EADS berencana ganti nama

Rabu, 17 Juli 2013 - 17:23 WIB
EADS berencana ganti...
EADS berencana ganti nama
A A A
Sindonews.com - Raksasa kedirgantaraan Eropa, EADS (European Aeronautic Defence and Space) memutuskan untuk mengubah nama menjadi Airbus, seperti anak perusahaannya yang lebih terkenal pada akhir Juli nanti. Langkah ini untuk menyederhanakan dan memperkuat merek.

Tapi, eksekutif perusahaan terpecah atas perubahan nama untuk kelompok perusahaan pembuat helikopter, rudal, pesawat dan satelit tersebut.

Divisi pesawat komersial Airbus menghasilkan lebih dari setengah penjualan tahunan. Masalah ini menyoroti risiko besar dan peluang dalam memilih atau mengubah, nama perusahaan atau merek.

"Topik dalam diskusi lebih dari serius. Ini sangat mungkin perubahan nama akan terjadi," kata seorang sumber dekat dengan situasi, yang menolak disebutkan namanya.

"Dalam kasus apapun, itu harus menjadi agenda pada pertemuan dewan memvalidasi hasil setengah tahun," tambah sumber tersebut.

EADS akan mempublikasikan hasil ini setelah pertemuan dewan pada 31 Juli. Perubahan nama berarti, bahwa Airbus (pembuat pesawat superjumbo A380 double-decker dan rival Boeing) sekarang akan mengelompokkan kedua produk militer dan sipil.

EADS dibangun pada 2000 dari penggabungan perusahaan kedirgantaraan terkemuka Jerman, Perancis dan Spanyol.

Perubahan nama telah diwacanakan dalam waktu yang lama, karena EADS diyakini menderita pengenalan merek yang lemah. Tapi, kegagalan penggabungan EADS dan BAE Systems Inggris telah meningkatkan pengakuan nama EADS, yang menyebabkan beberapa eksekutif mempertanyakan potensi perubahan nama.

"Ketika EADS tidak diketahui, itu (perubahan nama) adalah usaha riil. Itu pasti akan menjadi nilai tambah untuk kelompok. Tapi hari ini, studi menunjukkan bahwa EADS dikenal. Orang tahu apa EADS terutama sejak merger dengan BAE Systems tahun lalu dibatalkan," ujar pejabat eksekutif EADS, yang tidak bersedia disebutkan namanya.

Menurut harian ekonomi Perancis, La Tribune, kepala EADS Tom Enders telah membentuk sebuah kelompok kerja untuk mempelajari implikasi teknis dan peradilan atas perubahan nama.
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Hasil Studi Dell: Perusahaan...
Hasil Studi Dell: Perusahaan Mau Cepat Beralih Digital atau Mau Gagal?
Hobi Pemerintah Gandeng...
Hobi Pemerintah Gandeng Perusahaan Asing Dikritik
3 Perusahaan Rusia di...
3 Perusahaan Rusia di Indonesia, Nomor 1 Pernah Hengkang Kini Ditawarkan Lagi
Ini 5 Perusahaan Asal...
Ini 5 Perusahaan Asal Amerika Serikat yang Beroperasi di Indonesia, Nomor 4 Pernah Untung Rp 4,5 Triliun
Program Tiga Juta Rumah...
Program Tiga Juta Rumah Siap Dijalankan, Akan Libatkan Perusahaan Asing
Satu Perusahaan Migas...
Satu Perusahaan Migas Asing Kabur Lagi, Indonesia Ribet?
Berita Terkini
IHSG Berakhir Longsor...
IHSG Berakhir Longsor 1,70% ke Posisi 5.839, Ada 651 Saham Berjatuhan
43 menit yang lalu
Harga Avtur Makin Mahal,...
Harga Avtur Makin Mahal, Maskapai Raksasa AS Mendadak Batalkan 6 Rute Penerbangan!
50 menit yang lalu
BI Respons Rupiah Tembus...
BI Respons Rupiah Tembus Rp18.000, Samakan Nasib dengan Tetangga RI
3 jam yang lalu
Pemerintah Pastikan...
Pemerintah Pastikan Harga MinyaKita Naik, Ini Sebabnya
3 jam yang lalu
Pastikan Kelancaran...
Pastikan Kelancaran Pemulangan Jemaah Haji, Garuda Indonesia Intensif Koordinasi dengan Arab Saudi
4 jam yang lalu
DSI Dinilai Bisa Perkuat...
DSI Dinilai Bisa Perkuat Ekspor dan Transparansi Tata Kelola SDA
4 jam yang lalu
Infografis
7 Nama Sangat Diperhitungkan...
7 Nama Sangat Diperhitungkan Jadi KSAD Pengganti Maruli Simanjuntak
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved