Harga daging di Australia turun, di Indonesia malah naik
Jum'at, 31 Mei 2013 - 15:47 WIB
Harga daging di Australia turun, di Indonesia malah naik
A
A
A
Sindonews.com - Menko Perekonomian Hatta Rajasa merasa bingung dengan perbedaan antara harga daging di Indonesia dengan Australia. Ketika harga daging di Australia sudah turun, harga daging di sini malah merangkak naik.
"Tahun lalu harga daging di Austraia 3 dolar, di sini Rp75 ribu. Sekarang harga daging di Australia 2,92 dolar, di sini malah jadi Rp95 ribu. Ada apa ini? Ini harus diturunkan," ujarnya di gedung Kemenko Perekonomian, Jakarta, Jumat (30/5/2013).
Karena merasa bingung dengan permasalahan harga daging sapi, Hatta mengaku sudah memerintahkan BUMN Bulog untuk mengintervensi pasar secara cepat.
"Harga daging ini saya juga kadang-kadang bingung di mana letak persoalannya sehingga pasar terdistorsi. Kita kasih kewenangan Bulog intervensi pasar kalau lama kita ketok kepalanya. Jangan sampai saya perintahkan juga enggak jalan sehingga ada kesan supaya harganya (daging) tinggi," lanjutnya.
Dia menyarankan agar kuota impor ditarik terlebih dahulu menjelang puasa baru kemudian lakukan operasi pasar bersama Kemendag dan Kementan sehingga win-win solution-nya berada di harga Rp75 ribu terlebih dahulu.
"Kalau perlu kuota ditarik dulu karena kasihan masyarakat menjelang puasa. Lalu kemudian kita lakukan operasi pasar dengan Kemendag, Kementan, dan Bulog agar stabil dengan memperhitungkan asumsi harga terbaik bagi peternak. Jadi dengan hitungan Kementan daging sebesar Rp75 ribu peternak masih dapat menikmati," pungkasnya.
"Tahun lalu harga daging di Austraia 3 dolar, di sini Rp75 ribu. Sekarang harga daging di Australia 2,92 dolar, di sini malah jadi Rp95 ribu. Ada apa ini? Ini harus diturunkan," ujarnya di gedung Kemenko Perekonomian, Jakarta, Jumat (30/5/2013).
Karena merasa bingung dengan permasalahan harga daging sapi, Hatta mengaku sudah memerintahkan BUMN Bulog untuk mengintervensi pasar secara cepat.
"Harga daging ini saya juga kadang-kadang bingung di mana letak persoalannya sehingga pasar terdistorsi. Kita kasih kewenangan Bulog intervensi pasar kalau lama kita ketok kepalanya. Jangan sampai saya perintahkan juga enggak jalan sehingga ada kesan supaya harganya (daging) tinggi," lanjutnya.
Dia menyarankan agar kuota impor ditarik terlebih dahulu menjelang puasa baru kemudian lakukan operasi pasar bersama Kemendag dan Kementan sehingga win-win solution-nya berada di harga Rp75 ribu terlebih dahulu.
"Kalau perlu kuota ditarik dulu karena kasihan masyarakat menjelang puasa. Lalu kemudian kita lakukan operasi pasar dengan Kemendag, Kementan, dan Bulog agar stabil dengan memperhitungkan asumsi harga terbaik bagi peternak. Jadi dengan hitungan Kementan daging sebesar Rp75 ribu peternak masih dapat menikmati," pungkasnya.
(gpr)
Lihat Juga :