Terkoreksi 0,78%, IHSG tak berhasil tembus 4.800
Selasa, 02 Juli 2013 - 12:01 WIB
Terkoreksi 0,78%, IHSG tak berhasil tembus 4.800
A
A
A
Sindonews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada sesi I perdagangan hari kedua pekan ini belum berhasil menguat ke level 4.800. IHSG terkoreksi 37,09 poin atau 0,78 persen ke level 4.740,36.
Pagi tadi terimbas sentimen positif dari Wall Street, IHSG dibuka menguat 25,47 poin atau 0,53 persen ke level 4.802,94. Namun, posisi tersebut tahk berhasil dipertahankan karena indeks diserang aksi jual investor asing.
Sementara kemarin, IHSG melemah 41,44 poin atau 0,86 persen ke level 4.777,45.
Indeks LQ45 siang ini ditutup turun 6,67 poin atau 0,84 persen ke level 788,03. Adapun Bursa di kawasan Asia berakhir variatif.
Indeks Shanghai turun 7,55 poin atau 0,38 persen ke 1.987,70; indeks Hang Seng turun 82,73 poin atau 0,40 persen ke 20.720,56; Nikkei 225 naik 139,78 poin atau 1,01 persen ke 13.992,28 dan Straits Times naik 28,15 poin atau 0,92 persen ke 3.169,78.
Nilai transaksi tercatat sebesar Rp2,28 triliun dengan volume perdagangan sebanyak 2,27 miliar lembar saham. Transaksi jual asing mencapai 178,3 miliar. Tercatat sebanyak 70 saham menguat, 169 saham melemah dan 87 saham stagnan.
Indeks sektor mayoritas melemah, dengan pelemahan tertinggi dipimpin sektor aneka industri, yang turun 1,32 persen serta properti dan industri dasar yang masing-masing minus 1,3 persen. Sedangkan yang menguat sekto konsumer, naik 0,31 persen.
Saham yang bergerak menguat (top gainers), antara lain PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) naik Rp50 ke Rp5.350, PT Indosat Tbk (ISAT) naik Rp100 ke Rp5.250 dan PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) naik Rp200 ke Rp7.050.
Sedangkan saham yang bergerak melemah (top losers), antara lain, PT Gudang Garam Tbk (GGRM) turun Rp550 menjadi Rp50.750, PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) turun Rp125 ke Rp4.175 dan PT Bank Danamon Tbk (BDMN) turun Rp200 ke Rp5.650.
Pagi tadi terimbas sentimen positif dari Wall Street, IHSG dibuka menguat 25,47 poin atau 0,53 persen ke level 4.802,94. Namun, posisi tersebut tahk berhasil dipertahankan karena indeks diserang aksi jual investor asing.
Sementara kemarin, IHSG melemah 41,44 poin atau 0,86 persen ke level 4.777,45.
Indeks LQ45 siang ini ditutup turun 6,67 poin atau 0,84 persen ke level 788,03. Adapun Bursa di kawasan Asia berakhir variatif.
Indeks Shanghai turun 7,55 poin atau 0,38 persen ke 1.987,70; indeks Hang Seng turun 82,73 poin atau 0,40 persen ke 20.720,56; Nikkei 225 naik 139,78 poin atau 1,01 persen ke 13.992,28 dan Straits Times naik 28,15 poin atau 0,92 persen ke 3.169,78.
Nilai transaksi tercatat sebesar Rp2,28 triliun dengan volume perdagangan sebanyak 2,27 miliar lembar saham. Transaksi jual asing mencapai 178,3 miliar. Tercatat sebanyak 70 saham menguat, 169 saham melemah dan 87 saham stagnan.
Indeks sektor mayoritas melemah, dengan pelemahan tertinggi dipimpin sektor aneka industri, yang turun 1,32 persen serta properti dan industri dasar yang masing-masing minus 1,3 persen. Sedangkan yang menguat sekto konsumer, naik 0,31 persen.
Saham yang bergerak menguat (top gainers), antara lain PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) naik Rp50 ke Rp5.350, PT Indosat Tbk (ISAT) naik Rp100 ke Rp5.250 dan PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) naik Rp200 ke Rp7.050.
Sedangkan saham yang bergerak melemah (top losers), antara lain, PT Gudang Garam Tbk (GGRM) turun Rp550 menjadi Rp50.750, PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) turun Rp125 ke Rp4.175 dan PT Bank Danamon Tbk (BDMN) turun Rp200 ke Rp5.650.
(rna)
Lihat Juga :