SIPD akui kinerjanya terimbas pelemahan rupiah

Rabu, 17 Juli 2013 - 15:27 WIB
SIPD akui kinerjanya...
SIPD akui kinerjanya terimbas pelemahan rupiah
A A A
Sindonews.com - Pelemahan nilai tukar rupiah yang menembus level psikologis Rp10 ribu per USD telah berdampak ke sejumlah sektor industri, salah satunya industri ternak dan pakan ternak.

Wakil Direktur Utama PT Siread Produce Tbk (SIPD), Eko P Sandjojo mengatakan, pengaruh melemahnya rupiah terhadap kinerja perusahaan karena masih banyak komponen barang produksi yang harus diimpor.

"Depresiasi rupiah, pengaruhi biaya produksi pakan ayam dan ayam. Ayam komponennya kan 50 persen masih impor, seperti vitamin dan bibit. Sementara untuk pakan, seperti soy bean mill (kacang kedelai) kan 100 persen impor, sudah gitu harganya dua kali dibanding jagung," ujar Eko usai rapat umum pemegang saham (RUPS) di Swiss Bell Hotel, Jakarta, Rabu (17/7/2013).

Sebelumnya, Kepala Riset Trust Securities, Reza Priyambada menyebutkan, masih lambatnya pertumbuhan ekonomi di China telah menyebabkan pelemahan nilai tukar rupiah hingga menembus angka psikologisnya di angka Rp10 ribu. Kondisi ini mengingat China sebagai rekan dagang utama Indonesia.

"Kali ini data rilis GDP China belum dapat membuat Rupiah berbalik menguat karena masih menegaskan pertumbuhan yang melambat di China sehingga dinilai dapat berpengaruh pada neraca perdagangan Indonesia. Kondisi yang logis bahwa secara nilai perdagangan, China merupakan mitra dagang terbesar untuk Indonesia," kata Reza.

Padahal, lanjut Reza, seharusnya naiknya BI rate diharapkan mampu menjadi senjata andalan untuk mempertahankan kekuatan rupiah yang nyatanya tidak berimbas apa-apa akbiat perlambatan ekonomi di negara Tirai Bambu tersebut.

"Pergerakan nilai tukar rupiah bukannya membaik malah longsor ke level Rp10 ribu yang sesuai dengan penilaian kami bahwa adanya kenaikan suku bunga acuan, BI rate sebesar 50 bps menjadi 6,5 persen tidak dapat langsung membuat rupiah perkasa. Hal ini karena masih adanya berbagai sentimen yang belum mendukung penguatan rupiah," tutup Reza.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
PT GRP Tbk Jadi Pelanggan...
PT GRP Tbk Jadi Pelanggan Terbesar PLN
Pemkab Terima Bantuan...
Pemkab Terima Bantuan Tabung Oksigen dari PT Timah Tbk
Dipolisikan, PT Darmi...
Dipolisikan, PT Darmi Bersaudara Tbk Nilai Ada Upaya Kriminalisasi
Beri Cek Kosong, Dirut...
Beri Cek Kosong, Dirut PT Darmi Bersaudara Tbk Dipolisikan
MNC Land Ganti Nama...
MNC Land Ganti Nama Jadi PT MNC Tourism Indonesia Tbk
PT MNC Vision Networks...
PT MNC Vision Networks Tbk Catat Laba Bersih Rp101,3 Miliar
Berita Terkini
MDLA Luncurkan Armada...
MDLA Luncurkan Armada Mobil Listrik, Dorong Transformasi Distribusi Rendah Emisi
2 jam yang lalu
Tren Mobilitas Ramah...
Tren Mobilitas Ramah Lingkungan Meningkat, Pembiayaan Kendaraan Listrik MUF Melesat
8 jam yang lalu
Rupiah Amburadul Rp18...
Rupiah Amburadul Rp18 Ribu, Produk Rumah Tangga Unilever Bakal Naik Harga di Kuartal II 2026
8 jam yang lalu
Rupiah Terkapar, Dampaknya...
Rupiah Terkapar, Dampaknya Mulai Terasa ke Sektor Industri Nasional
9 jam yang lalu
PLN EPI, PLN Puslitbang...
PLN EPI, PLN Puslitbang dan ITERA Kolaborasi Kembangkan Tanaman Energi
10 jam yang lalu
Pelindo Sinergi Lokaseva...
Pelindo Sinergi Lokaseva Catat Kinerja Operasional Positif di Awal 2026
10 jam yang lalu
Infografis
3 Negara yang Teguh...
3 Negara yang Teguh Tak Akui Taiwan, Salah Satunya Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved