Penyaluran BBM subsidi di Bali turun drastis
Selasa, 02 Juli 2013 - 11:47 WIB
Penyaluran BBM subsidi di Bali turun drastis
A
A
A
Sindonews.com - Kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi, langsung berdampak pada penyaluran BBM di Bali yang mengalami penurunan 30 persen untuk premiun dan 29,3 persen untuk solar.
Asisten Manager External Relation Pertamina Region V, Heppy Wulansari, mengatakan, pasca kebijakan kenaikan harga BBM subsidi penyaluran ke wilayah Region V pada H+1 sampai H+9, mengalami penurunan.
"Penurunan penyalurannya sampai 22,7 persen untuk premium dan 21,3 persen untuk solar," kata Heppy dalam keterangan resminya diterima okezone. Selasa (2/7/2013).
Menurutnya, hingga sembilan hari setelah kenaikan harga BBM bersubsidi, rata-rata penyaluran harian premium di wilayah Region V sebanyak 12.170 kiloliter (KL) dan 5.790 KL untuk solar.
Khusus untuk wilayah Bali, kata dia, pada H+1 hingga H+9, penyaluran harian premium mengalami penururun hingga 1.800 KL atau turun 30 persen dan solar menjadi 540 KL atau turun 29.3 persen.
Padahal, lanjut Heppy, penyaluran rata-rata harian di Bali pada Mei mencapai 2.570 KL untuk premium dan 760 KL untuk solar. Sedangkan penyaluran rata-rata harian di wilayah Region V sebanyak 15.730 KL untuk Premium dan 7.360 KL untuk Solar.
Dia mengungkapkan penyaluran yang masih berada di bawah rata-rata normal tersebut merupakan efek sementara dari kebijakan kenaikan harga. Menurutnya, selama pekan pertama pasca penaikan harga BBM, konsumen masih memanfaatkan BBM yang dibelinya pada saat sebelum kenaikan harga BBM.
"Selama kurang lebih sepekan sebelum kebijakan penaikan harga BBM bersubsidi, penyaluran jauh berada di atas rata-rata normal," ujarnya.
Sepekan pertama pasca kenaikan harga, masyarakat masih memanfaatkan BBM yang dibeli sebelumnya sehingga pembelian di SPBU berkurang. Penurunan ini masih merupakan efek sementara dan perlu waktu sedikitnya dua pekan sampai sebulan untuk melihat kecenderungan konsumsi BBM subsidi oleh masyarakat.
Walaupun penyaluran BBM Subsidi di Region V masih turun dibanding sebelumnya, Pertamina memastikan kelancaran pasokan BBM untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di wilayah Jatim, Bali, dan Nusa Tenggara. Pertamina memastikan ketahanan stok di terminal BBM dan SPBU dalam jumlah yang cukup.
Asisten Manager External Relation Pertamina Region V, Heppy Wulansari, mengatakan, pasca kebijakan kenaikan harga BBM subsidi penyaluran ke wilayah Region V pada H+1 sampai H+9, mengalami penurunan.
"Penurunan penyalurannya sampai 22,7 persen untuk premium dan 21,3 persen untuk solar," kata Heppy dalam keterangan resminya diterima okezone. Selasa (2/7/2013).
Menurutnya, hingga sembilan hari setelah kenaikan harga BBM bersubsidi, rata-rata penyaluran harian premium di wilayah Region V sebanyak 12.170 kiloliter (KL) dan 5.790 KL untuk solar.
Khusus untuk wilayah Bali, kata dia, pada H+1 hingga H+9, penyaluran harian premium mengalami penururun hingga 1.800 KL atau turun 30 persen dan solar menjadi 540 KL atau turun 29.3 persen.
Padahal, lanjut Heppy, penyaluran rata-rata harian di Bali pada Mei mencapai 2.570 KL untuk premium dan 760 KL untuk solar. Sedangkan penyaluran rata-rata harian di wilayah Region V sebanyak 15.730 KL untuk Premium dan 7.360 KL untuk Solar.
Dia mengungkapkan penyaluran yang masih berada di bawah rata-rata normal tersebut merupakan efek sementara dari kebijakan kenaikan harga. Menurutnya, selama pekan pertama pasca penaikan harga BBM, konsumen masih memanfaatkan BBM yang dibelinya pada saat sebelum kenaikan harga BBM.
"Selama kurang lebih sepekan sebelum kebijakan penaikan harga BBM bersubsidi, penyaluran jauh berada di atas rata-rata normal," ujarnya.
Sepekan pertama pasca kenaikan harga, masyarakat masih memanfaatkan BBM yang dibeli sebelumnya sehingga pembelian di SPBU berkurang. Penurunan ini masih merupakan efek sementara dan perlu waktu sedikitnya dua pekan sampai sebulan untuk melihat kecenderungan konsumsi BBM subsidi oleh masyarakat.
Walaupun penyaluran BBM Subsidi di Region V masih turun dibanding sebelumnya, Pertamina memastikan kelancaran pasokan BBM untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di wilayah Jatim, Bali, dan Nusa Tenggara. Pertamina memastikan ketahanan stok di terminal BBM dan SPBU dalam jumlah yang cukup.
(izz)
Lihat Juga :