Penjualan ritel Australia lebih rendah dari perkiraan
Rabu, 03 Juli 2013 - 13:21 WIB
Penjualan ritel Australia lebih rendah dari perkiraan
A
A
A
Sindonews.com - Penjualan ritel Australia pada Mei 2013 naik, namun kurang dari perkiraan ekonom karena konsumen mengurangi pengeluaran untuk makanan dan barang rumah tangga.
Biro Statistik Australia mencatat, penjualan naik 0,1 persen menjadi 21,8 miliar dolar Australia (USD20 miliar) dari bulan sebelumnya. Sementara para ekonom, seperti dilansir dari Bloomberg, Rabu (3/7/2013), memperkirakan kenaikan 0,3 persen
Diketahui, Gubernur Bank Sentral Australia (Reserve Bank of Australia/RBA), Glenn Stevens memotong biaya pinjaman sebesar 2 poin persentase antara November 2011 dan Mei menjadi 2,75 persen, bergabung dengan situasi global di tingkat rekor terendah.
RBA sedang mencoba menyeimbangkan perekonomian dari daerah pertambangan di utara dan barat akibat investasi berkurang, serta merangsang pertumbuhan di bidang manufaktur, konstruksi perumahan dan ritel.
"Perdagangan ritel sedang berjuang mendapatkan mojo kembali," kata Katrina Ell, ekonom Moody Analytics, Sydney.
"Rumah tangga khawatir terhadap ekonomi dan prospek pekerjaan sehingga menjaga pengeluaran," tambahnya.
Belanja di restoran dan kafe turun 0,6 persen, dan konsumen menghabiskan 0,3 persen lebih sedikit pada belanja barang-barang rumah tangga. Mereka menghabiskan lebih dari 0,8 persen di department store.
Biro Statistik Australia mencatat, penjualan naik 0,1 persen menjadi 21,8 miliar dolar Australia (USD20 miliar) dari bulan sebelumnya. Sementara para ekonom, seperti dilansir dari Bloomberg, Rabu (3/7/2013), memperkirakan kenaikan 0,3 persen
Diketahui, Gubernur Bank Sentral Australia (Reserve Bank of Australia/RBA), Glenn Stevens memotong biaya pinjaman sebesar 2 poin persentase antara November 2011 dan Mei menjadi 2,75 persen, bergabung dengan situasi global di tingkat rekor terendah.
RBA sedang mencoba menyeimbangkan perekonomian dari daerah pertambangan di utara dan barat akibat investasi berkurang, serta merangsang pertumbuhan di bidang manufaktur, konstruksi perumahan dan ritel.
"Perdagangan ritel sedang berjuang mendapatkan mojo kembali," kata Katrina Ell, ekonom Moody Analytics, Sydney.
"Rumah tangga khawatir terhadap ekonomi dan prospek pekerjaan sehingga menjaga pengeluaran," tambahnya.
Belanja di restoran dan kafe turun 0,6 persen, dan konsumen menghabiskan 0,3 persen lebih sedikit pada belanja barang-barang rumah tangga. Mereka menghabiskan lebih dari 0,8 persen di department store.
(dmd)
Lihat Juga :