Kembangkan UMKM, SMGR gelontorkan Rp235 M
Kamis, 04 Juli 2013 - 16:08 WIB
Kembangkan UMKM, SMGR gelontorkan Rp235 M
A
A
A
Sindonews.com - PT Semen Indonesia Tbk (SMGR) akan memberdayakan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dengan anggaran Rp235 miliar per tahun melalui pola kemitraan maupun hibah.
"Sebanyak Rp235 miliar akan kita salurkan setiap tahun ke UMKM baik dengan pola kemitraan maupun hibah. Tetapi perlu diingat, kami belum bisa memberikan dana triliun untuk UMKM seperti bank karena dana Rp3,8 triliun saja sudah bisa dipakai buat bikin pabrik satu," ujar General Manager Corporate Communication and Social Environment SMGR, Faf Adisyamsul di gedung Kemenko Perekonomian, Jakarta, Kamis (4/7/2013).
Dia mengatakan, dengan jumlah tersebut dapat menghasilkan UMKM sebanyak 23 ribu dan menyerap tenaga kerja sebanyak 35 ribu.
"Coba dilihat, itu dampak dari Rp235 miliar. UMKM perlu dikembangkan apalagi di BUMN walaupun ada perubahan policy pun tetapi dana Corporate Social Responsubility (CSR)," lanjutnya.
Selain itu, pihaknya juga memberikan pelatihan-pelatihan kepada para pemilik UMKM yang dibiayai perseroan. "Kita juga memberikan program pelatihan seperti pelatihan menajemen keuangan, pelatihan manajeman pemasaran, pelatihan manajemen toko, dan pelatihan-pelatihan lainnya," tutur dia.
Adsyamsul mengungkapkan, kesuksesan dalam program CSR banyak ditentukan investasi sosial (social investment) dengan melibatkan seluruh stakeholders serta komitmen yang terbuka. "Karena CSR bukanlah keinginan tetapi kebutuhan masyarakat," pungkasnya.
"Sebanyak Rp235 miliar akan kita salurkan setiap tahun ke UMKM baik dengan pola kemitraan maupun hibah. Tetapi perlu diingat, kami belum bisa memberikan dana triliun untuk UMKM seperti bank karena dana Rp3,8 triliun saja sudah bisa dipakai buat bikin pabrik satu," ujar General Manager Corporate Communication and Social Environment SMGR, Faf Adisyamsul di gedung Kemenko Perekonomian, Jakarta, Kamis (4/7/2013).
Dia mengatakan, dengan jumlah tersebut dapat menghasilkan UMKM sebanyak 23 ribu dan menyerap tenaga kerja sebanyak 35 ribu.
"Coba dilihat, itu dampak dari Rp235 miliar. UMKM perlu dikembangkan apalagi di BUMN walaupun ada perubahan policy pun tetapi dana Corporate Social Responsubility (CSR)," lanjutnya.
Selain itu, pihaknya juga memberikan pelatihan-pelatihan kepada para pemilik UMKM yang dibiayai perseroan. "Kita juga memberikan program pelatihan seperti pelatihan menajemen keuangan, pelatihan manajeman pemasaran, pelatihan manajemen toko, dan pelatihan-pelatihan lainnya," tutur dia.
Adsyamsul mengungkapkan, kesuksesan dalam program CSR banyak ditentukan investasi sosial (social investment) dengan melibatkan seluruh stakeholders serta komitmen yang terbuka. "Karena CSR bukanlah keinginan tetapi kebutuhan masyarakat," pungkasnya.
(izz)
Lihat Juga :