Penguatan IHSG butuh dukungan aksi beli
Senin, 15 Juli 2013 - 08:46 WIB
Penguatan IHSG butuh dukungan aksi beli
A
A
A
Sindonews.com - Positifnya laju bursa saham AS dan Eropa memberikan tambahan amunisi bagi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) untuk tetap bertahan di jalur hijaunya. Masih adanya aksi beli pada saham-saham big caps turut membantu IHSG menghijau.
"Pada perdagangan hari ini diperkirakan IHSG akan berada pada support 4.572-4.605 dan resistance 4.650-4.682," kata Kepala Riset Trust Securities, Reza Priyambada, Senin (15/7/2013).
Berpola menyerupai morning star melewati middle bollinger bands (MBB). MACD masih naik dengan histogram negatif yang memendek. RSI, William's %R, dan Stochastic masih lanjut rebound menjauhi area oversold.
"Kembali target resisten kami (4.615-4.625) kembali ditabrak meskipun hampir menuju target support 4.550 yang menandakan mulai adanya tekanan jual di tengah masih tingginya daya dorong beli," ujarnya.
Pola yang terbentuk hampir sama seperti awal Juli dimana laju penguatan mulai terbatas, namun dengan masih adanya sentimen positif di pasar diharapkan dapat mengimbanginya sehingga belum akan terjadi pelemahan.
Namun demikian, laju IHSG sempat terhalangi oleh mulai melemahnya bursa saham China setelah pelaku pasar mulai profit taking pasca reli selama tiga hari terakhir dan mulai adanya pelemahan pada beberapa saham perbankan di BEI.
"Kami pun sempat khawatir akan peluang pelemahan IHSG menuju utang gap 4.495-4.504, namun posisi asing yang masih nett buy dan pembukaan pasar saham Eropa yang positif mampu membalikkan posisi IHSG ke teritori positif," kata dia.
Sepanjang perdagangan akhir pekan lalu, IHSG menyentuh level 4.679,53 (level tertingginya) di awal sesi 1 dan menyentuh level 4.592,98 (level terendahnya) jelang preclosing dan berakhir di level 4.633,11.
Volume perdagangan naik dan nilai total transaksi turun. Investor asing mencatatkan nett buy dengan kenaikan nilai transaksi beli dan transaksi jual. Investor domestik mencatatkan nett buy.
Pergerakan nilai tukar rupiah belum beranjak dari kubangan merah meski sehari sebelumnya Rapat Dewan Gubernur BI telah memutuskan menaikkan suku bunga acuan, BI rate sebesar 50 basis poin menjadi 6,5 persen.
"Kondisi ini sejalan dengan pengamatan kami bahwa kenaiakan BI rate bukanlah obat mujarab yang dapat mengangkat rupiah sementara terdapat sentimen yang menguatkan mata uang lainnya terhadap rupiah atau terkena imbas dari pelemahan mata uang lainnya," tutup dia.
"Pada perdagangan hari ini diperkirakan IHSG akan berada pada support 4.572-4.605 dan resistance 4.650-4.682," kata Kepala Riset Trust Securities, Reza Priyambada, Senin (15/7/2013).
Berpola menyerupai morning star melewati middle bollinger bands (MBB). MACD masih naik dengan histogram negatif yang memendek. RSI, William's %R, dan Stochastic masih lanjut rebound menjauhi area oversold.
"Kembali target resisten kami (4.615-4.625) kembali ditabrak meskipun hampir menuju target support 4.550 yang menandakan mulai adanya tekanan jual di tengah masih tingginya daya dorong beli," ujarnya.
Pola yang terbentuk hampir sama seperti awal Juli dimana laju penguatan mulai terbatas, namun dengan masih adanya sentimen positif di pasar diharapkan dapat mengimbanginya sehingga belum akan terjadi pelemahan.
Namun demikian, laju IHSG sempat terhalangi oleh mulai melemahnya bursa saham China setelah pelaku pasar mulai profit taking pasca reli selama tiga hari terakhir dan mulai adanya pelemahan pada beberapa saham perbankan di BEI.
"Kami pun sempat khawatir akan peluang pelemahan IHSG menuju utang gap 4.495-4.504, namun posisi asing yang masih nett buy dan pembukaan pasar saham Eropa yang positif mampu membalikkan posisi IHSG ke teritori positif," kata dia.
Sepanjang perdagangan akhir pekan lalu, IHSG menyentuh level 4.679,53 (level tertingginya) di awal sesi 1 dan menyentuh level 4.592,98 (level terendahnya) jelang preclosing dan berakhir di level 4.633,11.
Volume perdagangan naik dan nilai total transaksi turun. Investor asing mencatatkan nett buy dengan kenaikan nilai transaksi beli dan transaksi jual. Investor domestik mencatatkan nett buy.
Pergerakan nilai tukar rupiah belum beranjak dari kubangan merah meski sehari sebelumnya Rapat Dewan Gubernur BI telah memutuskan menaikkan suku bunga acuan, BI rate sebesar 50 basis poin menjadi 6,5 persen.
"Kondisi ini sejalan dengan pengamatan kami bahwa kenaiakan BI rate bukanlah obat mujarab yang dapat mengangkat rupiah sementara terdapat sentimen yang menguatkan mata uang lainnya terhadap rupiah atau terkena imbas dari pelemahan mata uang lainnya," tutup dia.
(rna)
Lihat Juga :