Sekali Lagi! Menanti Pecah Telur Penerbitan Obligasi Daerah

Selasa, 02 Maret 2021 - 18:08 WIB
loading...
Sekali Lagi! Menanti...
Foto/Ilustrasi/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara menyebut dua provinsi akan menerbitkan obligasi daerah atau municipal bond dalam waktu dekat. Penerbitan surat utang itu dilakukan demi mendorong pemulihan ekonomi di daerah tersebut. ( Baca juga:Tahun Ini IHSG Diramal Tembus Level 7.100 )

Kata dia, obligasi daerah tersebut diharapkan dapat membantu pemerintah provinsi menjalankan proses pembangunan dengan lebih baik.

“Itu merupakan sumber pendanaan, tapi seiring dengan pemulihan ekonomi Indonesia, akan ada satu atau dua provinsi yang bakal menggunakan obligasi tersebut untuk membangun dengan lebih baik," ujar Suahasil dalam MNC Group Investor Forum 2021 , Selasa (2/3/2021.

Dia melanjutkan, rencana penerbitan obligasi daerah sebenarnya sudah dilakukan dalam beberapa waktu lalu, namun urung direalisasikan karena sejumlah faktor. Obligasi daerah merupakan salah satu cara pemerintah daerah untuk mendapatkan pendanaan.

Menurut Suahasil, daerah yang cukup aktif untuk bisa menerbitkan obligasi adalah daerah yang mampu mengelola wilayahnya dengan baik. Jadi, daerah yang bisa bisa menerbitkan obligasi harus sudah cukup kaya dan memiliki sistem pengelolaan anggaran yang baik.

Meski daerah didorong untuk mencari sumber pendanan sendiri lewat obligasi, bukan berarti pemerintah pusat lepas tangan. Pusat akan tetap memberikan pendanaan kepada daerah, meski sudah menerbitkan obligasi.

"Pemerintah pusat juga turut membantu pendanaan daerah. Pemerintah pusat juga rutin melakukan transfer ke daerah," bebernya.

Realisasi transfer ke daerah per Januari 2021 tercatat Rp50,3 triliun, turun 26% jika dibandingkan dengan Januari 2020 sebesar Rp68,1 triliun. Selain itu, pemerintah juga memberikan fasilitas pinjaman daerah dalam program pemulihan ekonomi nasional (PEN).

Suahasil masih akan melihat perkembangan dari pemerintah daerah untuk penerbitan obligasi daerah. "Saat ini kita masih melihat perkembangan dari pemerintah daerah bagaimana melihat hal ini. Namun pada akhirnya obligasi daerah ini ada kesempatan di Indonesia," tandasnya. ( Baca juga:Tawarkan Kencan dengan ABG Rp3 Juta, 8 Orang Ditangkap )

Jika pernyataan Suahasil menjadi kenyataan, maka pecahlah telur penerbitan obligasi daerah. Pasalnya, wacana penerbitan obligasi daerah sudah muncul sejak lama.
(uka)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Kepala Daerah Apresiasi...
Kepala Daerah Apresiasi Kontribusi PetroChina Dorong Ekonomi Jambi
PT GKP Pastikan Operasi...
PT GKP Pastikan Operasi Tambang di Pulau Wawonii Patuhi Hukum
ABMM Pertahankan Peringkat...
ABMM Pertahankan Peringkat Kredit B1 dengan Stable Outlook dari Moody’s
Sinergi Nasional CSR...
Sinergi Nasional CSR 2024: MNC Group Ajak Pemerintah, Lembaga Filantropi Perkuat Kegiatan Sosial
Sejak Awal 2024, China...
Sejak Awal 2024, China Kubur Surat Utang AS Rp329 Triliun
Teken Kerja Sama dengan...
Teken Kerja Sama dengan PT Petrokimia Gresik, Bank Jatim Dukung Proyek Phonska V
Kemendagri, OJK dan...
Kemendagri, OJK dan TPKAD Kolaborasi Percepat Akses Keuangan Daerah
Dukung Pembangunan Daerah,...
Dukung Pembangunan Daerah, PT MNA Serap SDM Lokal
Program Kampung Sehat,...
Program Kampung Sehat, Relawan Progresif Ganjar-Mahfud Luncurkan Baksos Air Bersih
Rekomendasi
Polisi Berlakukan One...
Polisi Berlakukan One Way ke Puncak Bogor Pagi Ini, Arah Jakarta Ditutup Sementara
Mentalitas Pemain Timnas...
Mentalitas Pemain Timnas Indonesia U-17 Disorot Jelang Laga Perdana Lawan Korea Selatan
Bus dari Jawa dan Sumatra...
Bus dari Jawa dan Sumatra Padati Kalideres, Arus Balik Lebaran Memuncak
Berita Terkini
Tarif Impor Terbaru...
Tarif Impor Terbaru Trump Hantam Negara-negara Termiskin, Bagaimana Nasibnya
21 menit yang lalu
KAI Group Angkut 16,3...
KAI Group Angkut 16,3 Juta Penumpang Selama Angkutan Lebaran 2025
2 jam yang lalu
Harga Minyak Ikut Lunglai...
Harga Minyak Ikut Lunglai Terpukul Tarif Resiprokal Trump
3 jam yang lalu
Pascalebaran, Harga...
Pascalebaran, Harga Beras, Bawang, Cabai, hingga Daging Mulai Turun
4 jam yang lalu
Mereda, Harga Emas Antam...
Mereda, Harga Emas Antam Hari Ini Turun ke Rp1.819.000 per Gram
4 jam yang lalu
Diguncang Tarif Trump,...
Diguncang Tarif Trump, Pasar Global Kacau Balau
6 jam yang lalu
Infografis
Daerah Asal dan Tujuan...
Daerah Asal dan Tujuan Arus Mudik Lebaran Idul Fitri 2025
Copyright ©2025 SINDOnews.com All Rights Reserved