HT: Pemerintah harus segera stabilkan harga
Rabu, 17 Juli 2013 - 18:55 WIB
HT: Pemerintah harus segera stabilkan harga
A
A
A
Sindonews.com - Harga bahan pokok yang melambung tinggi pada Ramadan, membuat prihatin Ketua Umum DPP Persatuan Indonesia (Perindo) Hary Tanoesoedibjo (HT).
"Rakyat memang sedang berpuasa. Namun, bukan berarti harga-harga pangan dibiarkan naik seperti ini. Pemerintah harus segera melakukan tindakan, paling tidak dengan operasi pasar," kata HT, Rabu (17/7/2013).
Seperti diketahui, harga cabai rawit semakin 'pedas' tembus diharga Rp100.000 per kg. Padahal, harga cabai pada awal Juni hanya Rp26.000 per kg. Artinya, harga cabai naik sekitar 284 persen dalam waktu sebulan. Belum lagi harga daging sapi yang mencapai Rp90.000-Rp 100.000 per kg.
Padahal, pemerintah telah berjanji untuk menjaga harga kebutuhan bahan pokok setelah menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM). Namun, janji itu belum begitu tercermin di pasar.
Menurut HT, kenaikan harga bahan pokok ini bagian dari efek domino kebijakan pemerintah yang menaikkan harga BBM. Kenaikan tersebut sangat berat karena dilakukan menjelang Ramadan. Untuk itu, operasi pasar harus terus dilakukan untuk menstabilkan harga.
“Kini rakyat yang harus memikul beban. Pemerintah tidak boleh membiarkan ini terus berlarut-larut,” tegas HT.
Bantuan Langsung Sementara Masyarakat (BLSM) yang digelontorkan pun tak banyak membantu. “Sederhana saja hitung-hitungannya, misalnya sehari masak lima bahan pokok, masing-masing naik Rp 1.000 per bahan pokok. Itu sudah Rp150.000 per bulan sudah habis BLSM. Padahal, kenaikan harga per bahan pokok bervariasi. Itu belum menghitung kenaikan BBM. Jadi masyarakat sekarang ini minus,” kata Wakil Ketua Umum Perindo, Arya Sinulingga.
Dia menuturkan, itu baru menghitung dengan cara paling sederhana, belum bicara inflasi, daya beli dan faktor-faktor lainnya. Pemerintah harus berani mendengarkan rakyat. “Coba dipikirkan bagaimana nasib nelayan saat ini dengan harga solar naik? Bagaimana nasib keluarga mereka?” ujar Arya.
Sekadar pengingat, pemerintah telah menggelontorkan BLSM sebesar Rp150.000 per bulan. Batuan langsung tersebut sebagai kompensasi dari kenaikan bahan bakar minyak. Sementara harga BBM mulai naik pada 22 Juni 2013, untuk Premium menjadi Rp 6.500 per liter dan solar Rp 5.500 per liter.
"Rakyat memang sedang berpuasa. Namun, bukan berarti harga-harga pangan dibiarkan naik seperti ini. Pemerintah harus segera melakukan tindakan, paling tidak dengan operasi pasar," kata HT, Rabu (17/7/2013).
Seperti diketahui, harga cabai rawit semakin 'pedas' tembus diharga Rp100.000 per kg. Padahal, harga cabai pada awal Juni hanya Rp26.000 per kg. Artinya, harga cabai naik sekitar 284 persen dalam waktu sebulan. Belum lagi harga daging sapi yang mencapai Rp90.000-Rp 100.000 per kg.
Padahal, pemerintah telah berjanji untuk menjaga harga kebutuhan bahan pokok setelah menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM). Namun, janji itu belum begitu tercermin di pasar.
Menurut HT, kenaikan harga bahan pokok ini bagian dari efek domino kebijakan pemerintah yang menaikkan harga BBM. Kenaikan tersebut sangat berat karena dilakukan menjelang Ramadan. Untuk itu, operasi pasar harus terus dilakukan untuk menstabilkan harga.
“Kini rakyat yang harus memikul beban. Pemerintah tidak boleh membiarkan ini terus berlarut-larut,” tegas HT.
Bantuan Langsung Sementara Masyarakat (BLSM) yang digelontorkan pun tak banyak membantu. “Sederhana saja hitung-hitungannya, misalnya sehari masak lima bahan pokok, masing-masing naik Rp 1.000 per bahan pokok. Itu sudah Rp150.000 per bulan sudah habis BLSM. Padahal, kenaikan harga per bahan pokok bervariasi. Itu belum menghitung kenaikan BBM. Jadi masyarakat sekarang ini minus,” kata Wakil Ketua Umum Perindo, Arya Sinulingga.
Dia menuturkan, itu baru menghitung dengan cara paling sederhana, belum bicara inflasi, daya beli dan faktor-faktor lainnya. Pemerintah harus berani mendengarkan rakyat. “Coba dipikirkan bagaimana nasib nelayan saat ini dengan harga solar naik? Bagaimana nasib keluarga mereka?” ujar Arya.
Sekadar pengingat, pemerintah telah menggelontorkan BLSM sebesar Rp150.000 per bulan. Batuan langsung tersebut sebagai kompensasi dari kenaikan bahan bakar minyak. Sementara harga BBM mulai naik pada 22 Juni 2013, untuk Premium menjadi Rp 6.500 per liter dan solar Rp 5.500 per liter.
(dmd)
Lihat Juga :