IHSG masih berpotensi mengalami tekanan

Senin, 24 Juni 2013 - 08:43 WIB
IHSG masih berpotensi...
IHSG masih berpotensi mengalami tekanan
A A A
Sindonews.com - Beberapa pekan telah terlalui, namun kondisi pergerakan indeks utama dunia masih belum menunjukkan kestabilannya. Sudut pandang investor dunia hingga tulisan ini diturunkan, sepertinya masih cenderung terbagi dua.

Anggapan atas penurunan yang terjadi belum merefleksikan seluruh sentimen negatif dan dampak yang akan ditimbulkan ke depannya sering kali masih memberikan sebuah tekanan yang berarti pada pelemahan beberapa indeks utama dunia.

Setidaknya, seluruh bursa utama dunia saat ini telah ditransaksikan jauh di bawah pencapaian tertingginya. Bahkan, bila menghitung dengan menggunakan skenario moderate sekalipun, beberapa indeks utama justru telah berada jauh di bawah nilai yang seharusnya.

Sebut saja indeks di wilayah Asia Pasifik yang telah tercatat melemah secara kontinu selama beberapa pekan. Sementara itu, sesuai dengan ekspektasi dan analisis yang diterbitkan pada kolom minggu lalu dengan judul “Rebound IHSG Belum Merupakan Konfirmasi”.

Data menunjukkan indeks dalam negeri masih mengalami tekanan yang berkelanjutan. Pada penutupan transaksi perdagangan pekan silam IHSG turun 2,48 persen, sedangkan selama sepekan terakhir bursa dalam negeri tertekan sebesar 5,15 persen.

Bila melihat kinerja IHSG sejak awal tahun ini, maka kenaikan yang dibukukan juga telah jauh mengalami penurunan dibandingkan dengan bursabursa acuan lainnya. Bahkan, catatan sebagai salah satu indeks yang mengalami kenaikan tinggi di dunia kini telah jauh berada di luar kategori tersebut.

IHSG hanya mampu mencatat angka positif sebesar 3,89 persen sejak awal tahun ini, dengan catatan yang berimbang antara net buy dan net sell, seiring dengan penurunan tajam yang terjadi pada Jumat lalu.

Sepanjang minggu ini, IHSG masih berpotensi mengalami tekanan. Namun, batasan level bawah yang dianggap telah dicapai oleh bursa dalam negeri serta ragam sentimen negatif yang dipandang telah terefleksikan oleh pelemahan indeks selama ini, akan berpotensi memberikan sebuah kenaikan tipis namun sesaat. Sepanjang pekan ini, IHSG berpotensi bergerak pada rentang 4.495,17-4.618,01.

Support kuat indeks akan berada pada level 4.366,67, dan dengan mengasumsikan dominasi sentimen positif serta anggapan telah price innya beberapa sentimen negatif, termasuk optimisme sesaat yang akan dialami investor akan lebih menguasai indeks (utamanya disebabkan oleh rendahnya valuasi rata-rata emiten saat ini), maka potensi pencapaian level resistance dapat menyentuh angka 4.712,35.

Tetap fokus pada emiten yang memiliki tingkat korelasi yang lemah terhadap tingkat suku bunga dan nilai tukar rupiah, serta implementasi kebijakan pemerintah tahun ini dapat dijadikan sebagai salah satu strategi minggu ini.

Beberapa saham untuk dicermati antara lain MAPI, RALS, ACES, INDF, ICBP, MYOR, ROTI, MAIN, ASRI, BSDE, BEST, SSIA.

AKHMAD NURCAHYADI
Research Analyst AmCapital Indonesia
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Covid Naik Bikin IHSG...
Covid Naik Bikin IHSG Tercekik, Analis: Tak Akan Separah 2020
Tren Jangka Pendek IHSG...
Tren Jangka Pendek IHSG Aman Jika Tak Sentuh Level 5.972
Dipicu Lonjakan Kasus...
Dipicu Lonjakan Kasus Covid-19, IHSG Berpeluang Terkonsolidasi
IHSG Berbalik Melemah...
IHSG Berbalik Melemah Pagi Ini Usai Kehilangan 3,41 Poin
187 Saham Menguat Bikin...
187 Saham Menguat Bikin IHSG Pagi Ini Dibuka Kokoh
Betah di Zona Hijau,...
Betah di Zona Hijau, IHSG Ditutup Naik Hampir 1% ke Level 6.107
Berita Terkini
Marketplace kian Sesak,...
Marketplace kian Sesak, Momentum Baru bagi Pertumbuhan Bisnis Mandiri
12 menit yang lalu
IHSG Hari Ini Dibuka...
IHSG Hari Ini Dibuka Makin Terkapar di Posisi 5.486, Ada 515 Saham Melemah
48 menit yang lalu
Perbandingan Harga BBM...
Perbandingan Harga BBM Pertamina, Shell, Vivo dan BP di Awal Juni 2026
1 jam yang lalu
Libur Sekolah 2026,...
Libur Sekolah 2026, Tarif Angkutan Penyeberangan Diskon Sekitar 21,9%
2 jam yang lalu
Hindari Selat Hormuz!...
Hindari Selat Hormuz! India Diam-Diam Gandeng Rusia Buka Jalur Es Ekstrem
3 jam yang lalu
Energi Menjadi Medan...
Energi Menjadi Medan Perang AS-China di Abad Ini
13 jam yang lalu
Infografis
Apa Itu Dilema Malaka?...
Apa Itu Dilema Malaka? Strategi AS Cekik Minyak China, Berpotensi Seret Indonesia dalam Konflik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved