Obligasi Jerman jatuh untuk pekan ke-3
Sabtu, 08 Juni 2013 - 14:12 WIB
Obligasi Jerman jatuh untuk pekan ke-3
A
A
A
Sindonews.com - Obligasi pemerintah Jerman turun untuk pekan ketiga setelah Presiden Bank Sentral Eropa (ECB), Mario Draghi mengatakan, perekonomian wilayah akan kembali ke pertumbuhan pada akhir tahun ini.
Obligasi Spanyol dan Italia jatuh untuk minggu kelima, menyusul komentar Draghi dalam pertemuan kebijakan bulanan ECB, bahwa pihaknya tidak melihat alasan untuk setiap langkah-langkah tambahan menurunkan biaya pinjaman. Sementara obligasi Portugal merosot sejak Juli.
Treasury AS, 10 tahun imbal hasil naik ke level tertinggi sejak April 2012 pada bulan lalu, sebagai tanda ekonomi terbesar di dunia itu meningkatkan daya tarik efek paling aman.
"ECB kurang lebih dovish dari apa yang pasar harapkan," kata Luca Cazzulani, ahli strategi senior pendapatan tetap UniCredit Global Research, Milan, seperti dilansir dari Bloomberg, Sabtu (8/6/2013).
"Imbal hasil obligasi di kawasan euro dan AS naik untuk alasan yang sama. Investor merenungkan di mana bank sentral secara bertahap mematikan keran likuiditas," tambahnya.
Patokan yield Jerman 10 tahun naik empat basis poin, atau 0,04 persen poin, pekan ini, menjadi 1,55 persen setelah meningkat menjadi 1,57 persen pada 3 Juni lalu, level tertinggi sejak 25 Februari.
ECB meninggalkan suku bunga refinancing utama pada rekor rendah 0,5 persen pada 6 Juni, setelah penurunan dengan seperempat poin bulan lalu.
ECB telah menurunkan proyeksi pertumbuhan ekonomi kawasan euro ke kontraksi 0,6 persen tahun ini, dari perkiraan sebesar 0,5 persen yang dibuat Maret lalu. Mereka menaikkan proyeksi pada tahun depan menjadi 1,1 persen dari 1 persen.
Obligasi Spanyol dan Italia jatuh untuk minggu kelima, menyusul komentar Draghi dalam pertemuan kebijakan bulanan ECB, bahwa pihaknya tidak melihat alasan untuk setiap langkah-langkah tambahan menurunkan biaya pinjaman. Sementara obligasi Portugal merosot sejak Juli.
Treasury AS, 10 tahun imbal hasil naik ke level tertinggi sejak April 2012 pada bulan lalu, sebagai tanda ekonomi terbesar di dunia itu meningkatkan daya tarik efek paling aman.
"ECB kurang lebih dovish dari apa yang pasar harapkan," kata Luca Cazzulani, ahli strategi senior pendapatan tetap UniCredit Global Research, Milan, seperti dilansir dari Bloomberg, Sabtu (8/6/2013).
"Imbal hasil obligasi di kawasan euro dan AS naik untuk alasan yang sama. Investor merenungkan di mana bank sentral secara bertahap mematikan keran likuiditas," tambahnya.
Patokan yield Jerman 10 tahun naik empat basis poin, atau 0,04 persen poin, pekan ini, menjadi 1,55 persen setelah meningkat menjadi 1,57 persen pada 3 Juni lalu, level tertinggi sejak 25 Februari.
ECB meninggalkan suku bunga refinancing utama pada rekor rendah 0,5 persen pada 6 Juni, setelah penurunan dengan seperempat poin bulan lalu.
ECB telah menurunkan proyeksi pertumbuhan ekonomi kawasan euro ke kontraksi 0,6 persen tahun ini, dari perkiraan sebesar 0,5 persen yang dibuat Maret lalu. Mereka menaikkan proyeksi pada tahun depan menjadi 1,1 persen dari 1 persen.
(dmd)
Lihat Juga :