Ini faktor IHSG hanya menguat tipis pekan lalu
Sabtu, 13 Juli 2013 - 12:57 WIB
Ini faktor IHSG hanya menguat tipis pekan lalu
A
A
A
Sindonews.com - Kepala Riset MNC Securities, Edwin Sebayang mengatakan, statement The Fed mengenai paket stimulus yang dihadapkan dengan kenaikan BI Rate 50 basis poin secara tiba-tiba yang semula untuk meredam pelemahan rupiah atas dolar AS.
Namun, kondisi tersebut ternyata tidak berhasil karena rupiah justru melemah ke level Rp9.990 dari sebelumnya Rp9.955 per dolar AS.
"Hal ini menjadi faktor IHSG hanya menguat tipis pada pekan lalu yaitu naik 11,67 poin (0,25 persen) diiringi net sell asing Rp1,74 triliun sehingga selama 28 pekan net sell asing menjadi Rp4,77 triliun (dari level tertinggi net buy asing di pekan ke-14 Rp19,49 triliun)," katanya kepada Sindonews, Sabtu (13/7/2013).
Edwin juga menuturkan, bahwa ada beberapa faktor yang mendorong Dow Jones pada penutupan perdagangan Jumat (12/7/2013) ditutup menguat 3,38 poin atau 0,02 persen ke posisi 15.464,3.
Fakor tersebut, kata dia, menguatnya harga saham American Express Bank, Bank of America & Wells Fargo didorong kuatnya earnings emiten di tengah naiknya US Producer Price Index pada Juni 0.8 persen (Vs ekspektasi ekonom 0,5 persen).
Selain itum, Core PPI, di luar variable biaya energi dan makanan juga naik 0,2 persen serta Consumer Sentiment Index Juli turun ke level 83,9 (lebih kecil dibandingkan data Juni pada level 84,1 serta lebih kecil dibanding konsensus ekonom sebesar 85) menjadi.
"Kenaikan Dow Jones juga diiringi kejatuhan The Vix sebesar -1.21 persen ditutup pada level 13,84, sehigga dengan kenaikan pada Jumat tersebut, maka selama satu pekan, Dow Jones menguat tajam sebesar +328,46 poin (+2,17 persen)," ujarnya.
Menurutnya, dovish statement The Fed yang mengatakan The Fed masih membutuhkan bukti kuat atas kelanjutan perbaikan sektor tenaga kerja sebelum The Fed mengurangi Program Stimulus menjadi faktor pendorong kenaikan Bursa Regional sepanjang pekan ini.
Misalnya, Nikkei naik 396,91 poin (2,81 persen), HSI naik 695,09 poin (1,99 persen), STI naik 78,79 poin (2,5 persen) serta faktor yang sama juga mendorong kenaikan harga komoditas seperti Oil naik 2,46 persen, Gold naik 4,65 persen, Nickel naik 3.34 persen dan Tin naik 2,43 persen.
Namun, kondisi tersebut ternyata tidak berhasil karena rupiah justru melemah ke level Rp9.990 dari sebelumnya Rp9.955 per dolar AS.
"Hal ini menjadi faktor IHSG hanya menguat tipis pada pekan lalu yaitu naik 11,67 poin (0,25 persen) diiringi net sell asing Rp1,74 triliun sehingga selama 28 pekan net sell asing menjadi Rp4,77 triliun (dari level tertinggi net buy asing di pekan ke-14 Rp19,49 triliun)," katanya kepada Sindonews, Sabtu (13/7/2013).
Edwin juga menuturkan, bahwa ada beberapa faktor yang mendorong Dow Jones pada penutupan perdagangan Jumat (12/7/2013) ditutup menguat 3,38 poin atau 0,02 persen ke posisi 15.464,3.
Fakor tersebut, kata dia, menguatnya harga saham American Express Bank, Bank of America & Wells Fargo didorong kuatnya earnings emiten di tengah naiknya US Producer Price Index pada Juni 0.8 persen (Vs ekspektasi ekonom 0,5 persen).
Selain itum, Core PPI, di luar variable biaya energi dan makanan juga naik 0,2 persen serta Consumer Sentiment Index Juli turun ke level 83,9 (lebih kecil dibandingkan data Juni pada level 84,1 serta lebih kecil dibanding konsensus ekonom sebesar 85) menjadi.
"Kenaikan Dow Jones juga diiringi kejatuhan The Vix sebesar -1.21 persen ditutup pada level 13,84, sehigga dengan kenaikan pada Jumat tersebut, maka selama satu pekan, Dow Jones menguat tajam sebesar +328,46 poin (+2,17 persen)," ujarnya.
Menurutnya, dovish statement The Fed yang mengatakan The Fed masih membutuhkan bukti kuat atas kelanjutan perbaikan sektor tenaga kerja sebelum The Fed mengurangi Program Stimulus menjadi faktor pendorong kenaikan Bursa Regional sepanjang pekan ini.
Misalnya, Nikkei naik 396,91 poin (2,81 persen), HSI naik 695,09 poin (1,99 persen), STI naik 78,79 poin (2,5 persen) serta faktor yang sama juga mendorong kenaikan harga komoditas seperti Oil naik 2,46 persen, Gold naik 4,65 persen, Nickel naik 3.34 persen dan Tin naik 2,43 persen.
(izz)
Lihat Juga :