Bank Dunia perkirakan ekonomi RI hanya tumbuh 5,9%

Selasa, 02 Juli 2013 - 10:59 WIB
Bank Dunia perkirakan...
Bank Dunia perkirakan ekonomi RI hanya tumbuh 5,9%
A A A
Sindonews.com - Bank Dunia memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2013 akan mencapai 5,9 persen dari proyeksi sebelumnya sebesar 6,2 persen.

Hal tersebut mencerminkan perlambatan pertumbuhan permintaan dalam negeri dan berlanjutnya tekanan terhadap harga-harga komoditas dan penerimaan ekspor.

"Menjaga kebijakan-kebijakan ekonomi makro yang fleksibel tetapi dapat diprediksi dan dikomunikasikan dengan baik akan membantu Indonesia melalui masa yang penuh ketidakpastian ini," kata Ekonom Bank Dunia, Ndiame Diop di Kementerian Perekonomian, Jakarta, Selasa (2/7/2013).

Menurutnya, pelemahan harga-harga komoditas dunia yang terus berlanjut akan membebani prospek ekonomi Indonesia, dengan besarnya peran mereka terhadap penerimaan dalam valuta asing, keuntungan dunia usaha, dan kegiatan investasi.

Sementara, Bank Dunia memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia hanya akan sedikit melambat pada 2013 dan kembali meningkat pada 2014.

Dia menuturkan, ada beberapa gejolak ekonomi yang sedang dialami Indonesia maupun dunia internasional. Yaitu, melambatnya pertumbuhan pada kuartal pertama dan permintaan dalam negeri, realisasi pengurangan subsidi BBM serta adanya rencana Bank Sentral AS untuk mengakhiri pembelian obligasi pada 2014.

Indonesia melakukan penyesuaian terhadap tekanan-tekanan ekonomi tersebut. Misalnya, tindakan dalam meningkatkan suku bunga yang dilakukan Bank Indonesia (BI) sebagai penyesuaian kebijakan terhadap perubahan dinamika keadaan eksternal. Dalam hal ini adalah rencana pengakhiran pembelian obligasi Bank Sentral AS.

"Walau kebijakan moneter dan fiskal responsif, tekanan-tekanan lain juga bermunculan. Sehingga membutuhkan kesiapan bagi penyesuaian kebijakan selanjutnya untuk mengamankan stabilitas ekonomi makro dan menjaga momentum pertumbuhan Indonesia," tutur dia.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Membaca Ketahanan Ekonomi...
Membaca Ketahanan Ekonomi RI dalam Dinamika Global Kuartal III 2025
Indonesia Butuh Rp47.587,3...
Indonesia Butuh Rp47.587,3 Triliun untuk Pertumbuhan Ekonomi 8%
Bahaya! Deflasi Hantam...
Bahaya! Deflasi Hantam Ekonomi RI 5 Bulan Beruntun
Prabowo Sering Diejek...
Prabowo Sering Diejek karena Targetkan Pertumbuhan Ekonomi 8%
Pertumbuhan Ekonomi...
Pertumbuhan Ekonomi Sulawesi Selatan Kuartal I Tahun 2024
Dorong Industri Event...
Dorong Industri Event untuk Pertumbuhan Ekonomi Nasional
Berita Terkini
Relevansi Jadi Kunci...
Relevansi Jadi Kunci Utama Membangun Kekuatan Merek di Era Digital
3 jam yang lalu
Eropa Mulai Terbelah,...
Eropa Mulai Terbelah, Enam Negara Tolak Sanksi Baru terhadap Rusia
3 jam yang lalu
GAPKI Tegaskan Industri...
GAPKI Tegaskan Industri Sawit RI Terapkan Standar Keselamatan Kerja Berkelanjutan
3 jam yang lalu
Arus Kas ETF Bitcoin...
Arus Kas ETF Bitcoin Tembus Rp1,36 Triliun di Pertengahan Juli 2026
4 jam yang lalu
Airlangga Bocorkan Lahan...
Airlangga Bocorkan Lahan BUMN di Bali Jadi Opsi Calon Lokasi PFII
4 jam yang lalu
Soal Pindar, KPPU Didorong...
Soal Pindar, KPPU Didorong Utamakan Tindakan Pencegahan
5 jam yang lalu
Infografis
Slavko Vincic, Wasit...
Slavko Vincic, Wasit Final Piala Dunia 2026 yang Pelit Kartu
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved