IHSG berpeluang lanjutkan rebound
Jum'at, 05 Juli 2013 - 08:16 WIB
IHSG berpeluang lanjutkan rebound
A
A
A
Sindonews.com - Pulihnya laju bursa saham Amerika Serikat (AS) pasca dirilisnya kenaikan ADP employment change dan penurunan initial jobless claims secara tidak langsung mempengaruhi pergerakan bursa saham Asia, termasuk Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).
"Pada perdagangan hari ini, diperkirakan IHSG akan berada pada support 4.550-4.595 dan resistance 4.652-4.663," kata Kepala Riset Trust Securities, Reza Priyambada, Jumat (5/7/2013).
Berpola menyerupai homing pigeon di bawah middle bollinger bands (MBB). MACD masih turun dengan histogram negatif yang memanjang. RSI, William's %R, dan Stochastic masih bergerak turun terbatas menuju area oversold.
"Diharapkan dengan tidak adanya lagi utang gap membuat pelemahan IHSG menjadi terbatas, sehingga masih ada peluang untuk melanjutkan rebound," kata Reza.
Menilik perdagangan sebelumnya, sepanjang perdagangan, IHSG menyentuh level 4.644,83 (level tertingginya) di pertengahan sesi 1 dan menyentuh level 4.581,68 (level terendahnya) jelang preclosing dan berakhir di level 4581,93.
Volume perdagangan naik dan nilai total transaksi turun. Investor asing mencatatkan nett sell dengan penurunan nilai transaksi beli dan kenaikan transaksi jual. Investor domestik mencatatkan nett buy.
"Laju IHSG akhirnya dapat berada di atas target support kami (4.532-4.565) meskipun tidak sampai menyentuh target resisten kami (4.695-4.785). Masih adanya tekanan jual membuat akselerasi penguatan IHSG menjadi terhambat," terang Reza.
Indeks harga saham Asia rebound kecuali Nikkei setelah merespon positifnya bursa saham AS setelah rilis data-data ketenagakerjaan yang menunjukkan perekonomian AS sedang berusaha untuk pulih.
Selain itu, pelaku pasar mencoba untuk berekspektasi positif terhadap kinerja laporan keuangan emiten yang kemungkinan dirilis pekan depan. Sementara penurunan pada Nikkei dipicu pelemahan saham-saham manufaktur dan produsen baja serta aksi wait and see pelaku pasar terhadap rilis data unemployment rate AS.
"Pada perdagangan hari ini, diperkirakan IHSG akan berada pada support 4.550-4.595 dan resistance 4.652-4.663," kata Kepala Riset Trust Securities, Reza Priyambada, Jumat (5/7/2013).
Berpola menyerupai homing pigeon di bawah middle bollinger bands (MBB). MACD masih turun dengan histogram negatif yang memanjang. RSI, William's %R, dan Stochastic masih bergerak turun terbatas menuju area oversold.
"Diharapkan dengan tidak adanya lagi utang gap membuat pelemahan IHSG menjadi terbatas, sehingga masih ada peluang untuk melanjutkan rebound," kata Reza.
Menilik perdagangan sebelumnya, sepanjang perdagangan, IHSG menyentuh level 4.644,83 (level tertingginya) di pertengahan sesi 1 dan menyentuh level 4.581,68 (level terendahnya) jelang preclosing dan berakhir di level 4581,93.
Volume perdagangan naik dan nilai total transaksi turun. Investor asing mencatatkan nett sell dengan penurunan nilai transaksi beli dan kenaikan transaksi jual. Investor domestik mencatatkan nett buy.
"Laju IHSG akhirnya dapat berada di atas target support kami (4.532-4.565) meskipun tidak sampai menyentuh target resisten kami (4.695-4.785). Masih adanya tekanan jual membuat akselerasi penguatan IHSG menjadi terhambat," terang Reza.
Indeks harga saham Asia rebound kecuali Nikkei setelah merespon positifnya bursa saham AS setelah rilis data-data ketenagakerjaan yang menunjukkan perekonomian AS sedang berusaha untuk pulih.
Selain itu, pelaku pasar mencoba untuk berekspektasi positif terhadap kinerja laporan keuangan emiten yang kemungkinan dirilis pekan depan. Sementara penurunan pada Nikkei dipicu pelemahan saham-saham manufaktur dan produsen baja serta aksi wait and see pelaku pasar terhadap rilis data unemployment rate AS.
(rna)
Lihat Juga :