IHSG diprediksi bergerak volatile pekan depan
Jum'at, 12 Juli 2013 - 17:38 WIB
IHSG diprediksi bergerak volatile pekan depan
A
A
A
Sindonews.com - Sesuai prediksi pagi tadi, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan akhir pekan ini ditutup menguat di tengah perdagangan yang sangat volatile.
"Kenaikan indeks menyusul komentar Ben Bernanke yang mendukung keberlangsungan stimulus untuk saat ini," kata Riset Analis PT Panin Sekuritas, Purwoko Sartono, Jumat (12/7/2013).
Data klaim tunjangan pengangguran pekan lalu naik tertinggi dalam dua bulan terakhir. Meski demikian, hal tersebut merupakan siklus wajar setiap Juli, karena pabrik otomotif di AS tutup untuk melakukan perbaikan tahunan.
Kenaikan BI rate pada Kamis (11/7/2013), ternyata disambut positif oleh pasar karena dinilai merupakan tindakan yang tepat untuk meredam fluktuasi rupiah dan IHSG.
Namun, di satu sisi BI juga menambah aturan LTV untuk pembelian rumah kedua dan ketiga. Sehingga diperkirakan akan berdampak terhadap emiten properti secara umum.
"Merespon kondisi tersebut, pada awal pekan depan kami perkirakan IHSG akan bergerak volatile di tengah ancaman aksi ambil untung," ujar Purwoko.
Sinyal dari pejabat pemerintah China bahwa mereka mentolelir pertumbuhan ekonomi yang lebih rendah, bisa menjadi katalis negatif bagi bursa regional. "Kisaran support-resistance hari ini 4.605-4.688," pungkas dia.
Seperti diberitakan sebelumnya, IHSG pada perdagangan akhir pekan ini berhasil bertahan di teritori hijau. IHSG menguat 28,89 poin atau 0,63 persen ke level 4.633,11.
"Kenaikan indeks menyusul komentar Ben Bernanke yang mendukung keberlangsungan stimulus untuk saat ini," kata Riset Analis PT Panin Sekuritas, Purwoko Sartono, Jumat (12/7/2013).
Data klaim tunjangan pengangguran pekan lalu naik tertinggi dalam dua bulan terakhir. Meski demikian, hal tersebut merupakan siklus wajar setiap Juli, karena pabrik otomotif di AS tutup untuk melakukan perbaikan tahunan.
Kenaikan BI rate pada Kamis (11/7/2013), ternyata disambut positif oleh pasar karena dinilai merupakan tindakan yang tepat untuk meredam fluktuasi rupiah dan IHSG.
Namun, di satu sisi BI juga menambah aturan LTV untuk pembelian rumah kedua dan ketiga. Sehingga diperkirakan akan berdampak terhadap emiten properti secara umum.
"Merespon kondisi tersebut, pada awal pekan depan kami perkirakan IHSG akan bergerak volatile di tengah ancaman aksi ambil untung," ujar Purwoko.
Sinyal dari pejabat pemerintah China bahwa mereka mentolelir pertumbuhan ekonomi yang lebih rendah, bisa menjadi katalis negatif bagi bursa regional. "Kisaran support-resistance hari ini 4.605-4.688," pungkas dia.
Seperti diberitakan sebelumnya, IHSG pada perdagangan akhir pekan ini berhasil bertahan di teritori hijau. IHSG menguat 28,89 poin atau 0,63 persen ke level 4.633,11.
(izz)
Lihat Juga :