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, Irman Gusman menyayangkan apabila potensi market serta pertumbuhan ekonomi Indonesia yang cukup bagus, dimanfaatkan perbankan asing mengeruk keuntungan dari rakyat Indonesia.
Dia mencontohkan, bank asing bisa mendapatkan pinjaman uang dari Jepang dengan bunga 1 persen. Uang tersebut kemudian di kembangkan di Indonesia dengan bunga rata rata di atas 12 persen.
Menurutnya, situasi ekonomi dan perbankan di Indonesia saat ini telah berubah. Perbankan Indonesia, saat ini cukup kokoh untuk menggarap sektor keuangan di Indonesia.
"Pemerintah harus melakukan evaluasi total atas kebijakan perbankan di Indonesia. Terutama terkait mudahnya bank asing masuk Indonesia. Situasinya saat ini sudah berubah," katanya di Bandung, Kamis (30/5/2013).
Dia mengatakan, proteksi terhadap perbankan asing memberi peluang bagi perbankan lokal seperti Bank Pembangunan Daerah (BPD) dan perbankan nasional menggarap market Indonesia.
Semestinya, lanjut Irman, pemerintah membuat regulasi yang mengatur layanan bisnis bank asing, yaitu layanan bisnis perbankan yang belum bisa digarap oleh perbankan nasional. Misalnya menggarap insfrastruktur dan investasi. "Kalau sektor garapannya seperti consumer good, ya buat apa. Cukuplah itu untuk garapan perbankan nasional," ujarnya.
Tidak adanya perbedaan sektor garapan perbankan nasional dan asing membuat bisnis perbankan kurang menguntungkan pebisnis domestik. DPD, lanjut dia, siap mendukung Kadin melakukan perubahan aturan tersebut. "Kita akan dorong Kadin mengajukan perubahan kepada pemerintah dengan DPR," imbuh dia.
Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, Irman Gusman menyayangkan apabila potensi market serta pertumbuhan ekonomi Indonesia yang cukup bagus, dimanfaatkan perbankan asing mengeruk keuntungan dari rakyat Indonesia.
Dia mencontohkan, bank asing bisa mendapatkan pinjaman uang dari Jepang dengan bunga 1 persen. Uang tersebut kemudian di kembangkan di Indonesia dengan bunga rata rata di atas 12 persen.
Menurutnya, situasi ekonomi dan perbankan di Indonesia saat ini telah berubah. Perbankan Indonesia, saat ini cukup kokoh untuk menggarap sektor keuangan di Indonesia.
"Pemerintah harus melakukan evaluasi total atas kebijakan perbankan di Indonesia. Terutama terkait mudahnya bank asing masuk Indonesia. Situasinya saat ini sudah berubah," katanya di Bandung, Kamis (30/5/2013).
Dia mengatakan, proteksi terhadap perbankan asing memberi peluang bagi perbankan lokal seperti Bank Pembangunan Daerah (BPD) dan perbankan nasional menggarap market Indonesia.
Semestinya, lanjut Irman, pemerintah membuat regulasi yang mengatur layanan bisnis bank asing, yaitu layanan bisnis perbankan yang belum bisa digarap oleh perbankan nasional. Misalnya menggarap insfrastruktur dan investasi. "Kalau sektor garapannya seperti consumer good, ya buat apa. Cukuplah itu untuk garapan perbankan nasional," ujarnya.
Tidak adanya perbedaan sektor garapan perbankan nasional dan asing membuat bisnis perbankan kurang menguntungkan pebisnis domestik. DPD, lanjut dia, siap mendukung Kadin melakukan perubahan aturan tersebut. "Kita akan dorong Kadin mengajukan perubahan kepada pemerintah dengan DPR," imbuh dia.
(izz)
Lihat Juga :