Q1/2013, MPPA catatkan pendapatan Rp2,6 triliun

Senin, 03 Juni 2013 - 13:59 WIB
Q1/2013, MPPA catatkan...
Q1/2013, MPPA catatkan pendapatan Rp2,6 triliun
A A A
Sindonews.com - PT Matahari Putra Prima Tbk (MPPA) pada kuartal pertama tahun ini membukukan pendapatan bersih sebesar Rp2,6 triliun tumbuh 16,3 persen dari pendapatan bersih kuartal yang sama tahun lalu sebesar Rp2,3 triliun.

Presiden Direktur Matahari Putra Prima, Benjamin Mailool mengatakan total pendapatan bersih perseroan merupakan kontribusi penuh dari Matahari Food Division (MFD), dimana lebih dari 90 persen merupakan hasil dari Hypermart.

"Kinerja ini tidak dapat dibandingkan langsung dengan kinerja tahun lalu, disebabkan oleh adanya divestasi asset atau bisnis non-inti pada akhir 2012 silam," kata Benjamin dalam rilisnya di Jakarta, Senin (3/6/2013).

Sejak peluncuran Hypermart di 2004 silam, MFD berhasil mencetak laju pertumbuhan CAGR sebesar 27,9 persen, yang merupakan kekuatan inti atas pertumbuhan dan prospek perseroan ke depan.

Laba bruto konsolidasi MPPA di kuartal I/2013 meningkat 29,4 persen mencapai Rp419,1 miliar dari Rp323,9 miliar tahun lalu. Laba usaha juga meningkat 32,2 persen menjadi Rp74,6 miliar dari Rp56,4 miliar tahun lalu. Sedangkan EBITDA perseroan mencapai Rp165 miliar.

"MPPA saat ini mencatat pendapatan bunga-bersih sebesar Rp6,9 miliar di kuartal pertama 2013, dibandingkan dengan beban bunga-bersih sebesar Rp5,6 miliar tahun lalu, disebabkan oleh beban bunga yang lebih rendah Rp38,3 miliar dibandingkan Rp62,7 miliar tahun lalu, sejalan dengan rencana perseroan atas pembayaran hutang dari hasil yang diperoleh dari divestasi non-inti akhir tahun lalu," tambahnya.

Hal ini pula yang mendukung MPPA mencapai laba sebelum pajak sebesar Rp81,5 miliar. Laba bersih setelah pajak komprehensif mencapai Rp63,2 miliar, atau Rp12 per saham, meningkat 525,4 persen; atau meningkat 118 persen dari kinerja kuartal I 2012 yang diaudit sebesar Rp29 miliar.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Resmi! Gojek Punya 6,74%...
Resmi! Gojek Punya 6,74% Saham MPPA, Nilai Transaksi Capai Rp355 Miliar
Gegara Pandemi, Matahari...
Gegara Pandemi, Matahari Putra Prima Terus Merugi Capai Rp219,25 Miliar
Matahari Perkuat Lapaknya...
Matahari Perkuat Lapaknya di Shopee dengan Strategi Omni
Hypermart Bakal Dapat...
Hypermart Bakal Dapat Tambahan Modal dari GoTo dan Multipolar
Buka 16 Gerai Baru Hyfresh...
Buka 16 Gerai Baru Hyfresh di 2021, MPPA Siapkan Rp80 Miliar
Cara Unit Usaha MPPA...
Cara Unit Usaha MPPA Menghadapi Penurunan Daya Beli dan Tantangan di Saat Pandemi
Berita Terkini
Tren Mobilitas Ramah...
Tren Mobilitas Ramah Lingkungan Meningkat, Pembiayaan Kendaraan Listrik MUF Melesat
1 jam yang lalu
Rupiah Amburadul Rp18...
Rupiah Amburadul Rp18 Ribu, Produk Rumah Tangga Unilever Bakal Naik Harga di Kuartal II 2026
1 jam yang lalu
Rupiah Terkapar, Dampaknya...
Rupiah Terkapar, Dampaknya Mulai Terasa ke Sektor Industri Nasional
2 jam yang lalu
PLN EPI, PLN Puslitbang...
PLN EPI, PLN Puslitbang dan ITERA Kolaborasi Kembangkan Tanaman Energi
3 jam yang lalu
Pelindo Sinergi Lokaseva...
Pelindo Sinergi Lokaseva Catat Kinerja Operasional Positif di Awal 2026
3 jam yang lalu
BRI Life Ungkap Peran...
BRI Life Ungkap Peran Mitra Stategis Selama 4 Dekade
4 jam yang lalu
Infografis
37 Pesawat AS Hancur...
37 Pesawat AS Hancur dan Rusak dalam Perang Iran, Kerugian Rp28 Triliun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved