Pelemahan rupiah picu penguatan IHSG menjadi terbatas

Selasa, 16 Juli 2013 - 08:27 WIB
Pelemahan rupiah picu...
Pelemahan rupiah picu penguatan IHSG menjadi terbatas
A A A
Sindonews.com - Melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar (USD/IDR) dipandang Kepala Riset MNC Securities, Edwin Sebayang sebagai noda yang menyebabkan potensi penguatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menjadi terbatas.

"Bursa Indonesia saya perkirakan akan menguat terbatas dalam perdagangan Selasa ini karena kinerja rilis laporan keuangan kuartal II/2013 yang cukup baik dinodai kenaikan USD/IDR yang tembus level Rp10.010," kata Edwin, Selasa (16/7/20113).

Selain itu, kata Edwin, terbatasnya penguatan IHSGjuga akan dipicu ekspektasi melemahnya kinerja sektor perbankan di kuartal III dan IV, yang akan terkena dampak kenaikan BI rate sejalan perkiraan penurunan kinerja fundamental emiten sektor properti dan automotif akibat kenaikan BI rate, USD/IDR dan BBM.

Dia menambahkan, terbatasnya penguatan IHSG juga dipicu oleh proyeksi secara teknikal yang mencerminkan mulai terjadinya perlambatan aksi beli.

"IHSG akan berada di kisaran 4.598-4.657. Pola dragonfly doji terbentuk atas IHSG mengindikasikan perlambatan aksi beli," tandasnya.

Dari luar negeri, sejumlah berita ekonomi akan mewarnai pergerakan pasar hari ini. Indeks Dow menguat 0,13 persen dan S&P 500 naik 0,14 persen ke level tertinggi sepanjang masa diiringi penurunan The Vix sebesar 0,36 persen ditutup pada level 13,79.

Ini dipimpin kenaikan saham Citigroup daan Boeing di tengah perdagangan tertipis sepanjang 2013, dimana hanya terjadi transaksi 4,89 miliar lembar saham, sementara rata-rata volume perdagangan 2013 sebesar 6,4 miliar lembar saham.

Indeks S&P 500 naik delapan hari berturut-turut, sedangkan Dow naik 60 poin lebih tinggi dari level tertinggi yang pernah dicapai pada 22 Mei 2013.

Penguatan itu terjadi di tengah beragamnya kinerja ekonomi seperti, lebih rendahnya retail sales bulan Juni yang tumbuh 0,4 persen dibandingkan ekspektasi ekonom sebesar 0,8 persen dan di bawah kinerja Mei sebesar 0,5 persen.

Sementara pertumbuhan sektor New York State's Manufacturing bulan Juli tumbuh di level 9,46, lebih tinggi dibandingkan data Juni di level 7,84. Sementara ekspektasi ekonom tumbuh di level 5 serta U.S. business inventories bulan Mei tumbuh 0,1 persen dibandingkan ekspektasi ekonom "tidak berubah" setelah bulan sebelumnya dilaporkan tumbuh 0,3 persen.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Akhiri Pekan di Zona...
Akhiri Pekan di Zona Hijau, IHSG Ditutup Naik ke Level 6.072
IHSG Diramal Masih Lesu,...
IHSG Diramal Masih Lesu, Hari Ini Potensi di Kisaran 6.047-6.107
Menunggu Data Ekonomi...
Menunggu Data Ekonomi AS, IHSG Masih Berpeluang Menguat
IHSG Kebakaran, Saham...
IHSG 'Kebakaran', Saham Farmasi dan Telekomunikasi Tetap 'Adem'
IHSG Berpeluang Reli...
IHSG Berpeluang Reli di 6.078-6.150, Cermati Saham Ini
Varian Delta Masih Jadi...
Varian Delta Masih Jadi Sentimen Utama di Pasar Saham
Berita Terkini
Garuda Terapkan Bagasi...
Garuda Terapkan Bagasi Piece Concept, Bawaan Penumpang Bisa hingga 64 Kg
28 menit yang lalu
Selat Hormuz Kembali...
Selat Hormuz Kembali Ditutup Total, Siap-siap Harga Minyak Bisa Meroket
1 jam yang lalu
Bandara Banda Neira...
Bandara Banda Neira Bakal Dibangun Ulang, Pesawat Kapasitas Besar Bisa Mendarat
2 jam yang lalu
Bank Sentral Global...
Bank Sentral Global Kompak Borong Emas, Hapus Ketergantungan Dolar AS
4 jam yang lalu
Modi Incar Harta Karun...
Modi Incar Harta Karun Terlarang Australia demi Terangi Negaranya
6 jam yang lalu
Sucofindo Catatkan Laba...
Sucofindo Catatkan Laba Bersih 100,7% dari Target RKAP 2025
7 jam yang lalu
Infografis
Sejarah Panjang Persia...
Sejarah Panjang Persia Menjadi Iran yang Mengubah Timur Tengah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved