Kadin: BLSM hanya tindakan tambal sulam

Minggu, 02 Juni 2013 - 15:02 WIB
Kadin: BLSM hanya tindakan...
Kadin: BLSM hanya tindakan tambal sulam
A A A
Sindonews.com - Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin), Bambang Soesatyo berpendapat bahwa proposal dana kompensasi dan kebiasaan memberi Bantuan Sementara Masyarakat (BLSM) dan pemberian beras untuk rakyat miskin (raskin) merupakan bukti pemerintah tidak percaya diri atas program perang melawan kemiskinan.

Bahkan, menurut dia, pemerintah sesungguhnya sudah merasa gagal memperbaiki kualitas kehidupan warga miskin. "Karena itu, untuk mengobati kekecewaan warga miskin sekaligus memperbaiki citra dan kinerja pemerintah di mata rakyat, digagaslah BLSM dan program sejenis lainnya," kata dia dalam keterangannya di Jakarta, Minggu (2/6/2013).

Dengan demikian, Bambang pesimistis bahwa program tersebut akan efektif. Jika ingin efektif, menurut dia, pemerintah harus berani transparan mengenai hasil dari program bantuan langsung tunai (BLT), yang dihentikan setelah Pemilihan Presiden (Pepres) 2009 lalu. Dia mempertanyakan berapa banyak warga miskin yang bisa atau sudah keluar dari kemiskinan berkat BLT tersebut.

"Pada akhirnya, harus dikatakan bahwa dana kompensasi kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) tersebut hanya merupakan tindakan tambal sulam dari program memerangi kemiskinan," ujarnya.

Dia menambahkan, hl itu mencerminkan inkonsistensi program pengentasan kemiskinan. Bahkan, dia memperkirakan, pemerintah tidak memiliki program yang sistemik dalam memerangi kemiskinan.

"Akibatnya, BLSM dan program sejenis lainnya selalu dipilih sebagai jalan keluar, manakala warga miskin dipastikan akan menerima dampak sangat serius dari sebuah kebijakan pemerintah, seperti halnya dengan kebijakan menaikkan harga BBM itu," tutur dia.

Menteri Keuangan, Chatib Basri sebelumnya menyatakan bahwa dana kompensasi kenaikan harga BBM bersubsidi, bukan hanya BLSM. Namun, ada bantuan siswa miskin (BSM), raskin, program keluarga harapan (PKH) dan infrastruktur dasar. Chatib menegaskan, BLSM hanya sementara untuk memitigasi dampak kenaikan harga BBM dan tidak akan dilakukan dalam waktu panjang.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Harga BBM Naik, Pengusaha...
Harga BBM Naik, Pengusaha Beberkan 3 Sektor Paling Terdampak
Harga Barang Bakal Naik...
Harga Barang Bakal Naik 13%, Pemerintah Diminta Siapkan Bansos dan Naikkan Upah Minimum
Kang Emil! Gara-gara...
Kang Emil! Gara-gara Kenaikan Harga BBM, Banyak Perusahaan di Jabar Jadi Zombie
Harga BBM Naik Dapat...
Harga BBM Naik Dapat Restu Pengusaha, Subsidi Disebut Sudah di Luar Batas
Sinyal Harga BBM Naik?...
Sinyal Harga BBM Naik? Pengusaha Minta Subsidi Jangan Dicabut
Harga BBM Pertamina...
Harga BBM Pertamina Naik Mulai Maret 2026, Ini Daftar Terbarunya
Berita Terkini
K-SIGN KKP di Rote Ndao...
K-SIGN KKP di Rote Ndao NTT, RI Bersiap Swasembada Garam Industri
1 jam yang lalu
Diserbu 3.800 Pengunjung,...
Diserbu 3.800 Pengunjung, PINDEX 2026 Disambut Antusias
1 jam yang lalu
Purbaya Desak Seluruh...
Purbaya Desak Seluruh Transaksi di Pelabuhan Pakai Rupiah: Kalau Ada Dolar, Saya Hajar!
1 jam yang lalu
Bank Mandiri Taspen...
Bank Mandiri Taspen Dorong Pensiunan Tetap Produktif dan Sejahtera
1 jam yang lalu
Personal Branding Berbasis...
Personal Branding Berbasis Kepercayaan Jadi Kunci Peluang Bisnis
1 jam yang lalu
Bukan Sekadar Digital,...
Bukan Sekadar Digital, Teras Kapal BRI Buktikan CX100 Danantara Hadir Nyata di Pulau Terpencil
2 jam yang lalu
Infografis
Perang lawan Rusia,...
Perang lawan Rusia, Ukraina hanya Mampu Bertahan 15 Hari
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved