KIJA akan tawarkan penukaran obligasi USD350 juta

Kamis, 11 Juli 2013 - 13:32 WIB
KIJA akan tawarkan penukaran...
KIJA akan tawarkan penukaran obligasi USD350 juta
A A A
Sindonews.com - PT Kawasan Industri Jababeka Tbk (KIJA) berencana melakukan penawaran penukaran (exchange offer) obligasi sebesar USD350 juta, menggantikan obligasi yang sebelumnya pernah diterbitkan sebesar USD175 Juta.

"Kita akan melakukan penawaran penukaran obligasi atau exchange offer. Obligasi lama USD175 juta dengan kupon maksimal 11,55 persen. Obligasi baru ini bisa menerbitkan sebesar-besarnya USD350 juta dengan kupon lebih murah sebesar 10 persen," ujar Corporate Secretary KIJA, Mulyadi Suganda usai Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) di Gedung Batavia, Jakarta, Kamis (11/7/2013).

Dengan dilakukannya exchange offer ini, Mulyadi menjelaskan, selain akan memperoleh kupon yang lebih murah, obligasi ini akan menghasilkan tenor (masa pengembalian) yang lebih panjang. Bila pada obligasi awal, masa jatuh tempo pada tahun 2017, maka dengan obligasi ini menyebabkan masa jatuh tempo diperpanjang menjadi 2020.

"Obligasi lama itu jatuh tempo Juli 2017. Dengan adanya penerbitan obligasi baru ini, kita akan exchange offer atas obligasi lama, dengan tenor lebih panjang menjadi di 2020," terangnya.

Lebih lanjut dia menerangkan, sebenarnya momentum untuk menerbitkan obligasi itu dilakukan pada bulan Mei-Juni 2013. Hal itu merujuk kondisi pasar yang tengah kondusif pada tahun ini yang terjadi sekitar bulan Mei.

Namun untuk realisasiknya, diakui dia, masih menunggu kondisi pasar kembali kondusif. Dia memperkirakan, penerbitannya dilakukan tergantung kondisi pasar.

"Nanti realisasi kita lihat dari market. Saat ini, masih kurang kondusif untuk penerbitan obligasi baru itu. Rencana transaksi Mei-Juni karena kita melihat market bagus kondusif. Yield diperdagangkan obligasi awal, yield 7,81-8,55 persen dan itu terjadi bulan Mei. Tap nantinya tergantung dari kesepakatan antara penerbit, dalam hal ini Jababeka internasional dan investornya," tutur dia.

Rencananya, penerbitan obligasi tersebut akan dilakukan di Singapura dengan menunjuk arranger, salah satunya Standard Charterd. Obligasi ini akan diterbitkan dalam denominasi dolar Amerika Serikat (USD).

"Alasannya kalau dalam USD itu kan lebih likuid. Jadi, kita terbitkan dalam bentuk USD," tutup dia.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
PT GRP Tbk Jadi Pelanggan...
PT GRP Tbk Jadi Pelanggan Terbesar PLN
Dipolisikan, PT Darmi...
Dipolisikan, PT Darmi Bersaudara Tbk Nilai Ada Upaya Kriminalisasi
Beri Cek Kosong, Dirut...
Beri Cek Kosong, Dirut PT Darmi Bersaudara Tbk Dipolisikan
Pemkab Terima Bantuan...
Pemkab Terima Bantuan Tabung Oksigen dari PT Timah Tbk
MNC Land Ganti Nama...
MNC Land Ganti Nama Jadi PT MNC Tourism Indonesia Tbk
PT MNC Vision Networks...
PT MNC Vision Networks Tbk Catat Laba Bersih Rp101,3 Miliar
Berita Terkini
BI Rate Naik Demi Menahan...
BI Rate Naik Demi Menahan Tekanan Rupiah dan Capital Outflow
1 jam yang lalu
Dirut Perkebunan Nusantara...
Dirut Perkebunan Nusantara III Dorong Pemuda Jadi Motor Transformasi Perkebunan
1 jam yang lalu
Ekonom: Kebijakan BI...
Ekonom: Kebijakan BI dan Pemerintah Memperkuat Rupiah Sudah Tepat
3 jam yang lalu
10 Presiden Terkaya...
10 Presiden Terkaya Sepanjang Sejarah AS, Trump Jauh Lebih Unggul dari Pendahulunya
3 jam yang lalu
Chatib Basri Sangkal...
Chatib Basri Sangkal Ditawari Prabowo Posisi Menkeu Gantikan Purbaya
4 jam yang lalu
Akulaku Finance Kantongi...
Akulaku Finance Kantongi Fasilitas Pendanaan Rp500 Miliar dari Danamon
4 jam yang lalu
Infografis
Ini Rincian Gaji Anggota...
Ini Rincian Gaji Anggota DPR Jadi Rp65,5 Juta usai Pemangkasan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved