Dirut Mandiri: BI naikkan dolar agar ekspor bergairah
Rabu, 17 Juli 2013 - 20:46 WIB
Dirut Mandiri: BI naikkan dolar agar ekspor bergairah
A
A
A
Sindonews.com - Direktur Utama Bank Mandiri, Budi Sadikin mengatakan, nilai tukar rupiah yang menyentuh Rp10 ribu per dolar AS merupakan bentuk keseimbangan baru yang dilakukan oleh Bank Indonesia (BI).
BI melakukan ini agar eksportir bergairah untuk menjual dolar dibandingkan mengimpor yang membeli dolar. Jadi Current Account Deficit (CAD) bisa diatasi dan kembali normal.
"Mulai Senin kemarin BI mencari keseimbangan di kurs, kalau kurs kita melemah maka ekpsortir bergairah, importir yang tidak bergairah. Sekarang impor lebih besar. Agar CAD diseimbangkan maka akan di-adjust ke keseimbanagn baru agar ekspor lebih bergairah," paparnya di restoran Kembang Goela, Jakarta, Rabu (17/7/2013).
Dia menyebut CAD yang menekan nilai tukar sudah seringkali hilang apabila harga Bahan Bakar Minyak (BBM) dinaikkan. "Masalahnya CAD itu menciptakan exchange rate kita seperti ini karena banyak beli dolar dibanding jual dolar. 2004 pernah naikin harga BBM, CAD hilang, 2008 juga sama naikin BBM lagi dia hilang lagi," ucapnya.
Budi menambahkan, secara keseluruhan, ekonomi Indonesia masih cukup bagus walaupun tidak teramat bagus seperti tahun kemarin. "Ekonomi Indonesia biasanya sangat bagus, sekarang cukup bagus, dan ini saatnya kita lihat dimana kelemahan kita," pungkasnya.
BI melakukan ini agar eksportir bergairah untuk menjual dolar dibandingkan mengimpor yang membeli dolar. Jadi Current Account Deficit (CAD) bisa diatasi dan kembali normal.
"Mulai Senin kemarin BI mencari keseimbangan di kurs, kalau kurs kita melemah maka ekpsortir bergairah, importir yang tidak bergairah. Sekarang impor lebih besar. Agar CAD diseimbangkan maka akan di-adjust ke keseimbanagn baru agar ekspor lebih bergairah," paparnya di restoran Kembang Goela, Jakarta, Rabu (17/7/2013).
Dia menyebut CAD yang menekan nilai tukar sudah seringkali hilang apabila harga Bahan Bakar Minyak (BBM) dinaikkan. "Masalahnya CAD itu menciptakan exchange rate kita seperti ini karena banyak beli dolar dibanding jual dolar. 2004 pernah naikin harga BBM, CAD hilang, 2008 juga sama naikin BBM lagi dia hilang lagi," ucapnya.
Budi menambahkan, secara keseluruhan, ekonomi Indonesia masih cukup bagus walaupun tidak teramat bagus seperti tahun kemarin. "Ekonomi Indonesia biasanya sangat bagus, sekarang cukup bagus, dan ini saatnya kita lihat dimana kelemahan kita," pungkasnya.
(gpr)