HSBC: Manufaktur China melemah dalam 9 bulan

Kamis, 20 Juni 2013 - 11:16 WIB
HSBC: Manufaktur China...
HSBC: Manufaktur China melemah dalam 9 bulan
A A A
Sindonews.com - HSBC melaporkan aktivitas manufaktur China pada Juni 2013 kembali akan menyusut, menyentuh level terendah dalam sembilan bulan. Kondisi ini menambah kekhawatiran terhadap kekuatan ekonomi terbesar kedua di dunia tersebut.

Raksasa perbankan Inggris itu mencatat indeks manajer pembelian (PMI) datang di angka 48,3, lebih buruk dari pembacaan pada akhir Mei sebesar 49,2 (terendah sejak September 2012). Di mana angka di bawah 50 menunjukkan kontraksi, sementara di atas 50 ekspansi.

Indeks aktivitas manufaktur di pabrik-pabrik China merupakan barometer yang diawasi ketat dari kesehatan ekonomi.

"Sektor manufaktur terbebani memburuknya permintaan eksternal, permintaan domestik yang moderat dan meningkatnya tekanan destocking," kata Qu Hongbin, kepala ekonom HSBC untuk China, seperti dilansir dari, Kamis (20/6/2013).

HSBC mengatakan, akan merilis angka final maanufaktur bulan ini pada 1 Juli mendatang. Sebelumnya, data indikator ekonomi lain pada Mei menunjukkan output industri, investasi aset tetap, ekspor dan impor semua melemah.

Kekhawatiran telah tumbuh atas prospek ekonomi China, yang hanya berada di level 7,8 persen pada 2012, sebagai kinerja terburuk dalam 13 tahun.

Pemerintah telah menetapkan target pertumbuhan 2013 sebesar 7,5 persen, sama seperti tahun lalu, seperti yang terlihat untuk memperlengkapi kembali model ekonomi dari ekspor ke konsumsi domestik.

"Beijing lebih memilih untuk menggunakan reformasi daripada stimulus untuk mempertahankan pertumbuhan," kata Qu HSBC.

"Reformasi dapat meningkatkan prospek pertumbuhan jangka panjang, namun mereka akan memiliki dampak yang terbatas dalam jangka pendek," jelasnya, sambil menambahkan pertumbuhan ekonomi kuartal kedua akan sedikit melemah.
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Ekonomi China Pulih,...
Ekonomi China Pulih, Tumbuh 4,9 Persen Kuartal III 2020
Krisis Ekonomi China...
Krisis Ekonomi China Pengaruhi Ekspor Impor Dalam Negeri
Gelombang Covid-19 Kembali...
Gelombang Covid-19 Kembali Hantam Ekonomi Tiongkok
Menteri Keuangan Waspadai...
Menteri Keuangan Waspadai Situasi Kontraksi Ekonomi China
Momen Unik saat Presiden...
Momen Unik saat Presiden Prabowo Bicara Bahasa Tiongkok di Beijing
China Rebound, Bidik...
China Rebound, Bidik Pertumbuhan Ekonomi di Atas 6%
Berita Terkini
Perkuat Daya Saing Industri...
Perkuat Daya Saing Industri Wellness dan Beauty Nasional Mendunia, BRI Dukung BWB Expo 2026 di Bali
13 menit yang lalu
Menkeu Purbaya Tegaskan...
Menkeu Purbaya Tegaskan Fiskal Bukan Tumbal Agar Ekonomi RI Tumbuh Cepat
1 jam yang lalu
Bunga Mulai 1,75%! BRI...
Bunga Mulai 1,75%! BRI KPR Hadirkan Solusi Paling Ringan untuk Miliki Rumah Impian
1 jam yang lalu
Danantara Bantah Isu...
Danantara Bantah Isu Pemilik Tabungan Rp3 Miliar Wajib Beli Patriot Bond
1 jam yang lalu
Pertamina Akselerasi...
Pertamina Akselerasi Transisi Energi Melalui Program Dekarbonisasi dan Bisnis Rendah Karbon
1 jam yang lalu
IFG Life Beri Proteksi...
IFG Life Beri Proteksi 10 Ribu Pelari di Ajang Yellow Run 2026
2 jam yang lalu
Infografis
Apa Itu Dilema Malaka?...
Apa Itu Dilema Malaka? Strategi AS Cekik Minyak China, Berpotensi Seret Indonesia dalam Konflik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved