SBY optimis RI jadi kekuatan ekonomi dunia
Jum'at, 14 Juni 2013 - 17:00 WIB
SBY optimis RI jadi kekuatan ekonomi dunia
A
A
A
Sindonews.com - Presiden Susilo Bambang Yudoyono (SBY) optimis pada 2025, Indonesia akan menjadi kekuatan ekonomi baru di dunia.
"Kita optimis 2025 Indonesia akan jadi emerging economy atau kekuatan ekonomi dunia," kata SBY dalam pidatonya pada Pertemuan Puncak Forum Pemred se-Indonesia di BNDCC Nusa Dua, Bali, Jumat (14/6/2013).
Selain itu, pada 2045 ekonomi Indonesia akan tunbuh kuat dan adil. Pertumbuhan ekonomi seiring sejalan dengan demokrasi di Tanah Air yang akan semakin kuat dan madani.
SBY mengajak semua elemen masyarakat bersana-sama melihat wajah Indonesia jangan sebagai foto, melainkan sebuah film. Artinya, jika melihat Indonesia sebagai foto maka tidak tahu sejarah perjalanan bangsa Indonesia.
"Kalau kita melihat Indonesia sebagai film maka kita bisa mengetahui pergerakan apa yang sudah dicapai dan apa yang belum dicapai di Indonesia," kata SBY mengingatkan.
Di hadapan ratusan Pemimpin Redaksi media masa se-Indonesia, SBY memberi apresiasi bahwa pertemuan yang digelar di Bali tersebut menjadi sejarah perjalan pers Indonesia.
Dengan merendah SBY mengakui banyak belajar dari para Pemred media. "Selama sembilan tahun saya belajar dari para Pemred. Ini tonggak sejarah perjalan pers Indonesia," tuturnya.
Dia mengaku, sebelum menghadiri forum Pemred yang pertama kali digelar di luar istana setelah dibentuk, dia mendapat masukan agar terus berhubungan baik dengan Pemred.
Sebelum memutuskan berangkat ke Bali, kata SBY, dia mendapat pesan dari tetangganya. Agar berbaik-baik dengan Pemred. Setengah keheranan lantas SBY mengutip alasan kenapa dia harus dekat dengan pimpinan media massa.
"Masa jabatan Pak SBY akan berakhir, siapa tahu ada lowongan nanti menjadi Pemred," selorohnya mengutip omongan tetangga.
"Kita optimis 2025 Indonesia akan jadi emerging economy atau kekuatan ekonomi dunia," kata SBY dalam pidatonya pada Pertemuan Puncak Forum Pemred se-Indonesia di BNDCC Nusa Dua, Bali, Jumat (14/6/2013).
Selain itu, pada 2045 ekonomi Indonesia akan tunbuh kuat dan adil. Pertumbuhan ekonomi seiring sejalan dengan demokrasi di Tanah Air yang akan semakin kuat dan madani.
SBY mengajak semua elemen masyarakat bersana-sama melihat wajah Indonesia jangan sebagai foto, melainkan sebuah film. Artinya, jika melihat Indonesia sebagai foto maka tidak tahu sejarah perjalanan bangsa Indonesia.
"Kalau kita melihat Indonesia sebagai film maka kita bisa mengetahui pergerakan apa yang sudah dicapai dan apa yang belum dicapai di Indonesia," kata SBY mengingatkan.
Di hadapan ratusan Pemimpin Redaksi media masa se-Indonesia, SBY memberi apresiasi bahwa pertemuan yang digelar di Bali tersebut menjadi sejarah perjalan pers Indonesia.
Dengan merendah SBY mengakui banyak belajar dari para Pemred media. "Selama sembilan tahun saya belajar dari para Pemred. Ini tonggak sejarah perjalan pers Indonesia," tuturnya.
Dia mengaku, sebelum menghadiri forum Pemred yang pertama kali digelar di luar istana setelah dibentuk, dia mendapat masukan agar terus berhubungan baik dengan Pemred.
Sebelum memutuskan berangkat ke Bali, kata SBY, dia mendapat pesan dari tetangganya. Agar berbaik-baik dengan Pemred. Setengah keheranan lantas SBY mengutip alasan kenapa dia harus dekat dengan pimpinan media massa.
"Masa jabatan Pak SBY akan berakhir, siapa tahu ada lowongan nanti menjadi Pemred," selorohnya mengutip omongan tetangga.
(izz)
Lihat Juga :