Tahun depan, pertumbuhan ekonomi dipatok 6,4-6,9%
Jum'at, 21 Juni 2013 - 14:16 WIB
Tahun depan, pertumbuhan ekonomi dipatok 6,4-6,9%
A
A
A
Sindonews.com - Walaupun angka pertumbuhan di dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional pertumbuhan dipatok pada angka 7-7,7 persen, tetapi pertumbuhan ekonomi 2014 hanya dipatok sebesar 6,4-6,9 persen.
Plt Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan Bambang Brodjonegoro mengatakan, penetapan angka pertumbuhan tersebut melihat asumsi global yang masih tidak menentu.
"6,4 persen itu menunjukkan kita hati-hati dan konservatif, sedangkan angka pertumbuhan 6,9 persen itu menyiratkan optimisme," ujarnya di gedung Kementerian Keuangan, Jakarta, Jumat (21/6/2013).
Bambang mengaku dirinya melihat APBN 2014 dengan optimis dikarenakan ruang fiskal yang membesar. Walaupun kemarin ketika pemaparan RAPBN 2014 dengan Komisi XI dirinya menerima banyak kritik terkait beberapa penurunan asumsi makro akibat penyesuaian harga BBM.
"Kalau kemarin di Komisi XI ditanya kenapa ini turun, itu turun. Itu karena ketika kita menyusun kemarin pola pikirnya belum ada kebijakan BBM," kata Bambang.
Dia juga menegaskan akan berusaha mempertahankan basis inflasi di angka 4 persen dari sebelumnya sebesar 7,72 persen di tahun ini.
"Tapi paling tidak bisa lebih baik dari tahun ini. Inflasi kalau enggak ada kebijakan apa-apa harus kembali ke base sekitar 4 persen," pungkas Bambang.
Plt Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan Bambang Brodjonegoro mengatakan, penetapan angka pertumbuhan tersebut melihat asumsi global yang masih tidak menentu.
"6,4 persen itu menunjukkan kita hati-hati dan konservatif, sedangkan angka pertumbuhan 6,9 persen itu menyiratkan optimisme," ujarnya di gedung Kementerian Keuangan, Jakarta, Jumat (21/6/2013).
Bambang mengaku dirinya melihat APBN 2014 dengan optimis dikarenakan ruang fiskal yang membesar. Walaupun kemarin ketika pemaparan RAPBN 2014 dengan Komisi XI dirinya menerima banyak kritik terkait beberapa penurunan asumsi makro akibat penyesuaian harga BBM.
"Kalau kemarin di Komisi XI ditanya kenapa ini turun, itu turun. Itu karena ketika kita menyusun kemarin pola pikirnya belum ada kebijakan BBM," kata Bambang.
Dia juga menegaskan akan berusaha mempertahankan basis inflasi di angka 4 persen dari sebelumnya sebesar 7,72 persen di tahun ini.
"Tapi paling tidak bisa lebih baik dari tahun ini. Inflasi kalau enggak ada kebijakan apa-apa harus kembali ke base sekitar 4 persen," pungkas Bambang.
(gpr)
Lihat Juga :