Danamon Syariah targetkan spin off di 2015

Kamis, 04 Juli 2013 - 16:13 WIB
Danamon Syariah targetkan...
Danamon Syariah targetkan spin off di 2015
A A A
Sindonews.com - Unit usaha syariah PT Bank Danamon Indonesia Tbk (BDMN), Danamon Syariah, menargetkan melaksanakan pemisahan (spin off) pada 2015. Unit usaha tersebut telah mencatat aset mencapai Rp2,4 triliun hingga Juni 2013. Perseroan menargetkan akan meningkatkan aset menjadi Rp3 triliun hingga akhir tahun.

Direktur Danamon Syariah Herry Hykmanto mengatakan, aset ditargetkan akan mencapai Rp6 triliun pada 2015 nanti. Dana Pihak Ketiga (DPK) tercatat mencapai Rp1,8 triliun, termasuk dana tambahan dari induk usaha. Sementara pembiayaan yang disalurkan mencapai Rp1,7 triliun.

Kedepan, perseroan akan membutuhkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang memadai baik dari segi kualitas maupun kuantitas.

"Kekurangan SDM yang memadai dapat mempersulit pengembangan bisnis Danamon Syariah kedepan," ujar Herry dalam acara Pemberdayaan Masyarakat dari Yayasan Danamon Peduli di Kampung Marunda, Jakarta, Kamis (4/7/2013).

Dia juga mengatakan, tahun ini, Danamon Syariah masih fokus pada kegiatan produktif seperti usaha kecil dan menengah serta koperasi karyawan. Selain itu, perseroan juga akan menyalurkan pembiayaan di sektor UKM, koperasi karyawan, dan modal kerja.

"Porsi yang produktif 86 persen, sedangkan konsumer berasal dari gadai emas 10 persen atau Rp2 miliar," katanya.

Permodalan Danamon Syariah disebutnya sudah mencapai Rp285 miliar hingga semester pertama. Target permodalan hingga akhir tahun Rp350 miliar, dan diharapkan mencapai Rp450 miliar di akhir tahun.

Modal ditargetkan menjadi Rp1,5 triliun saat Danamon Syariah mengalami spin off pada 2015. "Tahun 2015 kami targetkan permodalan mencapai Rp1,5 triliun," ujarnya.

Danamon Syariah akan lebih dulu fokus pada cabang sebelum akhirnya melakukan spin off. Saat ini Danamon Syariah memiliki 160 kantor cabang. Selain cabang, perseroan juga akan terus melengkapi produk-produk syariah yang ada.

"Kami akan menjadi bank umum syariah (BUS) kalau aset sudah mencapai Rp6 triliun. Status kantor cabang hanya 25, sisanya kantor pembantu," ucapnya.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Bidik Milenial, Danamon...
Bidik Milenial, Danamon Tawarkan Utang Lewat Online
Berkembang Progresif,...
Berkembang Progresif, Industri Otomotif Indonesia Digadang Menjadi Pemain Global
Raih Kesejahteraan di...
Raih Kesejahteraan di IIMS 2024 Lewat Solusi Finansial
Bank Danamon Hadir di...
Bank Danamon Hadir di IIMS 2022
Ramadan Lebih Bermakna...
Ramadan Lebih Bermakna dengan Perencanaan Keuangan yang Tepat
Yuk Pahami Modus Kejahatan...
Yuk Pahami Modus Kejahatan Perbankan yang Kian Marak
Berita Terkini
Tren Mobilitas Ramah...
Tren Mobilitas Ramah Lingkungan Meningkat, Pembiayaan Kendaraan Listrik MUF Melesat
2 jam yang lalu
Rupiah Amburadul Rp18...
Rupiah Amburadul Rp18 Ribu, Produk Rumah Tangga Unilever Bakal Naik Harga di Kuartal II 2026
2 jam yang lalu
Rupiah Terkapar, Dampaknya...
Rupiah Terkapar, Dampaknya Mulai Terasa ke Sektor Industri Nasional
3 jam yang lalu
PLN EPI, PLN Puslitbang...
PLN EPI, PLN Puslitbang dan ITERA Kolaborasi Kembangkan Tanaman Energi
4 jam yang lalu
Pelindo Sinergi Lokaseva...
Pelindo Sinergi Lokaseva Catat Kinerja Operasional Positif di Awal 2026
4 jam yang lalu
BRI Life Ungkap Peran...
BRI Life Ungkap Peran Mitra Stategis Selama 4 Dekade
4 jam yang lalu
Infografis
Skuad Timnas Spanyol...
Skuad Timnas Spanyol di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Real Madrid
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved