Penerbitan Obligasi Korporasi Rp61,1 Triliun Didominasi untuk Bayar Utang

Selasa, 14 September 2021 - 12:23 WIB
loading...
Penerbitan Obligasi...
Penerbitan obligasi tahun ini dominasi untuk membayar utang. Foto/Ilustrasi
A A A
JAKARTA - PT Pemeringkat Efek Indonesia ( Pefindo ) mencatat realisasi penerbitan obligasi atau surat utang korporasi selama Januari-Agustus 2021 mencapai Rp61,1 triliun. Sektor multifinance dan pembiayaan khusus mendominasi dengan nilai penerbitan masing-masing mencapai Rp12,2 triliun dan Rp9,1 triliun.

Sejauh ini penerbitan obligasi didorong pada kebutuhan modal kerja dan pembiayaan kembali korporasi dengan persentase berturut-turut 51,3% dan 34,9%. Pefindo menyebut langkah Bank Indonesia yang mempertahankan suku bunga acuan di level 3,5% membuka ruang yield obligasi tetap berada di level rendah.



"Penurunan ini cukup efektif untuk memengaruhi yield obligasi korporasi dan biaya pendanaan dari obligasi korporasi," kata Analyst Fixed Income PT PEFINDO, Ahmad Nasruddin, dalam Market Review, Selasa (14/9/2021).

Ahmad menilai kebutuhan modal kerja dan pembiayaan kembali atau refinancing mendominasi penerbitan obligasi, mengingat dua hal itu merupakan kebutuhan pokok perusahaan. Urgensi kebutuhan tersebut masih dipengaruhi oleh daya beli masyarakat yang membuat agenda ekspansi perusahaan relatif tertunda.

Menurutnya, banyak perusahaan yang masih menunggu situasi perekonomian Indonesia di tengah pandemi Covid-19.

"Memang pandemi masih cukup berpengaruh. Pertama dari sisi konsumen ada pengurangan spending, kalo berkurang maka perusahaan juga ragu berekspansi. Selanjutnya dari sisi penerbitan, lebih banyak didominasi kebutuhan modal kerja dan refinancing utang. Ini kan untuk kebutuhan rutin, bukan untuk ekspansi," tukasnya.

Di sisi lain, Ahmad memandang ada kesempatan bagi perusahaan untuk memanfaatkan suku bunga acuan yang rendah untuk kebutuhan internal perusahaan.

"Banyak perusahaan yang memanfaatkan suku bunga acuan yang rendah, nah otomatis kupon yang dibayarkan juga relatif rendah. Jadi banyak yang memanfaatkan itu, tapi kebutuhan ekspansi masih menunggu perkembangan situasi ekonomi lebih lanjut," katanya.



Ahmad berharap sektor riil dapat menunjukkan pertumbuhannya untuk memacu realisasi penerbitan obligasi korporasi.

"Dulu kami sempat optimistis di kuartal ketiga, penerbitan cukup bagus, tetapi kan pandemi dan pembatasan menghantam perusahaan dan memengaruhi realisasi penerbitan obligasi. Harapannya, mulai September sampai akhir tahun pertumbuhan sektor riil kita bagus," tandasnya.
(uka)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Fundamental Kuat, Pefindo...
Fundamental Kuat, Pefindo Pertahankan Peringkat Obligasi Lautan Luas
Tokenisasi Obligasi...
Tokenisasi Obligasi Pertama Resmi Meluncur, IDDB Kantongi Dana Kelolaan Rp1,2 M
Saksikan IG LIVE MNC...
Saksikan IG LIVE MNC Sekuritas Hari Ini! Bahas Tips Dapat Gaji Rutin dari Investasi Obligasi
Pefindo Tetapkan Rating...
Pefindo Tetapkan Rating BRPT di Level Single A Plus
ABMM Pertahankan Peringkat...
ABMM Pertahankan Peringkat Kredit B1 dengan Stable Outlook dari Moody’s
Buat Bayar Utang, Cadangan...
Buat Bayar Utang, Cadangan Devisa Indonesia Turun Jadi USD149,9 Miliar
Sejak Awal 2024, China...
Sejak Awal 2024, China Kubur Surat Utang AS Rp329 Triliun
MNC Finance Imbau Debitur...
MNC Finance Imbau Debitur Datangi Kantor Cabang Jika Terkendala Bayar Angsuran
SRBI Dinilai Bisa Tarik...
SRBI Dinilai Bisa Tarik Modal Asing Masuk Lebih Besar
Rekomendasi
Cirebon Diguyur Hujan...
Cirebon Diguyur Hujan Deras, Arus Balik di Pantura dan Tol Palikanci Merayap
Puncak Arus Balik Pemudik...
Puncak Arus Balik Pemudik Motor Diprediksi Malam Ini
Kapolri Sebut One Way...
Kapolri Sebut One Way Arus Balik Bisa Diberlakukan Lebih Cepat dari Jadwal
Berita Terkini
Indonesia Jadi Korban...
Indonesia Jadi Korban Perang Dagang Trump, Kenyataan Pahit Ancam Ekonomi RI
10 menit yang lalu
Inspiratif! Desa BRILiaN...
Inspiratif! Desa BRILiaN di Klaten Bagi-bagi THR dan Sediakan Jaminan Sosial untuk Warganya
15 menit yang lalu
Tingkatkan Kualitas...
Tingkatkan Kualitas Rekrutmen, KAI Services Gandeng 12 Lembaga Pendidikan
2 jam yang lalu
Hadapi Tarif Impor AS,...
Hadapi Tarif Impor AS, DPR Dorong Penguatan Industri Lokal
2 jam yang lalu
JK: Rupiah Jeblok Kena...
JK: Rupiah Jeblok Kena Efek Tarif Trump Untungkan Eksportir
4 jam yang lalu
Jusuf Kalla: AS Bisa...
Jusuf Kalla: AS Bisa Resesi Jika Trump Pertahankan Kebijakan Tarif
4 jam yang lalu
Infografis
Empat Indikator Uni...
Empat Indikator Uni Eropa Bersiap untuk Perang Besar
Copyright ©2025 SINDOnews.com All Rights Reserved