BEI perkirakan total obligasi capai Rp40 T
Senin, 24 Juni 2013 - 17:08 WIB
BEI perkirakan total obligasi capai Rp40 T
A
A
A
Sindonews.com - Bursa Efek Indonesia (BEI) memperkirakan total penerbitan obligasi korporasi pada semester I/2013 mencapai Rp40 triliun termasuk dengan emisi obligasi yang sedang diproses.
Direktur Penilaian Perusahaan Bursa Efek Indonesia (BEI), Hoesen mengatakan bahwa pihaknya meyakini penerbitan obligasi korporasi di tahun ini akan menyamai bahkan melampaui nilai penerbitan obligasi tahun lalu.
"Sekarang obligasi yang sudah terbit mencapai Rp29 triliun. Saat ini, yang sedang di-pipeline ada lumayan banyak," jelas Hoesen usai pencatatan saham perdana PT Acset Indonusa Tbk (ACST) di gedung BEI, Jakarta, Senin (24/6/2013).
Dengan sisa waktu enam bulan ke depan, BEI meyakini penerbitan akan menyamai bahkan melampaui nilai penerbitan tahun lalu sebesar Rp70 triliun. BEI sendiri menargetkan obligasi tahun ini sebesar Rp50 triliun.
Kendati inflasi di semester II/2013 akan makin tinggi, Hoesen menyebutkan kebutuhan dana ekspansi bagi perusahaan akan tetap tinggi. Kenaikan inflasi ini, menurut Hoesen akan berdampak pada dua sumber pendanaan, yaitu perbankan dan pasar modal.
Seperti diketahui inflasi tinggi akan menyebabkan kupon obligasi makin tinggi karena investor calon pembeli meminta yield lebih tinggi dari angka inflasi.
Sementara jika perusahaan mencari pendanaan dari perbankan, menurut Hoesen, tetap akan terkena imbas dari inflasi karena suku bunga acuan atau BI rate akan dinaikkan, sehingga bunga pinjaman juga akan naik.
"Tetap kalau butuh dana kan perusahaan bisa pinjam bank tapi baik bunga bank maupun kupon obligasi semua akan adjust (menyesuaikan) dengan inflasi. Di obligasi, perusahaan tinggal tambah bunga kupon saja," ungkapnya.
Selain itu, bagi perusahaan pembiayaan yang memiliki obligasi jatuh tempo tahun ini mau tidak mau harus menerbitkan obligasi baru untuk membayar pokok obligasi.
Direktur Penilaian Perusahaan Bursa Efek Indonesia (BEI), Hoesen mengatakan bahwa pihaknya meyakini penerbitan obligasi korporasi di tahun ini akan menyamai bahkan melampaui nilai penerbitan obligasi tahun lalu.
"Sekarang obligasi yang sudah terbit mencapai Rp29 triliun. Saat ini, yang sedang di-pipeline ada lumayan banyak," jelas Hoesen usai pencatatan saham perdana PT Acset Indonusa Tbk (ACST) di gedung BEI, Jakarta, Senin (24/6/2013).
Dengan sisa waktu enam bulan ke depan, BEI meyakini penerbitan akan menyamai bahkan melampaui nilai penerbitan tahun lalu sebesar Rp70 triliun. BEI sendiri menargetkan obligasi tahun ini sebesar Rp50 triliun.
Kendati inflasi di semester II/2013 akan makin tinggi, Hoesen menyebutkan kebutuhan dana ekspansi bagi perusahaan akan tetap tinggi. Kenaikan inflasi ini, menurut Hoesen akan berdampak pada dua sumber pendanaan, yaitu perbankan dan pasar modal.
Seperti diketahui inflasi tinggi akan menyebabkan kupon obligasi makin tinggi karena investor calon pembeli meminta yield lebih tinggi dari angka inflasi.
Sementara jika perusahaan mencari pendanaan dari perbankan, menurut Hoesen, tetap akan terkena imbas dari inflasi karena suku bunga acuan atau BI rate akan dinaikkan, sehingga bunga pinjaman juga akan naik.
"Tetap kalau butuh dana kan perusahaan bisa pinjam bank tapi baik bunga bank maupun kupon obligasi semua akan adjust (menyesuaikan) dengan inflasi. Di obligasi, perusahaan tinggal tambah bunga kupon saja," ungkapnya.
Selain itu, bagi perusahaan pembiayaan yang memiliki obligasi jatuh tempo tahun ini mau tidak mau harus menerbitkan obligasi baru untuk membayar pokok obligasi.
(rna)
Lihat Juga :