Mahendra: Pelemahan rupiah karena The Fed hentikan QE

Rabu, 12 Juni 2013 - 13:35 WIB
Mahendra: Pelemahan...
Mahendra: Pelemahan rupiah karena The Fed hentikan QE
A A A
Sindonews.com - Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu), Mahendra Siregar mengungkapkan, pelemahan rupiah disebabkan Bank Sentral Amerika Serikat (The Fed) menghentikan quantitative easing (QE).

Dia juga menegaskan akan terus mencermati hal tersebut. "Saya melihatnya kondisi rupiah tadi memang terpengaruh kondisi global karena kebijakan rencana Bank Sentral AS kemungkinan menghentikan QE. Kami akan cermati terus jadi atau tidaknya," ujar dia di gedung Kemenko Perekonomian, Jakarta, Selasa (12/6/2013).

Mahendra menyebut penghentian QE dari AS akan menyebabkan capital outflow di Indonesia sudah diantisipasi Kementerian Keuangan.

"Namun saya melihatnya fokus kita justru bagaimana kita menjaga perbaikan reformasi struktural dan hal-hal yang bisa mengganggu fundamental ekonomi Indonesia. Misalnya kondisi APBN yang kurang sehat, kurang berkelanjutan, subsidi BBM dan sebagainya," lanjutnya.

Dia berharap semua pihak fokus menyelesaikan masalah ini dan memperbaiki fundamental ekonomi agar Indonesia menjadi tujuan investasi baik portofolio maupun langsung.

"Saya tidak melihat hal di luar perkiraan dan saya tidak melihat extra panic karena sudah diantisipasi. Kalau fokus pada perbaikan saya yakin ada permasalahan yang dapat diselesaikan," pungkas Mahendra.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Rupiah Ditutup Melemah...
Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.409 per Dolar AS
Rupiah Terlemah Sepanjang...
Rupiah Terlemah Sepanjang Sejarah
Rupiah Ditutup Melemah...
Rupiah Ditutup Melemah ke Level Rp15.526
Wacana Lama Hidup Lagi,...
Wacana Lama Hidup Lagi, Ini Dua Sisi Pentingnya Redenominasi Rupiah
Bikin Gaduh Karena Keliru...
Bikin Gaduh Karena Keliru Tampilkan Kurs Rupiah, Pengamat: Google Harus Tanggung Jawab!
Google Keliru Tampilkan...
Google Keliru Tampilkan Kurs Rupiah, Pengamat: Timbulkan Kegaduhan!
Berita Terkini
Relevansi Jadi Kunci...
Relevansi Jadi Kunci Utama Membangun Kekuatan Merek di Era Digital
7 jam yang lalu
Eropa Mulai Terbelah,...
Eropa Mulai Terbelah, Enam Negara Tolak Sanksi Baru terhadap Rusia
8 jam yang lalu
GAPKI Tegaskan Industri...
GAPKI Tegaskan Industri Sawit RI Terapkan Standar Keselamatan Kerja Berkelanjutan
8 jam yang lalu
Arus Kas ETF Bitcoin...
Arus Kas ETF Bitcoin Tembus Rp1,36 Triliun di Pertengahan Juli 2026
9 jam yang lalu
Airlangga Bocorkan Lahan...
Airlangga Bocorkan Lahan BUMN di Bali Jadi Opsi Calon Lokasi PFII
9 jam yang lalu
Soal Pindar, KPPU Didorong...
Soal Pindar, KPPU Didorong Utamakan Tindakan Pencegahan
10 jam yang lalu
Infografis
10 Universitas Terbaik...
10 Universitas Terbaik di Indonesia Versi THE Asia University Rankings 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved