Hatta minta Papua kembangkan industri ketimbang ekspor
Jum'at, 05 Juli 2013 - 18:18 WIB
Hatta minta Papua kembangkan industri ketimbang ekspor
A
A
A
Sindonews.com - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Hatta Rajasa mengatakan, saat ini sudah saatnya Papua mengembangkan industri hasil daerahnya, bukan lagi mengeskpor dalam bentuk bahan mentah.
"Potensi hasil bumi Indonesia sebesar Rp500 triliun, Rp300 triliunnya ada di Papua, Papua Barat, Maluku, dan Maluku Utara. Semua harus kembangkan industri di daerahnya tersebut dengan membangun processing-nya di situ, ada value added," ujarnya di gedung DPR, Jakarta, Jumat (5/7/2013).
Contohnya, kata Hatta, gas Tangguh yang akan dijadikan pusat Petrokimia baru, sehingga akan menjadi pusat pertumbuhan yang baru.
"Dalam pengelolaan energi yang terangkum dalam Masterplan Percepatan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI), kita tidak lagi benarkan daerah hanya jadi unsur penerimaan devisa, namun harus menjadi prime over," jelasnya.
Dia juga berjanji akan mendorong pusat-pusat investasi yang bisa menjadi pusat pertumbuhan di suatu wilayah. Ketika daerah tersebut tumbuh, maka pemerintah akan membuat infrastruktur konektivitas untuk menyambungkan pusat-pusat pertumbuhannya.
"Kita lihat pusat investasi yang jadi pusat pertumbuhan, baru untuk konektivitas. Sedangkan affirmative action dengan kluster akan kita gunakan untuk daerah yang tertinggal," kata Hatta.
"Potensi hasil bumi Indonesia sebesar Rp500 triliun, Rp300 triliunnya ada di Papua, Papua Barat, Maluku, dan Maluku Utara. Semua harus kembangkan industri di daerahnya tersebut dengan membangun processing-nya di situ, ada value added," ujarnya di gedung DPR, Jakarta, Jumat (5/7/2013).
Contohnya, kata Hatta, gas Tangguh yang akan dijadikan pusat Petrokimia baru, sehingga akan menjadi pusat pertumbuhan yang baru.
"Dalam pengelolaan energi yang terangkum dalam Masterplan Percepatan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI), kita tidak lagi benarkan daerah hanya jadi unsur penerimaan devisa, namun harus menjadi prime over," jelasnya.
Dia juga berjanji akan mendorong pusat-pusat investasi yang bisa menjadi pusat pertumbuhan di suatu wilayah. Ketika daerah tersebut tumbuh, maka pemerintah akan membuat infrastruktur konektivitas untuk menyambungkan pusat-pusat pertumbuhannya.
"Kita lihat pusat investasi yang jadi pusat pertumbuhan, baru untuk konektivitas. Sedangkan affirmative action dengan kluster akan kita gunakan untuk daerah yang tertinggal," kata Hatta.
(izz)
Lihat Juga :