Inflasi tahunan China naik 2,7%

Selasa, 09 Juli 2013 - 11:38 WIB
Inflasi tahunan China...
Inflasi tahunan China naik 2,7%
A A A
Sindonews.com - Inflasi tahunan China dipercepat menjadi 2,7 persen pada Juni. Namun analis memperingatkan, permintaan tetap lemah dan pertumbuhan ekonomi terbesar kedua di dunia itu mungkin melambat.

Biro Statistik Nasional China (NBS) melaporkan angka year-on-year (yoy) untuk indeks harga konsumen (CPI) - sebuah ukuran utama inflasi - naik dari 2,1 persen pada Mei. Angka tersebut lebih tinggi dari ekspektasi pasar 2,5 persen dalam jajak pendapat terhadap 18 ekonom oleh Dow Jones Newswires.

Menurut NBS, kenaikan harga pangan tahunan yang menabrak di angka 4,9 persen pada Juni, sebagai kekuatan utama pendorong inflasi.

China telah menetapkan target inflasi 2013 sebesar 3,5 persen, jauh lebih tinggi dari tingkat aktual tahun lalu, sebesar 2,6 persen.

"Inflasi belum menjadi perhatian ... dan tekanan inflasi ringan masih terkendali," kata Sun Junwei, ekonom bank HSBC berbasis di Beijing, seperti dilansir dari AFP, Selasa (9/7/2013).

Perekonomian China tumbuh hanya 7,8 persen pada 2012, laju tahunan paling lambat dalam 13 tahun, dan diperluas 7,7 persen dalam tiga bulan pertama tahun ini.

Analis memperkirakan pertumbuhan pada kuartal kedua lebih lanjut melambat akibat permintaan domestik dan luar negeri melemah, serta tekad Beijing melaksanakan reformasi untuk mengurangi ketergantungan negara pada investasi dan ekspor.

Indeks manajer pembelian (PMI) China versi HSBC, yang melacak aktivitas manufaktur di pabrik dan merupakan indikator kesehatan ekonomi, mencapai titik terendah dalam sembilan bulan 48,2 pada Juni, menunjukkan kontraksi lebih lanjut.

NBS menunjukkan indeks harga produsen China (PPI), yang mengukur biaya barang ketika meninggalkan pabrik, jatuh 2,7 persen yoy pada Juni, berada di wilayah negatif dalam 16 bulan.

Atas kondisi ini, ekonom Bank of America Merrill Lynch, Lu Ting dan Zhi Xiaojia mengharapkan pihak berwenang China menjaga kebijakan moneter netral dengan "tidak mengurangi atau melakukan pengetatan".
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Ekonomi China Pulih,...
Ekonomi China Pulih, Tumbuh 4,9 Persen Kuartal III 2020
Krisis Ekonomi China...
Krisis Ekonomi China Pengaruhi Ekspor Impor Dalam Negeri
Gelombang Covid-19 Kembali...
Gelombang Covid-19 Kembali Hantam Ekonomi Tiongkok
Menteri Keuangan Waspadai...
Menteri Keuangan Waspadai Situasi Kontraksi Ekonomi China
Momen Unik saat Presiden...
Momen Unik saat Presiden Prabowo Bicara Bahasa Tiongkok di Beijing
China Rebound, Bidik...
China Rebound, Bidik Pertumbuhan Ekonomi di Atas 6%
Berita Terkini
Pertamina EP Bukukan...
Pertamina EP Bukukan Produksi Migas 205 Ribu MBOEPD Sepanjang 2025
50 menit yang lalu
Diganjar Rating Negatif...
Diganjar Rating Negatif dari Moody's, Danantara Bilang Begini
1 jam yang lalu
Harga Emas Antam Naik...
Harga Emas Antam Naik Rp11.000 per Gram, Ini Rincian Lengkapnya
1 jam yang lalu
IHSG Pagi Ini Dibuka...
IHSG Pagi Ini Dibuka Hijau Sesaat, Lalu Ambruk Lebih dari 1%
2 jam yang lalu
Dirut BRI Hery Gunardi:...
Dirut BRI Hery Gunardi: Adopsi AI Jadi Kunci Perbankan Pertahankan Nasabah
2 jam yang lalu
Kebijakan Tambang RI...
Kebijakan Tambang RI Berubah-ubah, Investor China Mulai Alihkan Investasi Nikel ke Afrika
3 jam yang lalu
Infografis
Perbandingan Jet Tempur...
Perbandingan Jet Tempur J-15 China dan F-15 Jepang, Mana Lebih Hebat?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved