Ini lima bauran kebijakan BI dalam tekanan ekonomi
Kamis, 13 Juni 2013 - 15:12 WIB
Ini lima bauran kebijakan BI dalam tekanan ekonomi
A
A
A
Sindonews.com - Dalam menghadapi kondisi keuangan dan ekonomi global yang berujung pada ekspektasi inflasi, Bank Indonesia (BI) membuat bauran kebijakan yang berisi lima poin.
Deputi Gubernur BI, Perry Warjiyo mengatakan, dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) bulanan ada assesment menyeluruh menyangkut pertumbuhan nilai tukar rupiah maupun seluruh aspek ekonomi dan keuangan.
"Berdasarka prakiraan tersebut kita merumuskan bauran kebijakan BI yang terdiri dari lima poin," ujarnya di gedung BI, Jakarta, Kamis (13/6/2013).
Pertama adalah kebijakan suku bunga BI. Di mana untuk mendukung bauran kebijkana tersebut suku bunga BI dinaikkan menajdi 6 persen dari sebelumnya 5 persen.
"Kedua adalah memperkuat nilai tukar rupiah, di mana BI melakukan dual intervention ke pasar valas dan pasar uang," tambahnya.
Sedangkan bauran kebijakan yang ketiga yaitu melakukan pendalaman pasar rupiah dan valas dengan instrumen-instrumen seperti lelang Surat Berharga Negara melalui pasar sekunder.
"Poin yang keempat, review kebijakan makro prudential termasuk pertumbuhan kredit sektor-sektor tertentu dan properti diperkuat," jelas Perry.
Kelima, lanjut dia, memperkuat koordinasi dengan pemerintah untuk menjaga stabilitas makro dan memitigasi ekspektasi inflasi.
"Terkait poin kelima ini BI saat ini harus menjaga stabilitas makro dengan instansi lainnya seperti OJK dan LPS, dengan fokus bagaimana menyikapi nilai tukar rupiah di pasar modal untuk memitigasi kenaikan ekspektasi inflasi. Itu lima hal yang akan kami gunakan sebagai bauran kebijakan BI menghadapi tekanan ini," terangnya.
Deputi Gubernur BI, Perry Warjiyo mengatakan, dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) bulanan ada assesment menyeluruh menyangkut pertumbuhan nilai tukar rupiah maupun seluruh aspek ekonomi dan keuangan.
"Berdasarka prakiraan tersebut kita merumuskan bauran kebijakan BI yang terdiri dari lima poin," ujarnya di gedung BI, Jakarta, Kamis (13/6/2013).
Pertama adalah kebijakan suku bunga BI. Di mana untuk mendukung bauran kebijkana tersebut suku bunga BI dinaikkan menajdi 6 persen dari sebelumnya 5 persen.
"Kedua adalah memperkuat nilai tukar rupiah, di mana BI melakukan dual intervention ke pasar valas dan pasar uang," tambahnya.
Sedangkan bauran kebijakan yang ketiga yaitu melakukan pendalaman pasar rupiah dan valas dengan instrumen-instrumen seperti lelang Surat Berharga Negara melalui pasar sekunder.
"Poin yang keempat, review kebijakan makro prudential termasuk pertumbuhan kredit sektor-sektor tertentu dan properti diperkuat," jelas Perry.
Kelima, lanjut dia, memperkuat koordinasi dengan pemerintah untuk menjaga stabilitas makro dan memitigasi ekspektasi inflasi.
"Terkait poin kelima ini BI saat ini harus menjaga stabilitas makro dengan instansi lainnya seperti OJK dan LPS, dengan fokus bagaimana menyikapi nilai tukar rupiah di pasar modal untuk memitigasi kenaikan ekspektasi inflasi. Itu lima hal yang akan kami gunakan sebagai bauran kebijakan BI menghadapi tekanan ini," terangnya.
(izz)
Lihat Juga :