Dow dan S&P 500 cetak rekor tertinggi

Jum'at, 12 Juli 2013 - 08:42 WIB
Dow dan S&P 500 cetak...
Dow dan S&P 500 cetak rekor tertinggi
A A A
Sindonews.com - Saham-saham di Bursa Wall Street ditutup positif. Bahkan, indeks Dow Jones dan Standard & Poor's 500 berhasil mencetak rekor tertinggi.

Itu terjadi setelah Gubernur The Fed Ben Bernanke mengatakan bahwa Bank Sentral akan mempertahankan kebijakan moneter dalam beberapa waktu ke depan guna menurunkan angka pengangguran.

Tingkat pengangguran di Amerika Serikat (AS) tercatat sebesar 7,6 persen dan dikhawatirkan mengancam kesehatan pasar tenaga kerja. Karena itu, Bernanke menuturkan, kebijakan akomodatif diperlukan dan hal ini memicu reli di pasar berjangka.

"Pernyataan Bernanke tersebut memberikan stabilitas di pasar saham," kata Strategis pasar Prudential Financial, Quincy Krosby seperti dilansir Reuters, Jumat (12/7/2013).

Di samping itu, pernyataan Bernanke juga menenangkan kekhawatiran di pasar obligasi. Sementara investor saham memborong saham perumahan seiring prediksi akan diturunkannya suku bunga KPR.

PHLX indeks sektor perumahan tercatat naik 4,9 persen, dan merupakan kenaikan harian terbesar sejak 20 Desember 2011. Sedangkan saham D.R. Horton (DHI.N) melonjak 9,2 persen menjadi USD22,98 dan sekitar enam saham perumahan lainnya menguat 7 persen atau lebih.

Lebih dari 85 persen saham di New York Stock Exchange dan hampir 70 persen dari saham di Nasdaq menguat pada penutupan hari Kamis waktu setempat. Sepuluh sektor indeks di indeks S & P menguat dan lima diantaranya naik lebih dari 1,5 persen.

Semalam, indeks Dow Jones naik 169,26 poin atau 1,11 persen ke 15.460,92; indeks S & P 500 naik 22,4 poin atau 1,36 persen ke 1.675,02 dan Nasdaq menguat 57,55 poin atau 1,63 persen ke 3.578,3.

Sebanyak 6,5 miliar saham ditransaksikan di New York Stock Exchange, Nasdaq dan NYSE MKT. Angka tersebut naik sedikit di atas rata-rata harian sepanjang tahun ini sebesar 6,4 miliar.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Waspada Gejolak Ekonomi...
Waspada Gejolak Ekonomi Dunia
PBB Prediksi Ekonomi...
PBB Prediksi Ekonomi Dunia Stagnan di 2,8 Persen pada 2025
Utang Luar Negeri IndonesiaNomor...
Utang Luar Negeri IndonesiaNomor 7 Terbesar di Dunia
Ekonomi China Pulih,...
Ekonomi China Pulih, Tumbuh 4,9 Persen Kuartal III 2020
Seram! Ketua OJK Beberkan...
Seram! Ketua OJK Beberkan Ancaman Ekonomi Dunia Tahun Depan
Prabowo: Ekonomi Indonesia...
Prabowo: Ekonomi Indonesia Diramal Masuk 5 Besar di Dunia
Berita Terkini
Prabowo Kumpulin Menteri...
Prabowo Kumpulin Menteri di Hambalang Bahas Harga Khusus BBM untuk Nelayan
7 jam yang lalu
Raih 3 Pengakuan Internasional,...
Raih 3 Pengakuan Internasional, IIF Terus Memperkuat Kapasitas Pendanaan Infrastruktur
8 jam yang lalu
S&P Pertahankan Rating...
S&P Pertahankan Rating dan Outlook Kredit Indonesia, Purbaya: Arah Kebijakan Ekonomi Terjaga
8 jam yang lalu
Danamon Prasmul EduWealth...
Danamon Prasmul EduWealth Menjawab Tren Kenaikan Biaya Pendidikan: Ekosistem Pendanaan dan Proteksi
9 jam yang lalu
Sensus Ekonomi Tak Hanya...
Sensus Ekonomi Tak Hanya Dilakukan Indonesia: Gerakan Global yang Diikuti Malaysia hingga Zimbabwe
9 jam yang lalu
Membuka Pintu Investasi...
Membuka Pintu Investasi dan Kerja Sama Selangor-Jawa Barat lewat SIBS 2026
10 jam yang lalu
Infografis
Perburuan Sepatu Emas...
Perburuan Sepatu Emas Piala Dunia 2026: Messi Dihantui Haaland dan Mbappe!
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved