Harga emas di perdagangan dunia rebound

Kamis, 27 Juni 2013 - 14:52 WIB
Harga emas di perdagangan...
Harga emas di perdagangan dunia rebound
A A A
Sindonews.com - Harga Emas dan perak hari ini naik untuk pertama kalinya dalam empat hari (rebound), setelah sempat berada di level terendah sejak Agustus 2010. Menurut analis, hal ini karena investor mempertimbangkan rencana stimulus Federal Reserve AS (Fed) dan kepemilikan bullion dalam produk yang diperdagangkan di bursa tetap stabil.

Bullion pengiriman dengan cepat naik 1,5 persen menjadi USD1,244.85 per ounce dan berada di USD1,241.85 pada pukul 13.59 di Singapura, setelah terjun ke USD1222, kemarin. Sementara perak naik 1,8 persen menjadi USD18,8435 per ounce, mengupas kerugian kuartalan terburuk sejak 1980.

Emas telah kehilangan nilai 22 persen sejak awal April, menuju rekor kerugian kuartalan, menanggapi komentar Ketua Fed Ben S Bernanke, pekan lalu, yang mengatakan, bank sentral dapat memperlambat pembelian aset jika ekonomi terus membaik.

Data pekan ini menunjukkan, bahwa pertumbuhan ekonomi AS pada kuartal pertama meleset dari perkiraan. Sementara pesanan barang tahan lama, kepercayaan konsumen dan penjualan rumah naik.

"Sentimen telah pasti pindah dan kami telah memiliki ruam likuidasi. Kami masih punya masalah besar di luar sana, stimulus belum mulai melukai kembali, namun mereka telah memutuskan untuk menghukum logam," kata Jonathan Barratt, CEO media komoditas Barratt’s Bulletin, seperti dilansir dari Bloomberg, Kamis (27/6/2013).

Kekalahan emas kuartal ini adalah yang terbesar setidaknya sejak 1920. Harga yang menuju penurunan tiga bulan ketiga, jangka terburuk sejak 2001 dan menghentikan kemenangan beruntun dalam 12 tahun. Emas telah turun 26 persen tahun ini karena investor kehilangan kepercayaan terhadap logam sebagai pelindung kekayaan.
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Ramalan Goldman Sachs:...
Ramalan Goldman Sachs: Harga Emas Bakal Sentuh USD4.900 di 2026
Bappebti Dorong Transaksi...
Bappebti Dorong Transaksi Fisik Emas Secara Digital
Dear Investor! Tren...
Dear Investor! Tren Naiknya Harga Emas Diyakini Berlanjut di 2021
Pasar Emas Menggeliat,...
Pasar Emas Menggeliat, Transaksi Multilateral ICDX Melonjak 43,9%
Purbaya Bakal Putuskan...
Purbaya Bakal Putuskan Bea Keluar Emas hingga 15 Persen, PMK Hampir Rampung
Penjualan Komoditas...
Penjualan Komoditas Berjangka Emas Tumbuh di Tengah Pandemi
Berita Terkini
Takeda Investasi Rp542...
Takeda Investasi Rp542 Miliar Bangun Ekosistem Plasma di Indonesia
31 menit yang lalu
AS-Iran Kembali Saling...
AS-Iran Kembali Saling Serang, Harga Minyak Dunia Melesat Lebih 3%
46 menit yang lalu
Teluk Kembali Memanas,...
Teluk Kembali Memanas, China Siaga Jaga Produksi BBM Tetap Tinggi
1 jam yang lalu
Jakarta Fair 2026 Diserbu...
Jakarta Fair 2026 Diserbu 6 Juta Pengunjung, Nilai Transaksi Cetak Rp8,2 Triliun
11 jam yang lalu
Laporan Menkop ke Prabowo:...
Laporan Menkop ke Prabowo: 15.845 Koperasi Merah Putih Sudah Berdiri, 19 Ribu Masih Dibangun
12 jam yang lalu
Pengawasan DMO Diperketat,...
Pengawasan DMO Diperketat, PLN Didorong Kebut Kontrak Pasokan Batu Bara
14 jam yang lalu
Infografis
Jadwal Babak 32 Besar...
Jadwal Babak 32 Besar Piala Dunia 2026, Argentina Ditantang Cape Verde
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved