Presiden India pastikan pertahanan ekonomi kuat

Sabtu, 08 Juni 2013 - 18:24 WIB
Presiden India pastikan...
Presiden India pastikan pertahanan ekonomi kuat
A A A
Sindonews.com - Presiden India, Pranab Mukherjee mengatakan, ekonomi India memiliki ketahanan untuk mengatasi masalah. Untuk itu, dia meminta masyarakat untuk tidak panik terhadap sentimen negatif yang terjadi di beberapa tempat.

"Kadang-kadang kita menemukan sentimen negatif yang diungkapkan di tempat tertentu, tetapi dengan administrasi ekonomi negara ini, saya sebagai menteri selama lebih dari empat dekade tidak kecewa," kata Mukherjee dalam pidatonya pada pertemuan pertama IIT Indore, seperti dilansir dari Economic Times, Sabtu (8/6/2013).

"Jika pertumbuhan 2012-2013 terdaftar 5 persen, kita memang harus merasa khawatir, tapi tidak perlu merasa panik karena ekonomi India memiliki ketahanan untuk mengatasi masalah tersebut," jelasnya.

Presiden mengatakan, perekonomian India tumbuh 3 persen selama rencana 5 tahun pertama. Kemudian mencapai 5,5 persen pada 80-an. Selanjutnya, angka itu naik menjadi 6 persen pada 90-an, dan dalam sepuluh tahun terakhir negara ini telah mencapai 7,9 persen pertumbuhan.

"Kecuali China dan beberapa negara lain, tidak banyak negara tumbuh pada laju 7,9 persen selama rentang waktu sepuluh tahun, meskipun ekonomi India harus menghadapi dampak krisis keuangan global," tegas Presiden.
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Perbandingan Ekonomi...
Perbandingan Ekonomi India dengan Pakistan: Bak Langit dan Bumi
India Potong Pajak Kelas...
India Potong Pajak Kelas Menengah demi Dongkrak Daya Beli
PDB Meroket 8,2%, India...
PDB Meroket 8,2%, India Menegaskan Status Ekonomi Utama dengan Pertumbuhan Tercepat
Pertumbuhan Ekonomi...
Pertumbuhan Ekonomi dan Pelajaran dari India
Hubungan India-China...
Hubungan India-China Jadi Kunci Masa Depan Asia dan Dunia
ASEAN dan India Diprediksi...
ASEAN dan India Diprediksi Jadi Pusat Pertumbuhan Ekonomi Global
Berita Terkini
Jakarta Fair 2026 Diserbu...
Jakarta Fair 2026 Diserbu 6 Juta Pengunjung, Nilai Transaksi Cetak Rp8,2 Triliun
4 jam yang lalu
Laporan Menkop ke Prabowo:...
Laporan Menkop ke Prabowo: 15.845 Koperasi Merah Putih Sudah Berdiri, 19 Ribu Masih Dibangun
5 jam yang lalu
Pengawasan DMO Diperketat,...
Pengawasan DMO Diperketat, PLN Didorong Kebut Kontrak Pasokan Batu Bara
7 jam yang lalu
Garuda Terapkan Bagasi...
Garuda Terapkan Bagasi Piece Concept, Bawaan Penumpang Bisa hingga 64 Kg
8 jam yang lalu
Selat Hormuz Kembali...
Selat Hormuz Kembali Ditutup Total, Siap-siap Harga Minyak Bisa Meroket
9 jam yang lalu
Bandara Banda Neira...
Bandara Banda Neira Bakal Dibangun Ulang, Pesawat Kapasitas Besar Bisa Mendarat
11 jam yang lalu
Infografis
Bakar Uang Demi Perang:...
Bakar Uang Demi Perang: Jejak Kelam Ekonomi Militer AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved