IHSG diproyeksi bergerak di kisaran 4.498-4.625
Jum'at, 12 Juli 2013 - 08:26 WIB
IHSG diproyeksi bergerak di kisaran 4.498-4.625
A
A
A
Sindonews.com - Kuatnya dorongan aksi beli telah membuat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat, diharapkan dorongan tersebut kembali terjadi pada perdagangan hari ini.
Pada perdagangan akhir pekan ini, IHSG diperkirakan akan berada pada support 4.498-4.550 dan resistance 4.615-4.625.
Berpola menyerupai morning star dekati middle bollinger bands (MBB). MACD mencoba naik dengan histogram negatif yang memendek. RSI, William's %R, dan Stochastic mencoba rebound menjauhi area oversold.
"Akhirnya target resisten kami (4.489-4.512) kembali ditabrak yang memperlihatkan kuatnya daya dorong beli yang dapat mengalahkan tekanan jual," ujar Kepala Risat Trust Securities, Reza Priyambada, Jumat (12/7/2013).
Akan tetapi, IHSG juga kembali membentuk gap di level 4.495-4.504 yang bisa saja kembali melemah untuk membayar utang tersebut.
"Akan tetapi, kami mengharapkan IHSG untuk tidak melunasi utang tersebut saat ini agar IHSG tetap berada pada laju positifnya terlebih dahulu," pungkas dia.
Laju IHSG masih dapat melanjutkan penguatannya meski bursa saham AS dan Eropa mengalami pelemahan. Hasil sidang FOMC yang mengindikasikan masih diperlukannya stimulus moneter The Fed memberikan sentimen positif.
"Harapan kami pun terjadi, dimana diharapkan dorongan beli masih ada sehingga mampu menghijaukan kembali IHSG kemarin. Saham-saham big caps, antara lain UNVR, INTP, BMRI, dan lainya kembali diburu pelaku pasar," papar Reza.
Bahkan dengan adanya rilis berita kenaikan BI rate sebesar 50 basis poin menjadi 6,5 persen tidak menyurutkan IHSG karena saham-saham perbankan yang dimotori BBCA, BMRI, BBRI, dan BBNI tidak menunjukkan penurunan.
Kembalinya asing mencatatkan nett buy turut membantu apresiasi IHSG. Sepanjang perdagangan, IHSG menyentuh level 4.621,78 (level tertingginya) di pertengahan sesi 2 dan menyentuh level 4.504,17 (level terendahnya) di awal sesi 1 dan berakhir di level 4.604,22.
Volume perdagangan turun dan nilai total transaksi naik. Investor asing mencatatkan nett buy dengan kenaikan nilai transaksi beli dan penurunan transaksi jual. Investor domestik mencatatkan nett buy.
Bursa saham Asia mayoritas menghijau setelah pelaku pasar mendapat sentimen positif dari The Fed yang menyatakan masih diperlukannya stimulus moneter bagi ekonomi AS karena belum sepenuhnya beberapa indikator ekonomi mencapai target dan langkah BoJ yang berusaha menambah likuiditas di pasar keuangan.
Apalagi sebelumnya pelaku pasar juga mendapat ekspektasi positif dari Pemerintah China yang akan berupaya mendorong pemulihan ekonominya setelah turunnya kegiatan ekspor impornya.
Pada perdagangan akhir pekan ini, IHSG diperkirakan akan berada pada support 4.498-4.550 dan resistance 4.615-4.625.
Berpola menyerupai morning star dekati middle bollinger bands (MBB). MACD mencoba naik dengan histogram negatif yang memendek. RSI, William's %R, dan Stochastic mencoba rebound menjauhi area oversold.
"Akhirnya target resisten kami (4.489-4.512) kembali ditabrak yang memperlihatkan kuatnya daya dorong beli yang dapat mengalahkan tekanan jual," ujar Kepala Risat Trust Securities, Reza Priyambada, Jumat (12/7/2013).
Akan tetapi, IHSG juga kembali membentuk gap di level 4.495-4.504 yang bisa saja kembali melemah untuk membayar utang tersebut.
"Akan tetapi, kami mengharapkan IHSG untuk tidak melunasi utang tersebut saat ini agar IHSG tetap berada pada laju positifnya terlebih dahulu," pungkas dia.
Laju IHSG masih dapat melanjutkan penguatannya meski bursa saham AS dan Eropa mengalami pelemahan. Hasil sidang FOMC yang mengindikasikan masih diperlukannya stimulus moneter The Fed memberikan sentimen positif.
"Harapan kami pun terjadi, dimana diharapkan dorongan beli masih ada sehingga mampu menghijaukan kembali IHSG kemarin. Saham-saham big caps, antara lain UNVR, INTP, BMRI, dan lainya kembali diburu pelaku pasar," papar Reza.
Bahkan dengan adanya rilis berita kenaikan BI rate sebesar 50 basis poin menjadi 6,5 persen tidak menyurutkan IHSG karena saham-saham perbankan yang dimotori BBCA, BMRI, BBRI, dan BBNI tidak menunjukkan penurunan.
Kembalinya asing mencatatkan nett buy turut membantu apresiasi IHSG. Sepanjang perdagangan, IHSG menyentuh level 4.621,78 (level tertingginya) di pertengahan sesi 2 dan menyentuh level 4.504,17 (level terendahnya) di awal sesi 1 dan berakhir di level 4.604,22.
Volume perdagangan turun dan nilai total transaksi naik. Investor asing mencatatkan nett buy dengan kenaikan nilai transaksi beli dan penurunan transaksi jual. Investor domestik mencatatkan nett buy.
Bursa saham Asia mayoritas menghijau setelah pelaku pasar mendapat sentimen positif dari The Fed yang menyatakan masih diperlukannya stimulus moneter bagi ekonomi AS karena belum sepenuhnya beberapa indikator ekonomi mencapai target dan langkah BoJ yang berusaha menambah likuiditas di pasar keuangan.
Apalagi sebelumnya pelaku pasar juga mendapat ekspektasi positif dari Pemerintah China yang akan berupaya mendorong pemulihan ekonominya setelah turunnya kegiatan ekspor impornya.
(rna)
Lihat Juga :