Australia janji hidupkan sektor industri otomotif

Jum'at, 09 Agustus 2013 - 16:47 WIB
Australia janji hidupkan...
Australia janji hidupkan sektor industri otomotif
A A A
Sindonews.com - Jatuhnya sektor pertambangan membuat pemerintah Australia harus memutar otak mengantisipasi runtuhnya perekonomian di sektor lain. Salah satunya adalah industri otomotif.

Australia berjanji melanjutkan dukungan terhadap industri manufaktur mobil di tengah laporan anak perusahaan General Motors Holden, mencari paket bailout besar.

Tingginya biaya manufaktur di Australia dan mata uang lokal yang kuat membuat perusahaan mobil dalam negeri sulit bersaing dengan kendaraan impor yang lebih murah. Bahkan, pada Mei lalu, Ford telah mengumumkan akan menutup pabrik di negara tersebut pada 2016.

Holden, pada April mengumumkan rencana memangkas 500 pekerja. Sebagai salah satu dari dua pemain utama yang tersisa bersama dengan Toyota, mereka mengatakan, tengah melakukan segala daya untuk mengamankan masa depan operasi lokal.

Surat kabar The Australian melaporkan, mereka mengharapkan tambahan 265 juta dolar Australia (USD245 juta) dari pemerintah untuk bertahan hidup, selain 275 juta dolar AS yang dijanjikan tahun lalu.

"Kami sedang dalam diskusi dekat dan konstan dengan kedua sisi politik - di tingkat negara bagian dan federal - tetapi tidak dalam posisi untuk publik mengomentari rincian dari diskusi tersebut," kata juru bicara perusahaan.

Menteri Perindustrian Kim Carr menolak mengkonfirmasi atau menyangkal subsidi masa depan, tetapi menyatakan, "Apa yang bisa saya katakan ... adalah pemerintah buruh benar-benar berkomitmen untuk memastikan kita memiliki industri otomotif yang makmur di Australia."

Sektor manufaktur otomotif mempekerjakan lebih dari 50.000 orang di Australia dan 250.000 orang di industri terkait.

Canberra memperpanjang bailout 3,2 miliar dolar Australia ke sektor yang sakit pada puncak krisis ekonomi global, dan menyediakan jalur hidup tambahan untuk Ford dan Holden pada tahun lalu.
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Australia Larang Ekspor...
Australia Larang Ekspor Alumina ke Rusia, Moskow Bakal Kelimpungan?
Perang Dingin, China...
Perang Dingin, China Bekukan Dialog Ekonomi dengan Australia
Kemitraan Ekonomi Indonesia-Australia...
Kemitraan Ekonomi Indonesia-Australia Mulai Berlaku Minggu Ini
China Bekukan Dialog...
China Bekukan Dialog Ekonomi, Mendag Australia Mengaku Kecewa
Resmi Resesi, Ini yang...
Resmi Resesi, Ini yang Dialami Masyarakat Australia
Terbongkar! Ini Alasan...
Terbongkar! Ini Alasan Sebenarnya China Tekan Ekspor Australia
Berita Terkini
Orang Super Kaya Indonesia...
Orang Super Kaya Indonesia Diramal Melonjak Tercepat di Dunia, tapi Kelas Menengah Menyusut
12 menit yang lalu
Dirut PTPN I Beberkan...
Dirut PTPN I Beberkan Lima Pilar Industri Perkebunan
36 menit yang lalu
rToken Bitget Catat...
rToken Bitget Catat AUM USD114 Juta, rSPCX Pimpin Minat Investor
40 menit yang lalu
Elnusa Petrofin Akselerasi...
Elnusa Petrofin Akselerasi Transformasi Digital Jasa Logistik Energi
2 jam yang lalu
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Kawal B50, Pakar Ekonomi: Solusi Cerdas Tekan Impor Minyak
2 jam yang lalu
HUT ke-54, Petrokimia...
HUT ke-54, Petrokimia Gresik Fokus Transformasi dan Keberlanjutan
3 jam yang lalu
Infografis
Daftar Skuad Timnas...
Daftar Skuad Timnas Indonesia Hadapi Australia dan Bahrain
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved