Hidayat: LCGC Indonesia lebih unggul dari India

Senin, 08 Juli 2013 - 13:33 WIB
Hidayat: LCGC Indonesia...
Hidayat: LCGC Indonesia lebih unggul dari India
A A A
Sindonews.com - Menteri Perindustrian (Menperin), MS Hidayat yakin, bahwa Low Cost Green Car (LCGC) produksi Indonesia memiliki kualitas lebih baik dari India meskipun LCGC India lebih murah.

Seperti diketahui, India dapat memproduksi LCGC seharga Rp40 juta per unit. "Masa kamu kalah sama India. Kalau soal murah-murahan India boleh juara. Tapi masalah kualitas, ya Indonesia lebih unggul," ujarnya di gedung Kemenko Perekonomian, Jakarta, Senin (8/7/2013).

Sebelumnya, Peraturan Pemerintah No 41/2013 tentang tatacara dan aturan main pembuatan LCGC sudah diteken. Sekarang peraturan yang sudah diteken Hidayat tersebut berada di Kementerian Hukum dan HAM.

"Peraturan Menterinya sudah saya tandatangani pekan lalu dan didaftarkan ke Kemenkumham, kamu cek dong ke Kak Amir (Menkumham, Amir Syamsuddin). Sebetulnya enggak ada masalah, itukan proses birokrasi," ujar Hidayat.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Rencana Hadirkan Mobil...
Rencana Hadirkan Mobil Nasional Indonesia Perlu Dilakukan Bertahap, Pengamat: Jangan Langsung ke EV
Perusahaan Mobil China...
Perusahaan Mobil China Bantu Polandia Bikin Mobil Nasional
Mobil Nasional Vietnam...
Mobil Nasional Vietnam Bertingkah Lagi
Rapor Wuling Air ev...
Rapor Wuling Air ev Selama 3 Tahun Beredar di Indonesia
Mobil Nasional Vietnam...
Mobil Nasional Vietnam Akan Jual Dua Mobil Listrik ke Amerika Serikat
Prabowo Larang Mobil...
Prabowo Larang Mobil Impor, BAIC Siap Gandeng Pindad Produksi Mobil Nasional
Berita Terkini
Relevansi Jadi Kunci...
Relevansi Jadi Kunci Utama Membangun Kekuatan Merek di Era Digital
6 jam yang lalu
Eropa Mulai Terbelah,...
Eropa Mulai Terbelah, Enam Negara Tolak Sanksi Baru terhadap Rusia
7 jam yang lalu
GAPKI Tegaskan Industri...
GAPKI Tegaskan Industri Sawit RI Terapkan Standar Keselamatan Kerja Berkelanjutan
7 jam yang lalu
Arus Kas ETF Bitcoin...
Arus Kas ETF Bitcoin Tembus Rp1,36 Triliun di Pertengahan Juli 2026
7 jam yang lalu
Airlangga Bocorkan Lahan...
Airlangga Bocorkan Lahan BUMN di Bali Jadi Opsi Calon Lokasi PFII
8 jam yang lalu
Soal Pindar, KPPU Didorong...
Soal Pindar, KPPU Didorong Utamakan Tindakan Pencegahan
8 jam yang lalu
Infografis
4 Pemicu PM Inggris...
4 Pemicu PM Inggris Mundur, dari Pemberontakan Internal hingga Terlalu Banyak Janji
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved