Pengamat: Akhir Juni, tren pelemahan rupiah berhenti

Selasa, 11 Juni 2013 - 18:37 WIB
Pengamat: Akhir Juni,...
Pengamat: Akhir Juni, tren pelemahan rupiah berhenti
A A A
Sindonews.com - Pengamat pasar modal, Yanuar Rizky mengatakan, pelemahan mata uang rupiah akan berlangsung hingga akhir Juni. Namun dia tidak memungkiri apabila kejadian serupa kembali terjadi pada September 2013.

"Saya berkeyakinan (lemahnya rupiah) ini hanya sampai Juni. Setelah Juni rupiah akan tetap ditahan di atas, saham akan masuk lagi, tapi September akan kejadian seperti ini lagi," ujarnya di gedung Kemenko Perekonomian, Jakarta, Selasa (11/6/2013).

Yanuar menerangkan, rupiah akan tertahan karena Bank Sentral Amerika Serikat (The Fed) akan mengucurkan dana likuiditas termasuk ke pasar emerging market seperti Indonesia, tetapi setelah September rupiah terus merangkak naik tetapi tidak akan seperti 2008.

"Ini baru mereka (The Fed) pada 16-17 Juni akan melakukan rapat untuk menentukan kebijakan sektor moneter mengatasi defisitnya di Juni. Nanti setelah itu mereka akan masuk lagi mengambil underlying-nya di September. Jadi perlahan tapi pasti rupiah akan terus merangkak, tapi tidak akan seperti (krisis) 2008," jelasnya.

Semengtara, terkait proyeksi paling atas terhadap rupiah, Yanuar memperkirakan kestabilan baru rupiah di kisaran angka Rp9.900-Rp10.000 per dolar AS.

"Menurut saya proyeksi bisa dekat-dekat di Rp10.000 per dolar AS. Kalau Rp9.800 per dolar AS kita kan sudah lihat, paling Rp9.900-Rp10 ribu. Jadi tingkat kestabilan baru akan terbentuk. Kalau anda lihat kan dari Januari 2012 naik dari Rp9.200 per dolar AS," terang dia.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Rupiah Ditutup Melemah...
Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.409 per Dolar AS
Rupiah Terlemah Sepanjang...
Rupiah Terlemah Sepanjang Sejarah
Rupiah Ditutup Melemah...
Rupiah Ditutup Melemah ke Level Rp15.526
Wacana Lama Hidup Lagi,...
Wacana Lama Hidup Lagi, Ini Dua Sisi Pentingnya Redenominasi Rupiah
Bikin Gaduh Karena Keliru...
Bikin Gaduh Karena Keliru Tampilkan Kurs Rupiah, Pengamat: Google Harus Tanggung Jawab!
Google Keliru Tampilkan...
Google Keliru Tampilkan Kurs Rupiah, Pengamat: Timbulkan Kegaduhan!
Berita Terkini
Tarif 3 Jalan Tol Berpotensi...
Tarif 3 Jalan Tol Berpotensi Naik Tahun Ini, Semuanya di Pulau Jawa
2 jam yang lalu
PLN EPI Bidik Pasar...
PLN EPI Bidik Pasar Hidrogen Hijau untuk Industri dan Penerbangan
2 jam yang lalu
Hasil Panen Raya, Bulog...
Hasil Panen Raya, Bulog Pede Capai Target Pengadaan 4 Juta Ton Beras
3 jam yang lalu
Borong 20 Pesawat Boeing...
Borong 20 Pesawat Boeing Rp126 T, Taipan Filipina Selamatkan Maskapai Nasional dari Kebangkrutan
5 jam yang lalu
IHSG Senin Depan Diprediksi...
IHSG Senin Depan Diprediksi Lanjut Koreksi, Cermati Area 6.074-6.146
6 jam yang lalu
Ramalan Goldman Sachs...
Ramalan Goldman Sachs soal Harga Minyak Dunia Diwarnai Skenario Buruk Tembus USD145 per Barel
7 jam yang lalu
Infografis
Saat Sekutu Berhenti...
Saat Sekutu Berhenti Menuruti Donald Trump
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved