BTPN segera melakukan PUB II senilai Rp4 T
Rabu, 05 Juni 2013 - 18:49 WIB
BTPN segera melakukan PUB II senilai Rp4 T
A
A
A
Sindonews.com - PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional (BTPN) melakukan Penawaran Umum Berkelanjutan II (PUB II) senilai Rp4 triliun. Dalam rangka penawaran umum berkelanjutan tersebut, BTPN menerbitkan obligasi tahap I tahun 2013 sejumlah Rp1 triliun.
Rencana ini untuk mendukung pengembangan bisnis perusahaan, khususnya dalam memberikan akses pembiayaan seluas-luasnya bagi segmen masyarakat berpenghasilan rendah dan UKM.
Obligasi Berkelanjutan II terdiri dari 2 (dua) seri, yaitu Seri A berjangka waktu tiga tahun dengan kisaran tingkat bunga tetap sebesar 7,5-8,35 persen (p.a.) dan Seri B berjangka waktu lima tahun dengan kisaran tingkat bunga tetap sebesar 8-8,85 persen (p.a.).
Selaras dengan visi menjadi bank mass market terbaik, mengubah hidup berjuta rakyat Indonesia, seluruh dana yang diperoleh dari hasil emisi obligasi ini, setelah dikurangi dengan biaya-biaya emisi, akan dipergunakan untuk pertumbuhan usaha yang fokus dalam mengembangkan masyarakat berpenghasilan rendah serta usaha mikro dan kecil.
“Penerbitan Obligasi Berkelanjutan II ini merupakan bagian dari strategi BTPN untuk menjamin pendanaan jangka panjang dan sebagai pendukung dana yang dihimpun dari masyarakat sehingga BTPN dapat menjalankan fungsi intermediasi lebih optimal,” ujar Arief Harris, Direktur Keuangan BTPN, Rabu (5/6/2013).
Adapun, bertindak sebagai penjamin pelaksana emisi adalah PT Danareksa Sekuritas, PT Indo Premier Securities, dan PT Standard Chartered Securities Indonesia. Sementara wali amanat dipercayakan kepada Bank Permata.
Obligasi Berkelanjutan II BTPN mendapat National Long-term rating AA- (idn) dengan prospek peringkat Stabil dari PT Fitch Ratings Indonesia. Pemeringkatan ini mencerminkan kemampuan BTPN dalam menjaga kualitas aset perusahaan, perbaikan struktur pendanaan dan kinerja yang kuat.
Konsisten dan fokus menggarap segmen masyarakat berpenghasilan rendah serta usaha mikro dan kecil, BTPN terus mencatatkan kinerja prima. Per 31 Maret 2013, total aset tumbuh 29 persen (yoy) dari Rp48,5 triliun per 31 Maret 2012 menjadi Rp62,7 triliun.
Sementara laba bersih BTPN pada akhir maret 2013 mencapai Rp573 miliar, tumbuh 30 persen (yoy) dibandingkan periode yang sama di 2012 yang tercatat Rp439 miliar.
Rencana ini untuk mendukung pengembangan bisnis perusahaan, khususnya dalam memberikan akses pembiayaan seluas-luasnya bagi segmen masyarakat berpenghasilan rendah dan UKM.
Obligasi Berkelanjutan II terdiri dari 2 (dua) seri, yaitu Seri A berjangka waktu tiga tahun dengan kisaran tingkat bunga tetap sebesar 7,5-8,35 persen (p.a.) dan Seri B berjangka waktu lima tahun dengan kisaran tingkat bunga tetap sebesar 8-8,85 persen (p.a.).
Selaras dengan visi menjadi bank mass market terbaik, mengubah hidup berjuta rakyat Indonesia, seluruh dana yang diperoleh dari hasil emisi obligasi ini, setelah dikurangi dengan biaya-biaya emisi, akan dipergunakan untuk pertumbuhan usaha yang fokus dalam mengembangkan masyarakat berpenghasilan rendah serta usaha mikro dan kecil.
“Penerbitan Obligasi Berkelanjutan II ini merupakan bagian dari strategi BTPN untuk menjamin pendanaan jangka panjang dan sebagai pendukung dana yang dihimpun dari masyarakat sehingga BTPN dapat menjalankan fungsi intermediasi lebih optimal,” ujar Arief Harris, Direktur Keuangan BTPN, Rabu (5/6/2013).
Adapun, bertindak sebagai penjamin pelaksana emisi adalah PT Danareksa Sekuritas, PT Indo Premier Securities, dan PT Standard Chartered Securities Indonesia. Sementara wali amanat dipercayakan kepada Bank Permata.
Obligasi Berkelanjutan II BTPN mendapat National Long-term rating AA- (idn) dengan prospek peringkat Stabil dari PT Fitch Ratings Indonesia. Pemeringkatan ini mencerminkan kemampuan BTPN dalam menjaga kualitas aset perusahaan, perbaikan struktur pendanaan dan kinerja yang kuat.
Konsisten dan fokus menggarap segmen masyarakat berpenghasilan rendah serta usaha mikro dan kecil, BTPN terus mencatatkan kinerja prima. Per 31 Maret 2013, total aset tumbuh 29 persen (yoy) dari Rp48,5 triliun per 31 Maret 2012 menjadi Rp62,7 triliun.
Sementara laba bersih BTPN pada akhir maret 2013 mencapai Rp573 miliar, tumbuh 30 persen (yoy) dibandingkan periode yang sama di 2012 yang tercatat Rp439 miliar.
(gpr)
Lihat Juga :