Harga emas di pasar dunia kembali bangkit

Selasa, 25 Juni 2013 - 20:13 WIB
Harga emas di pasar...
Harga emas di pasar dunia kembali bangkit
A A A
Sindonews.com - Setelah sempat melemah, harga emas kembali naik menyusul komentar China yang meredakan kekhawatiran terhadap krisis kredit, mengambil tekanan terhadap komoditas dan ekuitas. Namun, prospek mengakhiri stimulus moneter AS terus bullion dekat posisi terendah dalam tiga tahun.

Dilansir dari Reuters, Selasa (25/6/2013), emas pada awal penjualan di pasar keuangan lebih luas terjebak, menyusul saham China jatuh lebih dalam ke wilayah lesu (di tengah kekhawatiran krisis uang tunai) menyeret turun pasar saham lainnya, termasuk minyak dan logam.

Emas tetap di jalur kerugian kuartal terbesar dalam lebih dari 30 tahun setelah Federal Reserve AS (Fed) memberikan sinyal jelas, bahwa mereka belum berencana menambah program pembelian obligasi USD85 miliar bulanan.

Komoditas di pasar Eropa pulih dan saham naik lebih dari 1 persen setelah bank sentral China, PBOC mengatakan akan memandu tarif ke tingkat yang wajar.

Spot emas naik 0,3 persen di USD1,285.10 per ounce pada pukul 11.39 GMT, setelah sebelumnya berada di angka terendah USD1,273.46, meski underperform pada logam mulia lainnya, minyak dan tembaga.

"Bullion
menunjukkan sedikit reaksi terhadap ekuitas lebih kencang dan komoditas lain, termasuk kelompok logam platinum dan perak, setelah Bank Sentral China mencoba sekali lagi pada kekhawatiran pasar likuiditas," kata analis VTB Capital, Andrey Kryuchenkov.

Langkah pelonggaran kuantitatif Fed diletakkan untuk merangsang pertumbuhan, yang membantu mendorong emas ke rekor tertinggi dalam beberapa tahun terakhir dengan suku bunga tetap rendah (meski memicu kekhawatiran inflasi). Sebaliknya, mengurangi langkah-langkah stimulus kemungkinan akan menyakiti emas.
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Ramalan Goldman Sachs:...
Ramalan Goldman Sachs: Harga Emas Bakal Sentuh USD4.900 di 2026
Bappebti Dorong Transaksi...
Bappebti Dorong Transaksi Fisik Emas Secara Digital
Dear Investor! Tren...
Dear Investor! Tren Naiknya Harga Emas Diyakini Berlanjut di 2021
Pasar Emas Menggeliat,...
Pasar Emas Menggeliat, Transaksi Multilateral ICDX Melonjak 43,9%
Purbaya Bakal Putuskan...
Purbaya Bakal Putuskan Bea Keluar Emas hingga 15 Persen, PMK Hampir Rampung
Penjualan Komoditas...
Penjualan Komoditas Berjangka Emas Tumbuh di Tengah Pandemi
Berita Terkini
MDLA Luncurkan Armada...
MDLA Luncurkan Armada Mobil Listrik, Dorong Transformasi Distribusi Rendah Emisi
2 jam yang lalu
Tren Mobilitas Ramah...
Tren Mobilitas Ramah Lingkungan Meningkat, Pembiayaan Kendaraan Listrik MUF Melesat
8 jam yang lalu
Rupiah Amburadul Rp18...
Rupiah Amburadul Rp18 Ribu, Produk Rumah Tangga Unilever Bakal Naik Harga di Kuartal II 2026
8 jam yang lalu
Rupiah Terkapar, Dampaknya...
Rupiah Terkapar, Dampaknya Mulai Terasa ke Sektor Industri Nasional
9 jam yang lalu
PLN EPI, PLN Puslitbang...
PLN EPI, PLN Puslitbang dan ITERA Kolaborasi Kembangkan Tanaman Energi
10 jam yang lalu
Pelindo Sinergi Lokaseva...
Pelindo Sinergi Lokaseva Catat Kinerja Operasional Positif di Awal 2026
10 jam yang lalu
Infografis
Daftar Skuad Timnas...
Daftar Skuad Timnas Mesir di Piala Dunia 2026, Mohamed Salah Ujung Tombak
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved