Wall Street lanjutkan koreksi

Jum'at, 21 Juni 2013 - 08:52 WIB
Wall Street lanjutkan...
Wall Street lanjutkan koreksi
A A A
Sindonews.com - Saham di Bursa Wall Street pada perdagangan semalam terkoreksi signifikan lebih dari 2 persen. Koreksi ini memperpanjang penurunan yang terjadi pada hari sebelumnya karena investor khawatir terhadap rencana The Fed yang mulai mengurangi stimulus pada akhir tahun ini.

Program The Fed membeli obligasi sempat memicu kenaikan pasar saham pada tahun ini dan mendorong indeks ke level tertinggi sepanjang masa. Sejumlah tren muncul, sehingga investor melakukan aksi beli dan membatasi penurunan saham.

Sementara Gubernur The Fed, Ben Bernanke pada Rabu waktu setempat mengatakan, kebijakan Bank Sentral membeli obligasi per bulan akan mulai dikurangi pada akhir tahun ini, jika ekonomi cukup kuat. Selanjutnya, program tersebut akan dihentikan pada pertengahan 2014.

Kepala Strategi Pasar Ameriprise Financial, David Joy mengatakan bahwa tidak ada kejelasan bahwa pola tersebut akan terus berlanjut.

"Uang keluar dari pasar karena investor meyakini bahwa penurunan sebagian besar disebabkan oleh The Fed, dan kenaikan yield obligasi bertenor 10 tahun menjadi kekhawatiran investor karena terjadi begitu cepat. Kendati demikikan, masih terlalu dini untuk mengatakan apakah saat ini merupakan kesempatan membeli atau pelemahan akan terus berlanjut," katanya seperti dilansir Reuters, Jumat (21/6/2013).

Selain kebijakan The Fed, yang menambah kekhawatiran pasar adalah biaya pendanaan antarbank China melonjak karena pemerintah mengabaikan tekanan pasar untuk menyuntikkan dana, meski banyak bukti perekonomian China tengah melambat.

Pada perdagangan semalam, indeks Dow Jonesanjlok 353,87 poin atau 2,34 persen ke 14.758,32; indeks S&P 500 turun 40,74 poin atau 2,50 persen pada 1.588,19 dan indeks Nasdaq turun 78,57 poin atau 2,28 persen pada 3.364,64.

Sebanyak 9,29 miliar lembar saham diperdagangkan di New York Stock Exchange, Nasdaq dan NYSE MKT. Angka tersebut di atas rata-rata harian sepanjang tahun ini dari 6,36 miliar lembar saham.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Waspada Gejolak Ekonomi...
Waspada Gejolak Ekonomi Dunia
PBB Prediksi Ekonomi...
PBB Prediksi Ekonomi Dunia Stagnan di 2,8 Persen pada 2025
Utang Luar Negeri IndonesiaNomor...
Utang Luar Negeri IndonesiaNomor 7 Terbesar di Dunia
Ekonomi China Pulih,...
Ekonomi China Pulih, Tumbuh 4,9 Persen Kuartal III 2020
Seram! Ketua OJK Beberkan...
Seram! Ketua OJK Beberkan Ancaman Ekonomi Dunia Tahun Depan
Prabowo: Ekonomi Indonesia...
Prabowo: Ekonomi Indonesia Diramal Masuk 5 Besar di Dunia
Berita Terkini
Respons Purbaya soal...
Respons Purbaya soal Tren Sell Indonesia: Kita Tak Sedang Menuju Seperti 1998 Lagi
3 jam yang lalu
MNC Sekuritas & KSPM...
MNC Sekuritas & KSPM GI Universitas Pelita Bangsa Gelar Seminar Pasar Modal
3 jam yang lalu
Ukir Sejarah, BPS-PT...
Ukir Sejarah, BPS-PT Pos Indonesia Luncurkan Sampul Peringatan Edisi Khusus Sensus Ekonomi 2026
4 jam yang lalu
K-SIGN KKP di Rote Ndao...
K-SIGN KKP di Rote Ndao NTT, RI Bersiap Swasembada Garam Industri
6 jam yang lalu
Diserbu 3.800 Pengunjung,...
Diserbu 3.800 Pengunjung, PINDEX 2026 Disambut Antusias
6 jam yang lalu
Purbaya Desak Seluruh...
Purbaya Desak Seluruh Transaksi di Pelabuhan Pakai Rupiah: Kalau Ada Dolar, Saya Hajar!
7 jam yang lalu
Infografis
Prediksi Man City vs...
Prediksi Man City vs West Ham United; Lanjutkan Tren Positif
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved